Sunday, September 23, 2012

TARBIYAH JABALIYAH EROTICA WILL SAVE THE WORLD

Sebuah Hermeneutica Phenomena Liberalism Yang membabat Habis Aksiologi.

Jargon di atas bukan sekedar bacot, namun nyata dipopulerkan di beberapa negara barat, termasuk Jepang yang mewakili ad
at ketimuran. Alasan klasik yang melatari jargon diatas adalah kesulitan mencari dana untuk penggalangan dana AIDS, atau Fundraiser. Liberalism bebas membabat habis fenomena etika dan estetika hidup. Fundraiser yang dilakukan sungguh tidak etis, sesuai dengan jargon diatas yaitu "Breast Squeezing" (maaf artikan sendiri) dimana pendonor dana bebas meremasi buah d*d* gadis gadis yang terpilih sebagai model tau dikenal sebagai (Oppai momi) sambil memberikan sumbangan tunai kepada Yayasan penanggulangan AIDS di Shinjuku Tokyo Jepang.

Belum lagi Masturbation Marathon yang digelar di London Inggris, dengan jargon dan mekanisme yang sama. Liberalisme benar benar membabat habis etika dan estetika.
Islam memandang aksiologi sebagai “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yang tergambar dalam sebuah tujuan yaitu mendidik akhlak, perasaan seni dan keindahan pada masyarakat dan menumbuhkan pada diri mereka sikap menghormati kebenaran dan cara-cara mencapai kebenaran tersebut (sesuai dengan Islam tentunya) serta yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends).

Thursday, September 20, 2012

TARBIYAH JABALIYAH NEXT CINEMATIC CHARACTER ATTACK by HANUNG BRAMANTYO Isu LGBT (Lesbian, gay, bisex and transgender) via "Cinta Terlarang Batman dan Robin" rilis Oktober 2012

MUSAHAQOH versus LIWATH

Pesantren yang sudah kuyuh diobok obok isu terorisme kini akan digempur dari sisi isu LGBT. Mungkin si Hanung ingin menceritakan sisi realita hidup, tapi kurang tepat jika tidak menganimasikan tersirat hukuman bagi pelaku liwath (gay) serta justifikasi keharamannya. Isu LGBT akan melejit mendapat angin segar dengan adanya peringatan HARI ANTI DSKRIMINASI SOSIAL. 

Diperkirakan LGBT 10 tahun kedepan akan eksis dengan prilaku prilaku penyimpangan seksual lainnya. Dan sineas - sineas liberalis akan getol mengeksploitasi penyimpangan sex yang diperkirakan sudah banyak macam untuk diangkat sebadai tematik sinematika seperti dibawah ini, :

1. ABLUTOPHILIA
2. ACROTOMOPHILIA
3. AMAUROPHILIA
4. ANACLITISM
5. AUTAGONISTOPHILIA
6. AUTOEROTIC ASPHYXIATION
7. AUTOPEDERASTY
8. BELONEPHILIA
9. BESTIALITY

Semua akan dilegalitas dengan alasan antidiskriminasi sosial. Efek sebuah sekularisme agama dan kitab suci.

TARBIYAH JABALIYAH BERIMBANG DALAM ISU LGBT (LESBIAN,GAY,BISEX AND TRANSGENDER)

Kita pun harus hati - hati dan waspada ke dalam, pandai memilih fatwa yang baik dan penuh kehati-hatian disamping gencar melakukan serangan balik ke pihak lu
ar untuk memerangi isu LGBT. Hindari sedini mungkin hal hal yang mengarah pada praktek LGBT dan Sexual Mental Disorder. (SMD)

Menurut saya fatwa dibawah ini berlebihan, entah menurut anda, silahkan ditanggapi, tanpa mengurangi rasa hormat kpd Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.


FATWA IBNU QOYYIM AL JAUZIYAH (WAHABIYYIN) TENTANG ISTIMTA' (MASTURBASI)

“Jika seorang wanita tidak bersuami yang syahwatnya memuncak, maka sebagian ulama kami berkata, “Boleh baginya mengambil kulit lunak yang berbentuk batang dzakar atau mengambil ketimun atau terong berukuran mini lalu ia masukkan ke dalam (ma’af) kemaluannya.” [Badai’ul Fawaid juz 4 hal. 1471-1472].

Tuesday, September 18, 2012

FITNAH PEDOFILI FILM "INNOCENCE OF MUSLIMS" SEBUAH ADAGIUM MISSOGAMIS (antiperkawinan)

Stigmasi alur film diatas juga mengarah pada usaha gerakan feminis radikalis liberalis kontemporer barat dalam memfitnah Rasululloh SAW sebagai pelaku pedofili. Dan juga merupakan ketakutan akan unsur Jamaliyyah (Feminin) dalam sebuah kodrat hidup berpasangan. Sehingga memandang wanita sedemikian takut dan bencinya,

“Perempuan merupakan hewan yang paling sombong dan paling besar tipuannya melebihi Singa, paling besar nafsunya daripada kera, lebih berbisa daripada ular, dan lebih banyak kepalsuannya daripada jin” (Robert Sarson) 

Feminis radikalis liberalis kontemporer barat tidak bisa memahami konsep Jalaliyyah (maskulin) dan jamaliyyah (Feminin). Sehingga menganggap apa yang dilakukan Rasululloh SAW adalah "mental disorder personality". Dan menyebut ibadah menikahi gadis muda belia sebagai sebuah tindakan pedofili. Mereka lebih memilih antiperkawainan (Missogamis). 

Film ini merupakan dendam sejarah atas kekalahan konsep sosiologi “Kesetaraan Gender” yang untuk pertama kalinya digencarkan oleh kaum feminis London pada medio abad ke 20, tepatnya tahun 1977 itu kini patut memangku resah dalam tipuan dan penyesalannya, Terbukti negara Swiss , negara pelopor feminis pertama, saat ini, lebih dari 50% kehidupan rumah tangga penduduk Swiss yang menganut paham feminisme terancam hancur, dan mahligai pernikahan kini tak lagi menemukan sisi sakralitasnya. Allohuakbar .......

TARBIYAH JABALIYAH PARADOR DE UHUD "ASRARU HIKAYATU GHARAMY MA'A JABAL UHUD" RAHASIA KEMESRAANKU DENGAN JABAL UHUD

Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (Bukhari Muslim)

Dari Anas bin Malik r.a, 

Nabi SAW mendaki gunung Uhud bersama dengan Abu Bakar, Umar dan Ustman. Ketika itu gunung Uhud berguncang. Kemudian NABI SAW menghentakkan kakinya dan bersabda:

”Diamlah kamu wahai Uhud, karena sesungguhnya berada di atas kamu adalah seorang Nabi, seorang Siddiq dan dua orang syahid” (Diriwayatkan oleh Bukhari). 

"Gunung Uhud adalah salah satu dari gunung- gunung di Surga (Parador de Bielsa)" HR. Baihaqi

Uhud bermakna "satu", simbol tauhid, menyatukan gunung gunung kecil disekitarnya sepanjang 6 km.

Kerasnya karakter Udud, panasnya padang pasir dan kenangan perang Uhud membuat sebuah lukisan emosi “Syijar al-‘isyaq” (pertikaian antara cinta dan kerinduan).
Subhanallloh.......

Monday, September 17, 2012

THE HEIGHTS - FROM ALIYAH TILL SAFILAH -TROPOSFER PENUH WAHYU SUCI

Menilik Qasas Anbiya maupun Sirah Nabawiyah, dataran tinggi mendapat pilihan sebagai tempat turunnya wahyu ataupun tempat terjadinya peristiwa penting dalam kenabian. Bagaimana Nabi Musa as. menerima wahyu di bukit Sinai, Mesir, Rasululloh SAW menerima wahyu di Jabal Nur Mekkah, pertemuan Nabi Adam as dan Ibunda Hawa di Jabal Rahmah Mekkah. Kebudayaan tinggi dan kisah kaum Aad dan Tsamud di dataran tinggi dan tebing - tebing Hadramaut Yaman. Nabi Isa as juga menerima wahyu di bukit Tiin atau Zaitun di Yerussalem.

Kenapa Alloh Azzawajallah memilih tempat tempat tinggi (al Aliyah) daripada tempat rendah (Al Safilah), mungkin tidak terlalu berlebihan kita ambil hikmahNya, bahwa troposfer di tempat tempat Aliyah cenderung sejuk dan dingin, hingga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi akibat dari terbakarnya lemak tubuh dan derasnya aliran darah ke otak. Disamping itu tingkat kebisingan (descibel level) yang rendah merupakan modal ketenangan jiwa dalam menerima hal hal yang penting. Kontraksi otot polos, otot lurik maupum otot miokardium saat  mendaki dataran tinggi merupakan latihan awal sang nabi sebelum turun mengemban tugas berat kenabiannya. Sisi lain adalah daya pemetaan, biasanya dataran tinggi yang dipilih Alloh Azzawajallah, tak jauh dari tempat atau area dakwah.Subhanalloh....

TARBIYAH JABALIYAH "TOMB RAIDER" RASULULLOH SAW DALAM "FUSUL MIN TARIKHI FI MADINAH AL MUNAWARAH"


Hal menarik setelah film "INNOCENCE OF MUSLIM" beredar, baru kita marah - marah dan kebakaran jenggot. Ada hal lain yang lebih dahsyat dari film "INNOCENCE OF MUSLIM", sebuah kejadian usaha mencuri jasad Rasululloh SAW oleh 2 orang pemburu makam (TOMB RAIDER) Nasrani asal Maroko.

Usaha dua orang TOMB RAIDER ini merupakan penghinaan maha dahsyat atas kemuliaan Rasululloh SAW. Alhamdulillah usaha ini digagalkan lewat seorang Hamba Alloh yang bernama Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, sang penguasa Damaskus lewat ilham dan mimpi.

Sebuah penyelamatan yang berkualitas, tanpa harus marah marah anarkis yang tak jelas : D . Mungkin juga karena kualitas ibadah dan kebersihan hati sang Sultan hingga Alloh memberitahukan lewat mimpi dan ilham. Dengan proses yang cerdasdan cepat, dimulai dari mimpi (ilham)-selamatkan makam-tangkap pelaku-bunuh-aman, : D Subhanalloh, tak banyak bacot.

Sunday, September 16, 2012

BEBAN HIDUP (LIVE LOAD)



Semua orang mempunyai beban hidup. Mulai dari kenabian hingga "ke-Abu-Jahalan" melewati dan memikul beban hidup. Yang membuat stress bukan beratnya, tapi lamanya memikul beban tersebut. 


Para Asratul Kiraam (10 sahabat jaminan surga), mempunyai beban hidup yang ekstrim dengan durasi yg cukup lama pula.

1. Abu bakar as Shiddiq ra, diabadikan surah at Taubah 10, rasa cemas yg dahsyat saat menemani Rasul SAW dlm gua saat diburu densus quraisy
2. Umar ibnu Khattab ra, kelelahan dahsyat saat berusaha sekuat tenaga untuk selalu menang dlm "duel" satu lawan satu dgn para kafir quraisy
3. Usman bin Affan ra, bekerja keras sbg donatur handal tiada terperi dlm perjuangan islam
4. Ali bin Abi Thalib ra, taruhan nyawa saat menggantikan posisi tidur Rasul SAW saat penggerebekan oleh densus quraisy.
5. Thalhah bin Abdullah ra, cacat seumur hidup, karena jemarinya buntung saat melindungi Rasul SAW di perang Uhud.





TARBIYAH JABALIYAH

BEBAN HIDUP (LIVE LOAD) PART 2

6. Zubair bin Awwam, mengalami CULTURE SHOCK saat Hijrah 2 kali ke Etopia.
7. Saad bin Abi Waqqas, menjadi POW (Prisoner on War) alias tersiksa di penjara musuh.
8. Said bin Zaid, harap harap cemas saat menjadi Intelijen Rasululloh SAW.
9. Abdurrahman bin Auf, pusing tujuh keliling saat membangkitkan perekonomian pasar Madinah.
10. Abu Ubaidillah bin Jarrah, menggigil tak terperi saat masa inkubasi penyakit pes ganas di negeri orang, Syam.

Solusi beban hidup adalah sabar, dan menikmatinya sambil berdo'a untuk mendapatkan solusi ataupun mati syahid.

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya."



TARBIYAH JABALIYAH TOLAK GRIND PORN - GOTHIC PORN I USED TO SAY : "ART FOR SPIRITUALITY, NOT ART FOR ART"

Penggabungan aliran seni al Faruqi yang kental dengan TAUHID dengan Nashr yang SUFISTIK akan menjadi sebuah "RAPID MILITANT ART " : D, ..... selamat berkarya !!!

Sayyid Hussein an Nashr sebagai penggagas "ART FOR SPIRITUALITY" melawan konsep seni "ART FOR ART", yang diusung oleh golongan anti fungsionalis. "ART for ART" memanglah murni, namun kita hidup terikat oleh syari'ah, hingga seni pun harus dikontrol oleh etika, dan bukan hanya saja estetika. 

Seni berhubungan dengan keindahan, bukan sebaliknya pornografi. Jalalludin Rummi mengatakan seni adalah manifestasi cinta kepada Alloh, dengan seni diharapkan semakin timbul rasa cinta kepada Sang Pencipta dengan pengekspresian prinsip-prinsip tauhid di dalamnya. Prinsip prinsip estetika Islam adalah :

1. Mengalirkan berkah akibat dari hubungan batin dengan nilai spiritual Islam.
2. Kontrol sosial bagi gerakan kultural, sosial bahkan politik yang benar benar otentik islami atau hanyasekedar mengatasnamakan simbol islam.
3. Sebagai penentu hubungan stratifikasi intelektual dan relegius dalam masyarakat.

Saturday, September 15, 2012

Menanggapi Film "Innocence of Muslims"




MEMANFAATKAN KONSEP OPOSISI BINER DIAMETRAL KEBEBASAN ETIK DAN ESTETIKA DALAM "CINEMATIC CHARACTER ATTACK"

Islam rentan dengan "cinematic character attack", karena dunia sekuler faham, bahwa di bawah dalih kebebasan estetis yang eksplosif dan lewat buah tangan sineas sineas handal sekularis milik mereka akan dapat dengan mudah melakukan "Cinematic harrasment" atau pelecehan karakter sinema, dengan menyerang karakter inti.

Sineas sineas yang beraliran anti-fungsionalisme, menganggap seni adalah bebas eksplosif, berbeda dengan konsep aliran fungsionalisme, seperti tokoh seni Islam Sayyid Hussein Nasr yang memformulasikan seni sebagai obyek yang berkaitan dengan dimensi spiritual dan nilai-nilai Ilahiyah.

Jargon seni untuk seni (l'rt pour l'art), ditambah dengan Islamophobia semakin memantapkan sineas-sineas anti fungsionalisme untuk menghantam islam dengan super techno cinema mereka. Bagaimana sikap kita ? membuat tandingan ? mana sineas "rapid militant kita " ? punya nggak ? buatlah tandingan yang "tidak melecehkan" wahai sineas sineas muda Islam, buatlah tandingan yang menggambarkan Rasululloh SAW itu mempunyai sifat-sifat kenabian yang agung.

Namun cukup sulit juga karena ada "Kode etik" yang membatasi yaitu sopan santun untuk menggambarkan tampilan fisik Rasululloh SAW, perwajahan Rasululloh saw. Yaa Rasul begitu agung perwajaan mu, hingga tiada daya untuk menganimasikannya. Kode etik inilah yang dimanfaatkan sineas sineas anti fungsional untuk membuat mati kutu para sineas sineas fungsional.

Saturday, September 8, 2012

APORIA SERTIFIKASI ULAMA OLEH BNPT

Badan badan legal deradikalisasi pemerintahan semisal BNPT mulai mempersempit ruang gerak keilmuan islam dengan adanya sertifikasi ulama. Sertifikasi berarti kita berbicara tentang "kelayakan", dan ini sangat merugikan proses tarbiyah islamiyyah yang bersifat integral tanpa berjenjang. Jika ini terjadi akan ada degredasi frekuensi dakwah arus bawah. Hal lain yang membuat tidak relevan adalah penggunaan parameter sertifikasi. Parameter mana yang akan digunakan? mengingat banyaknya firqoh islam di Indonesia. Tiap tiap firqoh dan pergerakan mempunyai dasar perjuangan yang masing masing secara furu'iyah berbeda.

Jangan disamakan dengan sertifikasi konvensional profesi semisal sertifikasi ketenagakerjaan yang memang sudah baku aturannya. Sangatlah aporia (Irrelevant) jika sertifikasi konvensional profesi menunjuk pada tujuan peningkatan penghasilan dan tunjangan, semisal sertifikasi guru, kini sertifikasi ulama bertujuan untuk deradikalisasi terorisme, sungguh aporia !!!

Parameter sertifikasi yang mungkin digulirkan adalah skala titik ekstrim materi materi dakwah yang berhubungan dengan ayat ayat qital. hal ini secara tidak langsung mengkebiri keutuhan ayat ayat al qur'an yang memang secara nyata dan lugas dalam berbicara tentang qital. Dengan adanya sertifikasi ulama maka akan dimungkinkan adanya pembatasan dan aturan main yang tak relevan :

1. Materi dan bahan ajar dakwah
2. Penjenjangan akademis ulama
3. Kisi kisi dan silabus dakwah pesanan pemerintah
4. Kuota sertifikasi
5. Permainan uang

Ulama bukan hanya dikukuhkan oleh badab legal, tapi ingat ulama, masyarakatlah yang mengangkatnya dari hasil kinerja dan keilmuan yang telah mereka praktekkan dalam kehidupan sosial masyarakat.





 

KOAGULASI ANTIPATI PENGHANCUR MASSAL

Bismillahi Allohuakbar............

Gencarnya pengukuhan pembenaran pada masing masing firqoh di tubuh Islam membuat dampak koagulasi antipati (Penggumpalan sikap cuek) pada titik kritis. Sementara teror fitnah atas tindak biadab terus bergulir. Ada yang mengekstrimkan diri pada titik perlawanan membabi buta, ada pula yang bersantai santai pada titik damai. Yang parah ialah bersekongkol dengan penghancur massal. Siapakah penghancur massal itu ?

Penghancur massal adalah sebuah "state" yang mempunyai kekuatan penuh dalam memberangus rakyatnya. Negara berhak, dan inilah titik kritis koagulasi antipati. Bila negara sudah "tersinggung", maka segalah kekuatan akan diberikan untuk menghentikannya. Disinilah muncul sikap saling menyalahkan. Yang berposisi ekstrim akan ngotot inilah "yang paling benar". Sedang yang berposisi damai, akan mengutuk "ah..keranjingan qital ". Dan negara akan menyebutnya, "kalian teroris non state!!!!"

Lengkap sudah koagulasi antipati penghancur massal. Intern terkoyak, ekstern diberangus habis habisan. Secara strategis kita dirugikan. Tindakan sporadis tanpa didukung "state", akan selalu begitu, hasil minim, namun menimbulkan imbas yang maha dahsyat. Yang ideal adalah buatlah " State Terrorisme". Dimana sebuah negara mendukung "pergerakan maha langit". Contohnya Madinah al munawarah, pergerakan disiyu adalah "state terrorisme" bukan kategori "Non state terorrisme", jika kita meminjam istilah "mereka".

Thursday, September 6, 2012

EFEK TIDAL NON STATE TERORISME

Mungkin sudah merata dan meningkat anggaran militer kontra terorisme di seluruh dunia. Dan tragisnya target kontra terorisme mengutub pada penganut Rasululloh SAW. Tak dapat dipungkiri memang pelaku pelakunya adalah muslim. Dan secara kausalitas dan alibi  tuduhan kembali pada kita. Pro kontra aksi syahid tak akan mengubah kausalitas dan alibi. Pro kontra tak akan hentikan " non state terorisme ini ". Karena bersifat "non state terorisme", maka para pelaku yang dikatakan "Teroris" tersebut tak akan mendapat perlindungan negara, dan siapapun dapat memasuki negara yang dijadikan sarang untuk kegiatan memberangus "terorisme" tersebut.

Bismillahi Allohuakbar........
Efek tidal non state terorisme sangatlah merugikan. Komunitas yang menjadi "co-domain" kausalitas dan alibi terorisme akan terusik. Kegiatan memberangus akan membabi buta, karena memang "non state terorisme" tidak mempunyai teritorial maupun batas batas zona ekonomi eksklusif. Bagaimana sikap terbaik untuk menghindari efek tidal non state terorisme ?, dimana siapapun bisa bermain di dalamnya?

Bismillahi allohuakbar........
kembalilah pada kelemahan kita.....
kita sering hanya "bertopik", namun kalau terjadi "lepas tangan", akhirnya "co-domain" jadi sasaran. kita hanya sering "berupdate", namun jika diringkus, akhirnya "menyanyikan" rahasia rahasia didepan tiran.  Kita sering 'berwacana", namun kurang tanggap untuk menyelamatkan "Co-Domain" yang telah diacak acak oleh pemberangus.

Bismillahi allohuakbar.......
Jangan ragu, kalau sudah mantap "Berpredikat" teruskan sampai tuntas.....
Jika dalam "'iddad" teruslah hingga "berpredikat"...........
Dan hindari efek tidal non terorisme, issue ini sungguh merugikan kita.......



Thursday, May 10, 2012

Ternyata kebiasaan mengucap "Thoghut/jibtu" kepada sesama muslim adalah kebiasaan dari Syi'ah

Al Jibtu atau at Thoghut sering dipredikatkan kepada hal yang "berlebihan". Dalam ranah aqidah, thoghut menjadi sebuah terminologi anti "Syahadatain". Jelas bukan batasannya. Sedang kekinian tanpa basa basi dihantamkan pada terminologi anti "Islam Kaffah". Sehingga para pelaku aqidah kadang terkena imbas terminologi tersebut. Biasanya dikontrol oleh keperluan politik tertentu agar dapat eksis dengan membuat sebuah diversifikasi level aqidah. Kasihan mereka yang baru mengenal islam tiba tiba dipredikatin thoghut hanya karena "belum kaffah".

Akhirnya timbulah peng"kasta"an yang biasa disebut "Super ordinat" nan "eksklusif" dan "Sub ordinat" yang ditindas secara mental dengan sebutan "Thoghut". Rasululloh SAW berhak menyebut 'Darul Nadwa" atau "Parlemen Quraisy" sebagai "Thaghut" karena memang berisi 'Jama'ah anti Syahadatain". Rasululloh SAW tidak pernah menyebut "komunitas heterogen mekkah" sebagai thoghut sebeluh futuh mekkah, walaupun yang berkuasa di sana adalah 'parliement Quraisy". Sebab beliau paham di antara mereka ada saudara saudara seiman yang berjuang menyembunyikan keimanannya dari penguasa Thaghut.

Sedang kebiasaan menyebut "Thaghut" kpd sesama muslim adalah Syi'ah. mereka menyebut sayyidina Abu Bakr ra. dan sayyidina Umar bin Khattab ra. sebagai thoghut. Akankan kita meniru mereka?? hanya gara gara 'Belum sempurna" nya kekaffahan mereka lantas dengan sombongnya kita labelkan kata "Thoghut" kepada saudara saudara kita??. Islam adalah adab, yang cenderung mengajak kepada kebenaran. Islam adalah kesabaran.

Monday, May 7, 2012

BIJAK DALAM VISUALISASI TAKFIR THOGHUT DALAM JAMBANGAN SENDIRI

Visualisasi kadar iman thoghut itu jelas. Dari segi diksi maupun literasi tingkat tinggi, ia menunjuk pada area non iman. Simpangan ekstrim visualisasi thoghut paling menyimpang tidaklah bersifat melakukan tindakan takfir dalam jambangan sendiri. Thoghut sekelas kafirun, bukan kelas takfir ashobiyyah.

Parah jika melabelkan thoghut dengan parameter ketersanggupan pelaksanaan area non aqidah. Bisa bisa hari ini, saat ini, detik ini akan terlabel milyaran thoghut hanya karena tingkat ketersanggupan pelaksanaan non aqidah yang belum sempurna. Thoghut tidak ada hubungannya dengan keterbatasan yang bersifat progresif. Ia hanya dapat dihakimi oleh nash nash aqidah. Dengan kata lain jangan sampai kita ucapkan thaghut kepada sesama muslim. Adab mana yang dipakai??. apakah Rasululloh SAW telah mencontohkan pengucapan Thoghut kepada ummatnya ???. Jauh dari hal tersebut, Rasululloh SAW lebih cenderung ke arah konstruktif adab, beliau lebih suka mendo'kan daripada mengucapkan "Thaghut" kepada sesama muslim.

Thoghut adalah ranah yang nun jauh disana............ jauh dari jambangan kita sendiri. Kejam nian jika melebel jambangan kita sendiri dengan 'branded" THOGHUT.


Tuesday, March 6, 2012

Meluruskan Gaya illat (kausalitas) dan sabab (sebab) dalam kaidah “al ‘Ibrah bi khushuush assabab laabi umuum al-lafzh” Yang Sering Digulirkan JIL Dalam Mereduksi De Jure Ushul Fiqh.

Salam ‘alaykum
Allohu Ahad
Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.

Berparameter pada isu persamaan gender, JIL mulai mereduksi de Jure Ushul Fiqh dengan maksud humanisme.Islam sangatlah menghormati humanisme, namun islam menempatkan humanisme tersebut pada tataran syar’i. Kita tak pernah terdesak oleh HAM, seperti halnya pemahaman JIL tentang “al ‘Ibrah bi khushuush assabab laabi umuum al-lafzh”, (kaidah fiqh tentang “yang harus diperhatikan atau digunakan adalah kekhususan sebab, bukan bentuk umum suatu lafzh“).

Anda dapat melihat gaya pereduksian illat dan sabab sebuah fiqh sosial sangat kental sekali. Sehingga manakala illat atau kausalitasnya bisa berubah karena
ditemukannya cara-cara baru yang menggantikannya sesuai dengan perkembangan
sosialnya (reduksi de jure fiqh). Padahal hikmah merupakan alasan paling tinggi
dan paling substansial dari sebuah keputusan hukum dan merupakan tujuannya dari sebuah syariah (maqashid al-syari’ah).

Contoh :

Tentang ayat Nuzyuz QS. al Nisa 34, historikal asbabul Nuzul sudah menunjukkan bagaimana Islam mereduksi tradisi Arab yang vandal dan sarkasme, dengan memberikan tahapan hukuman pada wanita yang Nusyuz (membangkang kpd suami). Islam sangat bijak dengan mulai dari cara halus hingga tingkat akhir yang berupa “wadhribuhuma” .Ini adalah kesetaraan adil yang diberikan Islam kepada humanisme. Namun JIL lebih memandang kepada “Penghindaran” de jure fiqh yang berupa memaknai kata “wadhribuhûnna” dengan berbagai macam dalam Mu’jam Mufradât Alfâzh yang intinya berusaha menghilangkan makna "wadhribuhuma" (pukullah mereka dengan tangan). Artinya juga menghilangkan efek jera pada hikmah tertinggi fiqh.

....................... \m

Monday, March 5, 2012

DEFERENSIAL IDENTITAS SOSIAL MADANIYAH DALAM MENEPIS ISU DISKRIMINATIF FEMINIMISME JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)

Perempuan kerap menjadi isu diskriminatif miring yg sering digulirkan JIL. Gaya tafsir tekstual kasar terhadap QS. 4:34 yang menyatakan:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) menafkahkan sebagian dari harta mereka untuk mereka (perempuan)”.

Fitnah tekstual Hadits :

“Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya kecuali kalian (perempuan)”

Pelurusan :

'Kurang akal' perempuan menurut hadits tersebut disebabkan
karena "kesaksiannya" setengah dari kesaksian laki-laki. Kekurangan perempuan dalam figh ibadah karena menstruasinya yang terjadi setiap bulan mengharuskan dia tidak shalat. Para ulama memandang sebagai kodrat semua perempuan.

Ungkapan yang digunakan al-Qur’an adalah ‘sebagian atas sebagian’. Sebagian yang dimaksud di sini bisa berarti keadaan umum, pada umumnya atau mainstream. Kitapun tidak dapat menolak kenyataan dengan adanya sejumlah perempuan yang memiliki keunggulan intelektual dan kemampuan ekonomi dalam menafkahi keluarga. Antara lain para isteri Nabi, seperti Siti Khadijah dan Siti Aisyah.

Al-Qur’ân sendiri tidak pernah menyebutkan bahwa keunggulan atau keistimewaan seseorang dilihat dari sisi jenis kelamin atau dari sisi latarbelakang kultural atau lainnya.

Sedang JIL dengan mentah mentah menyatakan ini adalah sebuah diskriminatif sosial, tanpa memandang tautan hadits penjelas lainnya. 

Thursday, March 1, 2012

IMPLEMENTASI TEORI NASKH DALAM MEMBENDUNG ISU KONTRADIKTIF\IMPURITI AYAT YANG DIHEMBUSKAN OLEH JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAL)



Simpangan terhebat yang dilakukan oleh JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah isu impuriti dan kontradiktif ayat. Hal terjadi karena kurang pemahaman teori Naskh (Pembatalan Ayat). Terlebih dalam pemahaman dua poin terpenting/metode dalam teori Naskh (Pembatalan Ayat) yang berupa :

1. Metrode Naskh al-hukm duuna at tilaawah (menghapus hukumnya, bukan menghapus bacaan/tulisannya)

2. Metode Naskh at-tilaawah duuna al-hukm (menghapus bacaan/tulisan bukan menghapus hukumnya)

Dua metodi teori Naskh diatas harus dipahami secara paripurna agar mendapatkan makna dan hikmah yang lurus dan benar. Adalah tidak mungkin ayat ayat didalam al Qur’an tersebut kontradiktif (berlawanan) ataupun Impuriti (tidak murni).

Isu Impuriti dan kontradiktif ayat ini biasa dihembuskan JIL dengan menyerang fiqhud Nisa’ .

Contoh :

Persoalan ‘iddah (masa menunggu) perempuan yang bercerai dari suaminya karena meninggal dunia. Salah satu ayat al-Qur’an menunjukkan bahwa perempuan tersebut harus menunggu untuk bisa bebas, termasuk untuk kawin lagi adalah satu tahun (QS. al-Baqarah,[2]: 240).

Sementara ayat yang lain menyebutkan bahwa masa menunggu (iddah) perempuan tersebut adalah empat bulan sepuluh hari(QS. al Baqarah, 2: 234). Para ulama sepakat yg 4 bulan 10 hari dengan komparasi terhadap hadits hadits yang mendukungnya. Dan memandang bahwa ayat [2]: 234 telah menghapus (nasikh) t ayat [2]: 240. Penghapusan ini sebagai “naskh al-hukm duuna attilaawah”(menghapus hukumnya, bukan menghapus bacaan/tulisannya).

Ini secara tidak langsung sesungguhnya menunjukkan dimensi historisitas teks-teks al-Qur’an. bahwa apa yang dikesankan sebagai naskh sebenarnya adalah pengecualian (takhshiish) atau pembatasan terhadap ketentuan umum.

Kesan adanya dua ayat yang bertentangan dapat diselesaikan melalui cara pandang
historisitas teks, mengingat al-Qur’an diturunkan secara bertahap, dalam ruang dan waktu sosial yang berbeda dan dengan begitu juga audien yang berbeda pula.
Jadi apa yang dihembuskan JIL merupakan hasil pemahaman parsial terhadap teori Naskh

............................. \m

Wednesday, February 29, 2012

Metode Analitik Frase Akusatif HARFU AN NIDA' dan MUNADA Dalam Menghantam Gaya Isu MUNTAJ TSAQOFI milik JIL (Jaringan Islam Liberal)



Isu Muntaj Tsaqofi atau menganggap al Qur'an sebagai produk budaya yang sering dihembuskan JIL merupakan cerminan tidak pahamnya akan 'ijaz (Gaya Bahasa tertinggi dan terindah) dalam Al Qur'an sebagai Kalamulloh.

Tanpa memahami frase Akusatif Harfu an Nida' (Interjeksi) dan munada (kata yang diseru), akan menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya menjustifikasi ayat sebagai produk budaya (Muntaj Tsaqofi).

Al Qur'an sebagai (tibyaan li kulli syai’) penjelas segala persoalan inti hidup alias lengkap. Termasuk dalam diversifikasi interjeksi yang kerap mewarnai ayat ayat al Qur'an dalam memberikan perintah perintah secara langsung dan tak langsung.

JIL kerap memanfaatkan asbabul nuzul tanpa menela'ah faktor kaitan lain terhadap ayat. Mereka lupa bahwa Frase Akusatif harfu an nida' pada munada tertentu merupakan gambaran "Interjeksi Global" sebagai sebuah perinta universal. Al Qur'an sebagai "Ibtikari" atau kreatifitas, print out dari produk "Mubtakir" atau kreator.

Sebagai contoh :

Dengan penggunaan frase akusatif harfu' an nida', dan munada yang tepat, tidaklah mengherankan jika ayat-ayat Makkiyyah juga menyapa manusia dengan istilah-istilah yang terhormat tanpa membedakan ras, warna kulit, gender bahkan agama.

Para ulama al-Qur’ân mencirikan pesan risalah periode Makkiyyah, meskipun tidak seluruhnya, dengan misalnya penggunaan kata sapa (Frase Interjeksi /harfu an nida' ) “ya ayyuha annaas” (hai manusia) atau ‘Ya Banii Aadam” (hai anak Adam).

Ini dapat dibaca misalnya pada ayat 13 pada surah al-Hujuraat, “Wahai manusia, Aku ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan Aku jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku agar kamu saling mengenal".

Dengan begitu isu muntaj tsaqofi (tuduhan al Qur'an hanya produk budaya lokal dan untuk suku tertentu) terhadap sebagian ayat yang dihembuskan JIL gugur dengan sendirinya. Mereka tidak tsumul dalam pemahaman sisi gramatikal (nahwu Shorof) pada gaya bahasa al Qur'an.

..............................\ m

Monday, February 27, 2012

METODE MUFRODAT LUGHAH DALAM MENGHANTAM GAYA HERMENEUTIKA JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)


Menafsirkan Alquran secara bahasa (leksikal) itu merupakan tingkat penafsiran terendah . Termasuk JIL kerap ber-Hermeneutika dalam menafsirkan ayat ayat al Qur'an agar sesuai jaman. Gaya hermeneutika ini pertama kali dipopulerkan oleh Nasr Hamid Abu Zaid. Penafsiran "bi rakyi" atau dengan akal semata merupkan jejaring liberalis yang sok "up to date". Adalah keblinger jika tanpa dibarengi dengan disiplin ilmu lainnya seperti :

1. Paham makna mufrodat lughah,
2. Ilmu nahwu,
3. ilmu Sorof,
4. I’rob,
5. Ma’ani,
6. Badi’
7. Nasikh Mansukh
8. Asbabunnuzul
9. Penafsiran para ulama terdahulu
10.Mengetahui mana-mana yang disepakati dan yang tidak, dan sebagainya

Subhanalloh......tanpa bil ma'tsur, kacau semua. Islam liberal berpendapat bahwa Al Quran bisa di tafsirkan dengan tafsir hermeneutika karena Al Quran adalah muntaj tsaqofi (produk budaya).

Contoh soal dalam ber-Hermeneutika

Islam Liberal menyatakan bahwa perkawinan antar agama, antara seorang wanita muslimah boleh menikahi laki-laki kafir dengan berpedoman kepada ayat:

“fala tarjiuhunna ilal kuffar” al ayat. Al Mumtahanah : 10

Pemahaman Hermeneutika ala Ulil Abshar Abdala :

“Larangan kawin beda agama bersifat "kontekstual". Pada zaman Nabi, umat Islam sedang bersaing untuk memperbanyak umat. Nah, saat ini Islam sudah semilyar lebih, kenapa harus takut kawin dengan yang di luar Islam. Wanita muslimah diharamkan menikah dengan lelaki kafir karena ketika ayat ini turun sedang zaman perang, tapi sekarang bukan zaman perang maka wanita muslimah boleh menikah dengan lelaki kafir."

Tanpa pemahaman mufrodat lughah yang benar, penafsiran jadi kacau. Mereka melupakan aturan "takhshish bi al-Urf" (kontek sosio kultur) yang berupa pengecualian dan pembatasan terhadap ayat.
Yang ada dipikiran mereka adalah humanisme global yang rentan dengan hawa nafsu. Mereka lupa akan relevansi ayat atas mufrodat lughah yang berupa :

1. konteks inti (Muqtadhayât al-Ahwaal)
2. kondisi bahasa (nafs al-khithaab)
3. konteks mukhâthib (author)
4. konteks mukhâthab (audience)

Nah, ketahuan belangnya, mungkin Ulil perlu kaji ulang tentang Mufrodat Lughah. Dan perlu belajar ulang tentang "bil ma'tsur".

METODE TASAWWUR DALAM MENGHANTAM JIL (Jaringan Islam Liberal)


Contoh Teknik Sederhana Bagaimana Ilmu Mantiq (Metode Tasawwur (Konsep) dengan Natijah/konklusi dan penggunaan Muqadimah Kubra/Premis mayor dan Sughra/Premis minor Dalam Menghantam Jaringan Islam Liberal (JIL)

Tafsir Ayat Jilbab, (al-Ahzab [33]: 59)

Proses Tasawwur (Konsep) yang benar akan menghindarkan kita pada pola pemikiran Liberalis yang merusak alur logika. Dengan menggunakan DILALAH (alat uji hipotesa) lafadziyah dan ghairu lafadziyah serta Qadhiyah (proposisi), kita akan sampai pada Tafsir Mantiqi yang lurus serta menghantar kita pada proses pengambilan dalil (Istidlal) yang benar pula.

Qadhiyah qadhiyah dalam Qiyas :

1. MUQADIMAH SUGHRA (PREMIS MINOR)

Yaa ayyuhaa an-Nabiyy qul li azwaajika wa banaatika wa nisaa' al-Mu'miiniin.

(Hai Nabi, katakanah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin).

Tasawwur dari ayat diatas :

A. Istidlal Istiqra’iy : Menarik hukum secara kronologis subyektif untuk mendapatkan universalitas dalil. Subyek Tasawwur dari ayat diatas adalah :

a. Istri istrimu
b. Anak anak perempuan mu
c. Istri orang Mukmin.

Ketiga subyek di atas merupakan Dilalah yang jelas (Lafadziyah), tidak ada Qiyas sedikitpun ataupun ambiguitas tentang (Istri istrimu, anak anak perempuanmu maupun Istrti orang Mukmin). Jadi jangan coba coba menggunaan Dilalah Ghairu Lafadziyah termasuk JIL (Jaringan Islam Liberal) tidak bisa seenaknya ber Dilalah ghairu lafadziyah, termasuk memasukkan tasawwur "adat" dalam ketiga Subyek diatas, kata tegas yang membatalkan Tasawwur jilbab itu adat fashionship arabiyah adalah "Istri orang Mukmin". Mukmin yang global.

B. Ayat diatas merupakan seruan (Khitab) yang mengandung unsur wajib.

2. MUQADIMAH KUBRA (PREMIS MAYOR)

yudnina 'alayhinna min jalabiibihinna

(hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka)

3. NATIJAH (KONKLUSI)

Dzaalika adnaa an yu'rafna falaa yu'dzayn

(Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu).

Dengan demikian dengan metode apalagi JIL dan antek anteknya menggugat ayat, jika tetap dilakukan maka akan terlihat kebodohannya dalam ber Hipotesa.

Monday, February 20, 2012

KAJIAN STRATEGIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN DALAM ISLAM


Salam 'alaykum
salam \m

PENGERTIAN TAJASSUS

"Tajassus" adalah mengorek-ngorek suatu berita. Secara bahasa bila dikatakan, "jassa al-akhbar wa tajassasaha", artinya adalah mengorek-mengorek suatu berita. Jika seseorang mengorek-ngorek berita, baik berita umum maupun rahasia, maka ia telah melakukan aktivitas "tajassus" (spionase).

Orang semacam ini disebut jaasus (mata-mata). Suatu aktivitas bisa terkategori tajassus (spionase), jika di dalamnya ada unsur mengorek-ngorek (mencari-cari) berita. Sedangkan berita yang dikorek-korek (dicari-cari itu) tidak harus berita rahasia. Akan tetapi semua berita, baik umum maupun rahasia. Walhasil, tajassus adalah mencari-cari berita baik yang tertutup, maupun yang jelas. Intelijen dan kontra intelijen berfungsi untuk memberikan fungsi informasi akurat seperti :

1. Logistik
2. Sumber air
3. Taktik perang
4. Jumlah kekuatan musuh
5. Pemecahan kode dan sandi


OPERASI TAKTIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN JAMAN RASULULLOH SAW

Rasulullah Saw pernah memerintah ‘Abdullah bin Jahsiy untuk memata-matai orang Quraisy dan Thaif, dan mengabarkan berita tentang mereka kepada Rasul. Riwayat ini menyatakan bahwa Rasulullah Saw, telah meminta shahabat untuk melakukan aktivitas spionase, yakni wajib bagi ‘Abdullah bin Jahsiy sebagai pimpinan rombongan saat itu. Dengan demikian, tuntutan untuk melakukan spionase bagi amir jama’ah, yakni ‘Abdullah bin Jahsiy (dinisbahkan kepada negara) adalah pasti, sehingga hukumnya wajib, sedangkan bagi kaum muslimin tuntutan tidak pasti, sehingga hukumnya jaiz (boleh). 

Hadits ini menunjukkan kepada kita, bahwa hukum memata-matai kafir harbiy adalah wajib bagi negara, sedangkan bagi kaum muslimin adalah jaiz. Dalam militer fungsi Intelijen dan kontra intelijin adalah jenis dari OPERASI TAKTIS yang menganut asas intelijen,

Yaitu 

1. anticipation (mengatisipasi),

2. detection (mendeteksi), 

3. identification (mengidentifikasi), 

4. warning (memperingatkan).

Kegiatan memata-matai (tajassus) merupakan rangkaian usaha strategis dalam kontra intelijen. Termasuk didalam sikap intrograsi terhadap musuh yang telah tertangkap. Kontra Intelijen  yang terhebat dalam sirah nabawwiyah adalah saat perang Ahzab atau khandaq. Koalisi Kafir Quraisy dan Yahudi bani Quraidha dihancurkan oleh operasi intelijen Rasululloh SAW dengan mengutus Intel Nu'aim bin Mas'ud.

Beliau berhasil menyusup ke dalam pasukan koalisi dengan menghembuskan tipu muslihat serta kekacauan strategi militer. Tak hanya itu, intel kedua pun disusupkan yaitu Hudzaifah bin Al Yaman yang diberi gelar  Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah) untuk menambah kekuatan perang urat syaraf dan memporak porandakan informasi di pihak musuh serta memecah belah kekuatan koalisi. Intel intel handalan lainnya seperti Abdullah bin Abi Hadrad Al Aslami, penyusup perang Hunain,  Abdullah bin Rawahah pada perang Mu'tah.

Beliau bersabda kepadanya, “Wahai Hudzaifah, pergilah, lalu menyusuplah ke tengah-tengah mereka, selanjutnya perhatikan apa yang mereka kerjakan. Dan kamu jangan melakukan sesuatu apapun sampai kamu kembali kepada kami!” .

Pecahnya koalisi Quraisy-Yahudi merupakan hasil dari operasi Intelijen dan kontra intelijen, ditambah lagi Nasrulloh (bantuan Alloh berupa pasukan malaikat serta angin ribut) membuat mereka kocar kacir. Prinsip operasi intelijen dan kontra intelijen adalah tipu daya. Dan sesungguhnya perang adalah tipu daya, sebagaimana Rasululloh SAW sabdakan. Dalam tipu daya informasi ini sudah tidak memandang lagi prinsip prinsip berkata baik dan jujur lainnya agar tujuan utama kontra intelijen terlaksana seperti :

PRINSIP YANG TIDAK PERLU DIPATUHI DALAM KONTRA INTELIJEN

1. Qaulan sadidan (perkataan lurus)
2. Qaulan kariman (perkataan baik
3. Qaulan Balighan (perkataan jelas
4. Qaulan masyuran (perkataan mudah dimengerti)
5. Qaulan layyinan (perkatan lemah lembut)


TAURIYAH (BERBOHONG DALAM KONTRA INTELIJEN)
Dalam operasi intelijen dan kontra intelijen, menyembunyikan identitas adalah hal mutlak diperlukan. Sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW saat bertemu dengan laki-laki Badui, ketika beliau bermaksud mengorek keterangan. Kepada lelaki itu beliau tidak terus terang menjawab bahwa beliau adalah Rasulullah SAW, walau laki-laki itu bertanya. Beliau hanya jawab “Dari air…”, maksudnya diciptakan dari air mani.
Yang dilakukan Rasulullah SAW tidak bisa disebut kebohongan, tapi inilah yang disebut tauriyah, yakni mengungkapkan fakta, walau fakta itu bukan fakta yang diinginkan oleh lawan bicara.
Adapun berbohong dalam arti sesungguhnya, yakni mengungkapkan hal yang berbeda dengan fakta, Imam Al Ghazali yang diikuti oleh Imam An Nawawi, dalam Al Adzkar (hal. 608-610), menyatakan kebolehannya, jika dilakukan dalam peperangan dan untuk kemaslahatan umat Islam. Tapi ada satu syarat: bahwa itulah satu-satunya cara.

PEMECAH KODE

Pemecahan kode dan jejak kerap juga dilakukan oleh Rasullulloh SAW dengan mengandalkan para pemecah kode seperti sahabat Karz bin Jabir. Sandi sandi yang pernah digunakan dalam pasukan rasululloh SAW seperti

1. Dalam pertempuran Khandaq dan Bani Quraidhah, pasukan Muslimin menggunakan sandi, “Haamiim, la yunsharun.”

2. Dalam pertempuran melawan Bani Malmuh, yang dilakukan malam hari, digunakan sandi, “Amit..amit.”, yang maknanya, “bunuhlah…bunuhlah”.
3. Dalam Fathu Makkah, perang Hunain dan Thaif sandi yang digunakan kaum Muhajirin adalah “Ya Bani Abdirrahman,” sedangkan sandi kabilah Khazraj adalah, “Ya, Bani Abdillah,” dan sandi kabilah Aus adalah “Ya Bani Ubaidillah.”
4. Padapertempuran lain Rasulullah SAW saat melepas pasukan kecil yang dipimpin oleh Talhah, beliau bersabda, ”Sandi kalian Ya Ashr. Ashr bermakna sepuluh, menggunakan sandi ini karena jumlah mereka sepuluh orang.

SIFAT DASAR SEORANG INTEL
1. Amanah
2. Militan
3. Cerdas
4. Tanggap
5. Tenang dalam pembawaan

Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi dalam mengembangkan intelijen pada skala apapun, minim kita piawai dalam menyaring berita, serta menyampaikan kembali. 
amin.
wassalamu'alaikum wr wb.





Saturday, February 18, 2012

KAJI UJI KINETIK DAN AERODINAMIKA PEDANG RASULULLOH SAW "DZULFIQAR"


“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR"

Inspired by Johan Yusuf pic tagged in my timeline.


Salam 'alaykum
Salam \m

Pedang fenomenal ini berjaya dalam laga jihad segala medan, baik duel maupun sistim perang frontal, taktik satu lambung, ataupun dua lambung, khususnya dalam membobol benteng terkuat Yahudi di Khaibar.

Tanpa taklid buta, kultus pribadi ataupun ashobiyyah kepada Sayyidina Ali Karamallohu wajha, kita coba bedah kinetika dan aerodinamika pedang dzulfiqar.

a. Tampilan Fisik

Menurut ilmu pedang, Dzulfiqar bergenre "Curved Short Hilt Single Bladed" atau Pedang lengkung sisi tajam tunggal bergagang pendek". Genre ini biasa mendominasi jenis pedang Arabia. Mungkin pengaruh "Art Stream " Arabia yang cenderung menhgadirkan kultur Hilal, lihat saja pada ujung sepatu Aladin, alegori lambang bulan sabit ataupun pada pola arsitektur bergaya dome pada bangunan bangunan di arabia. Pada batang pedang tertulis hizb "“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR", entah sudah ada sejak jaman Rasululloh SAW, atau diukir sesudahnya.

b. Sisi Aerodinamika "Single Hilt and Double Pointed Sword"

Pedang Dzulfiqar memiliki dua titik tajam pada ujung pedang (Double pointed) yang merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh genre pedang lainnya. Dengan "double pointed" ini semakin memaksimalkan kinerja aerodinamika jenis pedang "Single handed grip" atau pedang satu tangan yang biasanya ditujukan untuk memaksimalkan fungsi tebasan. Kinerja aerodinamika mengacu pada gaya angkat dan gaya hambat gelombang. Cocok untuk serbuan kavaleri maupun duel satu lawan satu.

Pada umumnya pedang berujung single point. Dengan menambah insersi pada ujung utama menjadi "Graded Sharp Point" membuat gaya gesek udara mencapai tingkat minimal setelah mencapai kecepatan terminal maksimal. kecepatan ini dicapai setelah amplitudo sebanding dengan gaya hambat dengan arah yang berlawanan. Jadib dapat dikatakan mempunya nilai "Airfoil" yang tinggi, dengan nilai koefesien distribusi tekanan (cp) dan koefesien lift (cl).

c. Sisi Kinetik Sentrifugal dan Sentripetal

Dengan bentuk fisik "Front weighted" atau pola berat di ujung (akibat dari model hilt (gagang pedang) yang pendek), maka disaat melakukan tebasan terjadilah kinetika sentrifugal (Fs)atau efek semu melingkar ke dalam pusat gaya untuk menambah kestabilan daya cengkeram gagang pedang dan kekuatan tebasan yang bisanya terhambar oleh gaya pelawannya yaitu gaya sentrifugal. Sebagaimana konsep newton, F=m.a

d. Daya Insersi Tingkat Tinggi

Dengan bentuk ujung yang berujung lancip ganda maka daya robekpun meningkat. Tidak hanya meninggalkan (Key Hole Surgery) dalam istilah ilmu bedah kedokteran yang berarti lubang kecil tapi sudah pada level Davinci Surgery Insersion, atau mengoyak ngoyak seluruh jaringan epidermis sebagai jaringan pertama yang dibabat.

Semoga bermanfaat dan semakin mencintai peninggalan peninggalan Rasululloh SAW dan mengambil pelajaran positif.

Allohumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad.

Wassalamu'alaykum wr.wb.

MEMEMBONGKAR "SATANIC INTERJECTION PHRASE" PADA GAYA "UMPATAN" DALAM LIRIK LIRIK SYMPHONIC BLACK METAL DAN GOTHIC YANG BERSASTRA ELIZABETHAN ENGLISH (ARCHAIC)



Salam 'alaykum
Salam \m

“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” [QS.Al Baqarah : 83]

“ Dan katakanlah kepada Hamba-hambaKu, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)” [QS. Al Israa’: 53].

Mengumpat berkorelasi dengan AL GHEEBAH, menggunjing, membentak maupun menghardik dan ini merupakan penyakit ruh akut yang harus disembuhkan. Dan jauh dari kata kata ikhsan. sebuah pantulan ahklaqul mazmumah, yang mengeksplor sifat "ananiyah" atau "Keakuan".

Lirik lirik ghothic syaitonniyah banyak mengeksplor gaya bahasa umpatan elizabethan english tingkat tinggi, sehingga sulit mendeteksi dengan kekuatan COMMON ENGLISH pada tataran "discoure analysis" sekalipun.

Disini saya sedikit membantu untuk mengungkap sebagian kecil gaya gaya umpatan setan tersebut, moga bermanfaat dalam menghindar al gheebah yang satanik tersebut. Inilah Beberapa SATANIC INTERJECTION PHRASE dalam gaya ELIZABETHAN ENGLISH. Semua phrase dibawah ini mempunyai arti konotatif negatif dan bergenre " non " qoulan kariman, qoulan balighan maupun qoulan ma'rufan.

1. Thou lump of foul deformity !
2. Thou misshapen Dick!
3. Thou odoriferous stench, sound rottenness !
4. Thou sodden witted Lord !
5. Thou unfit for any place but hell !
6. Base slave, thy words are blunt, and so art thou!
7. Beg that thou may have leave to hang thyself !
8. Bite him to death I prithee !
9. Damn her, lewd minx !
10. Fie, thou dishonest Satan !
11. Go rot !
12. Go thou and fill another room in hell !
13. Away!, Thou art poison to my blood!
14. Leave thy vain bibble-babble!
15. So, thou common dog, didst thou disgorge thy glutton bosom !

Semoga kita masuk ke dalam golongan "qoulan masyuran dan qoulan layyinan" yaitu golongan orang orang yang berkata pantas dan lemah lembut.

Wassalamu'alaykum wr wb