Thursday, March 1, 2012
IMPLEMENTASI TEORI NASKH DALAM MEMBENDUNG ISU KONTRADIKTIF\IMPURITI AYAT YANG DIHEMBUSKAN OLEH JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAL)
Simpangan terhebat yang dilakukan oleh JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah isu impuriti dan kontradiktif ayat. Hal terjadi karena kurang pemahaman teori Naskh (Pembatalan Ayat). Terlebih dalam pemahaman dua poin terpenting/metode dalam teori Naskh (Pembatalan Ayat) yang berupa :
1. Metrode Naskh al-hukm duuna at tilaawah (menghapus hukumnya, bukan menghapus bacaan/tulisannya)
2. Metode Naskh at-tilaawah duuna al-hukm (menghapus bacaan/tulisan bukan menghapus hukumnya)
Dua metodi teori Naskh diatas harus dipahami secara paripurna agar mendapatkan makna dan hikmah yang lurus dan benar. Adalah tidak mungkin ayat ayat didalam al Qur’an tersebut kontradiktif (berlawanan) ataupun Impuriti (tidak murni).
Isu Impuriti dan kontradiktif ayat ini biasa dihembuskan JIL dengan menyerang fiqhud Nisa’ .
Contoh :
Persoalan ‘iddah (masa menunggu) perempuan yang bercerai dari suaminya karena meninggal dunia. Salah satu ayat al-Qur’an menunjukkan bahwa perempuan tersebut harus menunggu untuk bisa bebas, termasuk untuk kawin lagi adalah satu tahun (QS. al-Baqarah,[2]: 240).
Sementara ayat yang lain menyebutkan bahwa masa menunggu (iddah) perempuan tersebut adalah empat bulan sepuluh hari(QS. al Baqarah, 2: 234). Para ulama sepakat yg 4 bulan 10 hari dengan komparasi terhadap hadits hadits yang mendukungnya. Dan memandang bahwa ayat [2]: 234 telah menghapus (nasikh) t ayat [2]: 240. Penghapusan ini sebagai “naskh al-hukm duuna attilaawah”(menghapus hukumnya, bukan menghapus bacaan/tulisannya).
Ini secara tidak langsung sesungguhnya menunjukkan dimensi historisitas teks-teks al-Qur’an. bahwa apa yang dikesankan sebagai naskh sebenarnya adalah pengecualian (takhshiish) atau pembatasan terhadap ketentuan umum.
Kesan adanya dua ayat yang bertentangan dapat diselesaikan melalui cara pandang
historisitas teks, mengingat al-Qur’an diturunkan secara bertahap, dalam ruang dan waktu sosial yang berbeda dan dengan begitu juga audien yang berbeda pula.
Jadi apa yang dihembuskan JIL merupakan hasil pemahaman parsial terhadap teori Naskh
............................. \m
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment