Al Jibtu atau at Thoghut sering dipredikatkan kepada hal yang "berlebihan". Dalam ranah aqidah, thoghut menjadi sebuah terminologi anti "Syahadatain". Jelas bukan batasannya. Sedang kekinian tanpa basa basi dihantamkan pada terminologi anti "Islam Kaffah". Sehingga para pelaku aqidah kadang terkena imbas terminologi tersebut. Biasanya dikontrol oleh keperluan politik tertentu agar dapat eksis dengan membuat sebuah diversifikasi level aqidah. Kasihan mereka yang baru mengenal islam tiba tiba dipredikatin thoghut hanya karena "belum kaffah".
Akhirnya timbulah peng"kasta"an yang biasa disebut "Super ordinat" nan "eksklusif" dan "Sub ordinat" yang ditindas secara mental dengan sebutan "Thoghut". Rasululloh SAW berhak menyebut 'Darul Nadwa" atau "Parlemen Quraisy" sebagai "Thaghut" karena memang berisi 'Jama'ah anti Syahadatain". Rasululloh SAW tidak pernah menyebut "komunitas heterogen mekkah" sebagai thoghut sebeluh futuh mekkah, walaupun yang berkuasa di sana adalah 'parliement Quraisy". Sebab beliau paham di antara mereka ada saudara saudara seiman yang berjuang menyembunyikan keimanannya dari penguasa Thaghut.
Sedang kebiasaan menyebut "Thaghut" kpd sesama muslim adalah Syi'ah. mereka menyebut sayyidina Abu Bakr ra. dan sayyidina Umar bin Khattab ra. sebagai thoghut. Akankan kita meniru mereka?? hanya gara gara 'Belum sempurna" nya kekaffahan mereka lantas dengan sombongnya kita labelkan kata "Thoghut" kepada saudara saudara kita??. Islam adalah adab, yang cenderung mengajak kepada kebenaran. Islam adalah kesabaran.
Thursday, May 10, 2012
Monday, May 7, 2012
BIJAK DALAM VISUALISASI TAKFIR THOGHUT DALAM JAMBANGAN SENDIRI
Visualisasi kadar iman thoghut itu jelas. Dari segi diksi maupun literasi tingkat tinggi, ia menunjuk pada area non iman. Simpangan ekstrim visualisasi thoghut paling menyimpang tidaklah bersifat melakukan tindakan takfir dalam jambangan sendiri. Thoghut sekelas kafirun, bukan kelas takfir ashobiyyah.
Parah jika melabelkan thoghut dengan parameter ketersanggupan pelaksanaan area non aqidah. Bisa bisa hari ini, saat ini, detik ini akan terlabel milyaran thoghut hanya karena tingkat ketersanggupan pelaksanaan non aqidah yang belum sempurna. Thoghut tidak ada hubungannya dengan keterbatasan yang bersifat progresif. Ia hanya dapat dihakimi oleh nash nash aqidah. Dengan kata lain jangan sampai kita ucapkan thaghut kepada sesama muslim. Adab mana yang dipakai??. apakah Rasululloh SAW telah mencontohkan pengucapan Thoghut kepada ummatnya ???. Jauh dari hal tersebut, Rasululloh SAW lebih cenderung ke arah konstruktif adab, beliau lebih suka mendo'kan daripada mengucapkan "Thaghut" kepada sesama muslim.
Thoghut adalah ranah yang nun jauh disana............ jauh dari jambangan kita sendiri. Kejam nian jika melebel jambangan kita sendiri dengan 'branded" THOGHUT.
Parah jika melabelkan thoghut dengan parameter ketersanggupan pelaksanaan area non aqidah. Bisa bisa hari ini, saat ini, detik ini akan terlabel milyaran thoghut hanya karena tingkat ketersanggupan pelaksanaan non aqidah yang belum sempurna. Thoghut tidak ada hubungannya dengan keterbatasan yang bersifat progresif. Ia hanya dapat dihakimi oleh nash nash aqidah. Dengan kata lain jangan sampai kita ucapkan thaghut kepada sesama muslim. Adab mana yang dipakai??. apakah Rasululloh SAW telah mencontohkan pengucapan Thoghut kepada ummatnya ???. Jauh dari hal tersebut, Rasululloh SAW lebih cenderung ke arah konstruktif adab, beliau lebih suka mendo'kan daripada mengucapkan "Thaghut" kepada sesama muslim.
Thoghut adalah ranah yang nun jauh disana............ jauh dari jambangan kita sendiri. Kejam nian jika melebel jambangan kita sendiri dengan 'branded" THOGHUT.
Subscribe to:
Posts (Atom)