Jargon di atas bukan sekedar bacot, namun nyata dipopulerkan di beberapa negara barat, termasuk Jepang yang mewakili ad
at ketimuran. Alasan klasik yang melatari jargon diatas adalah kesulitan mencari dana untuk penggalangan dana AIDS, atau Fundraiser. Liberalism bebas membabat habis fenomena etika dan estetika hidup. Fundraiser yang dilakukan sungguh tidak etis, sesuai dengan jargon diatas yaitu "Breast Squeezing" (maaf artikan sendiri) dimana pendonor dana bebas meremasi buah d*d* gadis gadis yang terpilih sebagai model tau dikenal sebagai (Oppai momi) sambil memberikan sumbangan tunai kepada Yayasan penanggulangan AIDS di Shinjuku Tokyo Jepang.
Belum lagi Masturbation Marathon yang digelar di London Inggris, dengan jargon dan mekanisme yang sama. Liberalisme benar benar membabat habis etika dan estetika.
Islam memandang aksiologi sebagai “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yang tergambar dalam sebuah tujuan yaitu mendidik akhlak, perasaan seni dan keindahan pada masyarakat dan menumbuhkan pada diri mereka sikap menghormati kebenaran dan cara-cara mencapai kebenaran tersebut (sesuai dengan Islam tentunya) serta yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends).
Belum lagi Masturbation Marathon yang digelar di London Inggris, dengan jargon dan mekanisme yang sama. Liberalisme benar benar membabat habis etika dan estetika.
Islam memandang aksiologi sebagai “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yang tergambar dalam sebuah tujuan yaitu mendidik akhlak, perasaan seni dan keindahan pada masyarakat dan menumbuhkan pada diri mereka sikap menghormati kebenaran dan cara-cara mencapai kebenaran tersebut (sesuai dengan Islam tentunya) serta yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends).