Mungkin sudah merata dan meningkat anggaran militer kontra terorisme di seluruh dunia. Dan tragisnya target kontra terorisme mengutub pada penganut Rasululloh SAW. Tak dapat dipungkiri memang pelaku pelakunya adalah muslim. Dan secara kausalitas dan alibi tuduhan kembali pada kita. Pro kontra aksi syahid tak akan mengubah kausalitas dan alibi. Pro kontra tak akan hentikan " non state terorisme ini ". Karena bersifat "non state terorisme", maka para pelaku yang dikatakan "Teroris" tersebut tak akan mendapat perlindungan negara, dan siapapun dapat memasuki negara yang dijadikan sarang untuk kegiatan memberangus "terorisme" tersebut.
Bismillahi Allohuakbar........
Efek tidal non state terorisme sangatlah merugikan. Komunitas yang menjadi "co-domain" kausalitas dan alibi terorisme akan terusik. Kegiatan memberangus akan membabi buta, karena memang "non state terorisme" tidak mempunyai teritorial maupun batas batas zona ekonomi eksklusif. Bagaimana sikap terbaik untuk menghindari efek tidal non state terorisme ?, dimana siapapun bisa bermain di dalamnya?
Bismillahi allohuakbar........
kembalilah pada kelemahan kita.....
kita sering hanya "bertopik", namun kalau terjadi "lepas tangan", akhirnya "co-domain" jadi sasaran. kita hanya sering "berupdate", namun jika diringkus, akhirnya "menyanyikan" rahasia rahasia didepan tiran. Kita sering 'berwacana", namun kurang tanggap untuk menyelamatkan "Co-Domain" yang telah diacak acak oleh pemberangus.
Bismillahi allohuakbar.......
Jangan ragu, kalau sudah mantap "Berpredikat" teruskan sampai tuntas.....
Jika dalam "'iddad" teruslah hingga "berpredikat"...........
Dan hindari efek tidal non terorisme, issue ini sungguh merugikan kita.......
No comments:
Post a Comment