Wednesday, February 29, 2012

Metode Analitik Frase Akusatif HARFU AN NIDA' dan MUNADA Dalam Menghantam Gaya Isu MUNTAJ TSAQOFI milik JIL (Jaringan Islam Liberal)



Isu Muntaj Tsaqofi atau menganggap al Qur'an sebagai produk budaya yang sering dihembuskan JIL merupakan cerminan tidak pahamnya akan 'ijaz (Gaya Bahasa tertinggi dan terindah) dalam Al Qur'an sebagai Kalamulloh.

Tanpa memahami frase Akusatif Harfu an Nida' (Interjeksi) dan munada (kata yang diseru), akan menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya menjustifikasi ayat sebagai produk budaya (Muntaj Tsaqofi).

Al Qur'an sebagai (tibyaan li kulli syai’) penjelas segala persoalan inti hidup alias lengkap. Termasuk dalam diversifikasi interjeksi yang kerap mewarnai ayat ayat al Qur'an dalam memberikan perintah perintah secara langsung dan tak langsung.

JIL kerap memanfaatkan asbabul nuzul tanpa menela'ah faktor kaitan lain terhadap ayat. Mereka lupa bahwa Frase Akusatif harfu an nida' pada munada tertentu merupakan gambaran "Interjeksi Global" sebagai sebuah perinta universal. Al Qur'an sebagai "Ibtikari" atau kreatifitas, print out dari produk "Mubtakir" atau kreator.

Sebagai contoh :

Dengan penggunaan frase akusatif harfu' an nida', dan munada yang tepat, tidaklah mengherankan jika ayat-ayat Makkiyyah juga menyapa manusia dengan istilah-istilah yang terhormat tanpa membedakan ras, warna kulit, gender bahkan agama.

Para ulama al-Qur’ân mencirikan pesan risalah periode Makkiyyah, meskipun tidak seluruhnya, dengan misalnya penggunaan kata sapa (Frase Interjeksi /harfu an nida' ) “ya ayyuha annaas” (hai manusia) atau ‘Ya Banii Aadam” (hai anak Adam).

Ini dapat dibaca misalnya pada ayat 13 pada surah al-Hujuraat, “Wahai manusia, Aku ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan Aku jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku agar kamu saling mengenal".

Dengan begitu isu muntaj tsaqofi (tuduhan al Qur'an hanya produk budaya lokal dan untuk suku tertentu) terhadap sebagian ayat yang dihembuskan JIL gugur dengan sendirinya. Mereka tidak tsumul dalam pemahaman sisi gramatikal (nahwu Shorof) pada gaya bahasa al Qur'an.

..............................\ m

Monday, February 27, 2012

METODE MUFRODAT LUGHAH DALAM MENGHANTAM GAYA HERMENEUTIKA JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)


Menafsirkan Alquran secara bahasa (leksikal) itu merupakan tingkat penafsiran terendah . Termasuk JIL kerap ber-Hermeneutika dalam menafsirkan ayat ayat al Qur'an agar sesuai jaman. Gaya hermeneutika ini pertama kali dipopulerkan oleh Nasr Hamid Abu Zaid. Penafsiran "bi rakyi" atau dengan akal semata merupkan jejaring liberalis yang sok "up to date". Adalah keblinger jika tanpa dibarengi dengan disiplin ilmu lainnya seperti :

1. Paham makna mufrodat lughah,
2. Ilmu nahwu,
3. ilmu Sorof,
4. I’rob,
5. Ma’ani,
6. Badi’
7. Nasikh Mansukh
8. Asbabunnuzul
9. Penafsiran para ulama terdahulu
10.Mengetahui mana-mana yang disepakati dan yang tidak, dan sebagainya

Subhanalloh......tanpa bil ma'tsur, kacau semua. Islam liberal berpendapat bahwa Al Quran bisa di tafsirkan dengan tafsir hermeneutika karena Al Quran adalah muntaj tsaqofi (produk budaya).

Contoh soal dalam ber-Hermeneutika

Islam Liberal menyatakan bahwa perkawinan antar agama, antara seorang wanita muslimah boleh menikahi laki-laki kafir dengan berpedoman kepada ayat:

“fala tarjiuhunna ilal kuffar” al ayat. Al Mumtahanah : 10

Pemahaman Hermeneutika ala Ulil Abshar Abdala :

“Larangan kawin beda agama bersifat "kontekstual". Pada zaman Nabi, umat Islam sedang bersaing untuk memperbanyak umat. Nah, saat ini Islam sudah semilyar lebih, kenapa harus takut kawin dengan yang di luar Islam. Wanita muslimah diharamkan menikah dengan lelaki kafir karena ketika ayat ini turun sedang zaman perang, tapi sekarang bukan zaman perang maka wanita muslimah boleh menikah dengan lelaki kafir."

Tanpa pemahaman mufrodat lughah yang benar, penafsiran jadi kacau. Mereka melupakan aturan "takhshish bi al-Urf" (kontek sosio kultur) yang berupa pengecualian dan pembatasan terhadap ayat.
Yang ada dipikiran mereka adalah humanisme global yang rentan dengan hawa nafsu. Mereka lupa akan relevansi ayat atas mufrodat lughah yang berupa :

1. konteks inti (Muqtadhayât al-Ahwaal)
2. kondisi bahasa (nafs al-khithaab)
3. konteks mukhâthib (author)
4. konteks mukhâthab (audience)

Nah, ketahuan belangnya, mungkin Ulil perlu kaji ulang tentang Mufrodat Lughah. Dan perlu belajar ulang tentang "bil ma'tsur".

METODE TASAWWUR DALAM MENGHANTAM JIL (Jaringan Islam Liberal)


Contoh Teknik Sederhana Bagaimana Ilmu Mantiq (Metode Tasawwur (Konsep) dengan Natijah/konklusi dan penggunaan Muqadimah Kubra/Premis mayor dan Sughra/Premis minor Dalam Menghantam Jaringan Islam Liberal (JIL)

Tafsir Ayat Jilbab, (al-Ahzab [33]: 59)

Proses Tasawwur (Konsep) yang benar akan menghindarkan kita pada pola pemikiran Liberalis yang merusak alur logika. Dengan menggunakan DILALAH (alat uji hipotesa) lafadziyah dan ghairu lafadziyah serta Qadhiyah (proposisi), kita akan sampai pada Tafsir Mantiqi yang lurus serta menghantar kita pada proses pengambilan dalil (Istidlal) yang benar pula.

Qadhiyah qadhiyah dalam Qiyas :

1. MUQADIMAH SUGHRA (PREMIS MINOR)

Yaa ayyuhaa an-Nabiyy qul li azwaajika wa banaatika wa nisaa' al-Mu'miiniin.

(Hai Nabi, katakanah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin).

Tasawwur dari ayat diatas :

A. Istidlal Istiqra’iy : Menarik hukum secara kronologis subyektif untuk mendapatkan universalitas dalil. Subyek Tasawwur dari ayat diatas adalah :

a. Istri istrimu
b. Anak anak perempuan mu
c. Istri orang Mukmin.

Ketiga subyek di atas merupakan Dilalah yang jelas (Lafadziyah), tidak ada Qiyas sedikitpun ataupun ambiguitas tentang (Istri istrimu, anak anak perempuanmu maupun Istrti orang Mukmin). Jadi jangan coba coba menggunaan Dilalah Ghairu Lafadziyah termasuk JIL (Jaringan Islam Liberal) tidak bisa seenaknya ber Dilalah ghairu lafadziyah, termasuk memasukkan tasawwur "adat" dalam ketiga Subyek diatas, kata tegas yang membatalkan Tasawwur jilbab itu adat fashionship arabiyah adalah "Istri orang Mukmin". Mukmin yang global.

B. Ayat diatas merupakan seruan (Khitab) yang mengandung unsur wajib.

2. MUQADIMAH KUBRA (PREMIS MAYOR)

yudnina 'alayhinna min jalabiibihinna

(hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka)

3. NATIJAH (KONKLUSI)

Dzaalika adnaa an yu'rafna falaa yu'dzayn

(Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu).

Dengan demikian dengan metode apalagi JIL dan antek anteknya menggugat ayat, jika tetap dilakukan maka akan terlihat kebodohannya dalam ber Hipotesa.

Monday, February 20, 2012

KAJIAN STRATEGIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN DALAM ISLAM


Salam 'alaykum
salam \m

PENGERTIAN TAJASSUS

"Tajassus" adalah mengorek-ngorek suatu berita. Secara bahasa bila dikatakan, "jassa al-akhbar wa tajassasaha", artinya adalah mengorek-mengorek suatu berita. Jika seseorang mengorek-ngorek berita, baik berita umum maupun rahasia, maka ia telah melakukan aktivitas "tajassus" (spionase).

Orang semacam ini disebut jaasus (mata-mata). Suatu aktivitas bisa terkategori tajassus (spionase), jika di dalamnya ada unsur mengorek-ngorek (mencari-cari) berita. Sedangkan berita yang dikorek-korek (dicari-cari itu) tidak harus berita rahasia. Akan tetapi semua berita, baik umum maupun rahasia. Walhasil, tajassus adalah mencari-cari berita baik yang tertutup, maupun yang jelas. Intelijen dan kontra intelijen berfungsi untuk memberikan fungsi informasi akurat seperti :

1. Logistik
2. Sumber air
3. Taktik perang
4. Jumlah kekuatan musuh
5. Pemecahan kode dan sandi


OPERASI TAKTIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN JAMAN RASULULLOH SAW

Rasulullah Saw pernah memerintah ‘Abdullah bin Jahsiy untuk memata-matai orang Quraisy dan Thaif, dan mengabarkan berita tentang mereka kepada Rasul. Riwayat ini menyatakan bahwa Rasulullah Saw, telah meminta shahabat untuk melakukan aktivitas spionase, yakni wajib bagi ‘Abdullah bin Jahsiy sebagai pimpinan rombongan saat itu. Dengan demikian, tuntutan untuk melakukan spionase bagi amir jama’ah, yakni ‘Abdullah bin Jahsiy (dinisbahkan kepada negara) adalah pasti, sehingga hukumnya wajib, sedangkan bagi kaum muslimin tuntutan tidak pasti, sehingga hukumnya jaiz (boleh). 

Hadits ini menunjukkan kepada kita, bahwa hukum memata-matai kafir harbiy adalah wajib bagi negara, sedangkan bagi kaum muslimin adalah jaiz. Dalam militer fungsi Intelijen dan kontra intelijin adalah jenis dari OPERASI TAKTIS yang menganut asas intelijen,

Yaitu 

1. anticipation (mengatisipasi),

2. detection (mendeteksi), 

3. identification (mengidentifikasi), 

4. warning (memperingatkan).

Kegiatan memata-matai (tajassus) merupakan rangkaian usaha strategis dalam kontra intelijen. Termasuk didalam sikap intrograsi terhadap musuh yang telah tertangkap. Kontra Intelijen  yang terhebat dalam sirah nabawwiyah adalah saat perang Ahzab atau khandaq. Koalisi Kafir Quraisy dan Yahudi bani Quraidha dihancurkan oleh operasi intelijen Rasululloh SAW dengan mengutus Intel Nu'aim bin Mas'ud.

Beliau berhasil menyusup ke dalam pasukan koalisi dengan menghembuskan tipu muslihat serta kekacauan strategi militer. Tak hanya itu, intel kedua pun disusupkan yaitu Hudzaifah bin Al Yaman yang diberi gelar  Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah) untuk menambah kekuatan perang urat syaraf dan memporak porandakan informasi di pihak musuh serta memecah belah kekuatan koalisi. Intel intel handalan lainnya seperti Abdullah bin Abi Hadrad Al Aslami, penyusup perang Hunain,  Abdullah bin Rawahah pada perang Mu'tah.

Beliau bersabda kepadanya, “Wahai Hudzaifah, pergilah, lalu menyusuplah ke tengah-tengah mereka, selanjutnya perhatikan apa yang mereka kerjakan. Dan kamu jangan melakukan sesuatu apapun sampai kamu kembali kepada kami!” .

Pecahnya koalisi Quraisy-Yahudi merupakan hasil dari operasi Intelijen dan kontra intelijen, ditambah lagi Nasrulloh (bantuan Alloh berupa pasukan malaikat serta angin ribut) membuat mereka kocar kacir. Prinsip operasi intelijen dan kontra intelijen adalah tipu daya. Dan sesungguhnya perang adalah tipu daya, sebagaimana Rasululloh SAW sabdakan. Dalam tipu daya informasi ini sudah tidak memandang lagi prinsip prinsip berkata baik dan jujur lainnya agar tujuan utama kontra intelijen terlaksana seperti :

PRINSIP YANG TIDAK PERLU DIPATUHI DALAM KONTRA INTELIJEN

1. Qaulan sadidan (perkataan lurus)
2. Qaulan kariman (perkataan baik
3. Qaulan Balighan (perkataan jelas
4. Qaulan masyuran (perkataan mudah dimengerti)
5. Qaulan layyinan (perkatan lemah lembut)


TAURIYAH (BERBOHONG DALAM KONTRA INTELIJEN)
Dalam operasi intelijen dan kontra intelijen, menyembunyikan identitas adalah hal mutlak diperlukan. Sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW saat bertemu dengan laki-laki Badui, ketika beliau bermaksud mengorek keterangan. Kepada lelaki itu beliau tidak terus terang menjawab bahwa beliau adalah Rasulullah SAW, walau laki-laki itu bertanya. Beliau hanya jawab “Dari air…”, maksudnya diciptakan dari air mani.
Yang dilakukan Rasulullah SAW tidak bisa disebut kebohongan, tapi inilah yang disebut tauriyah, yakni mengungkapkan fakta, walau fakta itu bukan fakta yang diinginkan oleh lawan bicara.
Adapun berbohong dalam arti sesungguhnya, yakni mengungkapkan hal yang berbeda dengan fakta, Imam Al Ghazali yang diikuti oleh Imam An Nawawi, dalam Al Adzkar (hal. 608-610), menyatakan kebolehannya, jika dilakukan dalam peperangan dan untuk kemaslahatan umat Islam. Tapi ada satu syarat: bahwa itulah satu-satunya cara.

PEMECAH KODE

Pemecahan kode dan jejak kerap juga dilakukan oleh Rasullulloh SAW dengan mengandalkan para pemecah kode seperti sahabat Karz bin Jabir. Sandi sandi yang pernah digunakan dalam pasukan rasululloh SAW seperti

1. Dalam pertempuran Khandaq dan Bani Quraidhah, pasukan Muslimin menggunakan sandi, “Haamiim, la yunsharun.”

2. Dalam pertempuran melawan Bani Malmuh, yang dilakukan malam hari, digunakan sandi, “Amit..amit.”, yang maknanya, “bunuhlah…bunuhlah”.
3. Dalam Fathu Makkah, perang Hunain dan Thaif sandi yang digunakan kaum Muhajirin adalah “Ya Bani Abdirrahman,” sedangkan sandi kabilah Khazraj adalah, “Ya, Bani Abdillah,” dan sandi kabilah Aus adalah “Ya Bani Ubaidillah.”
4. Padapertempuran lain Rasulullah SAW saat melepas pasukan kecil yang dipimpin oleh Talhah, beliau bersabda, ”Sandi kalian Ya Ashr. Ashr bermakna sepuluh, menggunakan sandi ini karena jumlah mereka sepuluh orang.

SIFAT DASAR SEORANG INTEL
1. Amanah
2. Militan
3. Cerdas
4. Tanggap
5. Tenang dalam pembawaan

Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi dalam mengembangkan intelijen pada skala apapun, minim kita piawai dalam menyaring berita, serta menyampaikan kembali. 
amin.
wassalamu'alaikum wr wb.





Saturday, February 18, 2012

KAJI UJI KINETIK DAN AERODINAMIKA PEDANG RASULULLOH SAW "DZULFIQAR"


“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR"

Inspired by Johan Yusuf pic tagged in my timeline.


Salam 'alaykum
Salam \m

Pedang fenomenal ini berjaya dalam laga jihad segala medan, baik duel maupun sistim perang frontal, taktik satu lambung, ataupun dua lambung, khususnya dalam membobol benteng terkuat Yahudi di Khaibar.

Tanpa taklid buta, kultus pribadi ataupun ashobiyyah kepada Sayyidina Ali Karamallohu wajha, kita coba bedah kinetika dan aerodinamika pedang dzulfiqar.

a. Tampilan Fisik

Menurut ilmu pedang, Dzulfiqar bergenre "Curved Short Hilt Single Bladed" atau Pedang lengkung sisi tajam tunggal bergagang pendek". Genre ini biasa mendominasi jenis pedang Arabia. Mungkin pengaruh "Art Stream " Arabia yang cenderung menhgadirkan kultur Hilal, lihat saja pada ujung sepatu Aladin, alegori lambang bulan sabit ataupun pada pola arsitektur bergaya dome pada bangunan bangunan di arabia. Pada batang pedang tertulis hizb "“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR", entah sudah ada sejak jaman Rasululloh SAW, atau diukir sesudahnya.

b. Sisi Aerodinamika "Single Hilt and Double Pointed Sword"

Pedang Dzulfiqar memiliki dua titik tajam pada ujung pedang (Double pointed) yang merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh genre pedang lainnya. Dengan "double pointed" ini semakin memaksimalkan kinerja aerodinamika jenis pedang "Single handed grip" atau pedang satu tangan yang biasanya ditujukan untuk memaksimalkan fungsi tebasan. Kinerja aerodinamika mengacu pada gaya angkat dan gaya hambat gelombang. Cocok untuk serbuan kavaleri maupun duel satu lawan satu.

Pada umumnya pedang berujung single point. Dengan menambah insersi pada ujung utama menjadi "Graded Sharp Point" membuat gaya gesek udara mencapai tingkat minimal setelah mencapai kecepatan terminal maksimal. kecepatan ini dicapai setelah amplitudo sebanding dengan gaya hambat dengan arah yang berlawanan. Jadib dapat dikatakan mempunya nilai "Airfoil" yang tinggi, dengan nilai koefesien distribusi tekanan (cp) dan koefesien lift (cl).

c. Sisi Kinetik Sentrifugal dan Sentripetal

Dengan bentuk fisik "Front weighted" atau pola berat di ujung (akibat dari model hilt (gagang pedang) yang pendek), maka disaat melakukan tebasan terjadilah kinetika sentrifugal (Fs)atau efek semu melingkar ke dalam pusat gaya untuk menambah kestabilan daya cengkeram gagang pedang dan kekuatan tebasan yang bisanya terhambar oleh gaya pelawannya yaitu gaya sentrifugal. Sebagaimana konsep newton, F=m.a

d. Daya Insersi Tingkat Tinggi

Dengan bentuk ujung yang berujung lancip ganda maka daya robekpun meningkat. Tidak hanya meninggalkan (Key Hole Surgery) dalam istilah ilmu bedah kedokteran yang berarti lubang kecil tapi sudah pada level Davinci Surgery Insersion, atau mengoyak ngoyak seluruh jaringan epidermis sebagai jaringan pertama yang dibabat.

Semoga bermanfaat dan semakin mencintai peninggalan peninggalan Rasululloh SAW dan mengambil pelajaran positif.

Allohumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad.

Wassalamu'alaykum wr.wb.

MEMEMBONGKAR "SATANIC INTERJECTION PHRASE" PADA GAYA "UMPATAN" DALAM LIRIK LIRIK SYMPHONIC BLACK METAL DAN GOTHIC YANG BERSASTRA ELIZABETHAN ENGLISH (ARCHAIC)



Salam 'alaykum
Salam \m

“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” [QS.Al Baqarah : 83]

“ Dan katakanlah kepada Hamba-hambaKu, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)” [QS. Al Israa’: 53].

Mengumpat berkorelasi dengan AL GHEEBAH, menggunjing, membentak maupun menghardik dan ini merupakan penyakit ruh akut yang harus disembuhkan. Dan jauh dari kata kata ikhsan. sebuah pantulan ahklaqul mazmumah, yang mengeksplor sifat "ananiyah" atau "Keakuan".

Lirik lirik ghothic syaitonniyah banyak mengeksplor gaya bahasa umpatan elizabethan english tingkat tinggi, sehingga sulit mendeteksi dengan kekuatan COMMON ENGLISH pada tataran "discoure analysis" sekalipun.

Disini saya sedikit membantu untuk mengungkap sebagian kecil gaya gaya umpatan setan tersebut, moga bermanfaat dalam menghindar al gheebah yang satanik tersebut. Inilah Beberapa SATANIC INTERJECTION PHRASE dalam gaya ELIZABETHAN ENGLISH. Semua phrase dibawah ini mempunyai arti konotatif negatif dan bergenre " non " qoulan kariman, qoulan balighan maupun qoulan ma'rufan.

1. Thou lump of foul deformity !
2. Thou misshapen Dick!
3. Thou odoriferous stench, sound rottenness !
4. Thou sodden witted Lord !
5. Thou unfit for any place but hell !
6. Base slave, thy words are blunt, and so art thou!
7. Beg that thou may have leave to hang thyself !
8. Bite him to death I prithee !
9. Damn her, lewd minx !
10. Fie, thou dishonest Satan !
11. Go rot !
12. Go thou and fill another room in hell !
13. Away!, Thou art poison to my blood!
14. Leave thy vain bibble-babble!
15. So, thou common dog, didst thou disgorge thy glutton bosom !

Semoga kita masuk ke dalam golongan "qoulan masyuran dan qoulan layyinan" yaitu golongan orang orang yang berkata pantas dan lemah lembut.

Wassalamu'alaykum wr wb

Friday, February 17, 2012

KAJI LIRIK GOTHIC PADA "ELIZABETHAN ENGLISH".

KAJI LINGUSTIK LIRIK GOTHIC PADA "ELIZABETHAN ENGLISH". 

Salam ‘alaykum
Salam \m

Dominasi Elizabethan English (Archaic) terlihat penuh dalam linguistik lirik lirik Gothic. Kitapun punya kesempatan sama di dalam membuat dan memahami lirik tersebut dengan sedikit mengkaji kunci kunci penting kebahasaan. Dan tidak lupa juga kita berusaha membabat habis celupan celupan satanis (Sibghatus syaitoniyyah) nya.
Inilah beberapa kuncinya, moga bermanfaat.

a. KUNCI GRAMMAR

Aturan “Ing-Form”

Untuk membentuk 'ing-form' dlm Elizabethan English (archaic) adalah sbb:

1. Hilangkan 'to be' pd masing-masing subject.
2. Ganti 'ing' dgn akhiran (suffix) 'ith'.

Contoh :

dashing - dashith
Eating - eatith
Loving - lovith

contoh lirik :

'I dashith thine sword upon thy head, Allohuakbar. !!

Sama artinya dgn “I am dashing your sword on your head', Allohuakbar !!

Pengembangan selanjutnya adalah sebagai berikut :

ketika verb dikonjugasikan dengan "thou", tambahkan "est" diakhir.

example :

1. Thou had'st
2. Thou wantest
3. Thou speakest

"Thou" = Singular subject
"Thee" = Singular object
"Ye" = Plural subject
"You" = Plural object

For third-person singular, add "th"

1. he sayeth
2. she wanteth
3. Ahmad speaketh


"ye" is plural subjective, "you" is plural objective
Imperative need to add "ye" at the end:

Go ye = Hear ye!
bandingkan dengan : Go! Hear!

b. KUNCI PRONOUN (KATA GANTI)

1. ye (personal pronouns subjective)- you (personal pronoun objective)-KAMU = untuk archaic formal.

2. thou (personal pronouns subjective)- thee (personal pronoun objective)-KAMU=untuk archaic informal

sedang untuk possessive pronouns

1. kita gunakan "thine" (untuk subject You) bila berhadapan langsung dengan vowels.
2. kita gunakan"thy" (untuk subject You) bila berhadapan dengan consonants.

contoh:

- Ye are happy because of thy beautiful munajah.
- Ye are sad because of thine akhlaqul mahmudah.


c. KUNCI TOBE

Penggunaan tobe dalam archaic pronoun juga beraturan seperti di bawah ini :

1. Untuk subject( She, He,it) kita gunakan tobe (hath atau doth) contoh : he doth drinking water.
2. Sedang untuk (thou/you) kita gunakan tobe (art, hast, dost, shalt, wilt) contoh : thou art sleeping.

Aturan verb ending khusus untuk kata kerja yang berakhir pada huruf "e" dalam grammatical archaic juga beraturan sbb;

1. Untuk Thou(you) kita gunakan akhiran (est) contoh : Thou makest the trouble.
2. Untuk (he,she dan it ) kita gunakan akhiran (eth) contoh : he maketh the trouble

contoh lainnya :

Thy rod and thy staff they comfort me.

Thou preparest a table before me in the presence of my enemies.
Thou anointest my head with oil.
My cup runneth over.

For thou art with me

Our faith, who art in Jannah,
Hallowed be Thy name,
Thy kingdom of Khilafah come,
Thy will be done...

Go ye therefore and teach all nations....

d. KUNCI HURUF

Ada beberapa huruf yg dpt saling menukar kedudukannya dlm Elizabethan English.
Huruf huruf tsb adalah sbg berikut :

U dan V
I dan J
V dan W.

Contoh:

Huruf U dan V
-Pada kata 'Bvlgary' dpt saling bertukar 'interchangable' dgn 'Bulgary'.

-kemudian 'Folk dapat saling ditukar dgn 'Volk'





E. KUNCI THE EIGHT PARTS OF SPEECH ELIZABETHAN ENGLISH



beberapa kata dalam elizabethan grammar yang asing dan yang sudah umum.

Withal
With

Marry
Indeed

Sirrah
A way to address a servent

What
Oh

Hie
Hasten; Speed

Ho
An exclamatory word



Art
Are

Dost
Does


Canst
Can

Is't
is it

'tis
it is

Wilt
Will

Wert
E'en
Even

Hither
Here

Thither
There

Whither
Where
Though
Yet; Still; All the same; Notwithstanding; Even if; In spite of the fact

Through
In one side and out the other; In the midst of; By the way of; From beginning to end; Throughout

Thorough
Complete

Thorough
Complete

E'er (Sounds like "air")
Ever

Wherefore
Why

Where
At what place


Were
Meaning was, used with plural subject


We're
We are

Wear
To put on clothes

These are words that are commonly used inelizabethan

  • 1. ADIEU~ farewell
  • 2. AN, AND~ if
  • 3. ANON~ soon
  • 4.ATTEND~ listen to
  • 5.AYE~yes
  • 6.BUT SOFT~ wait a minute, hold on
  • 7.BUT~only, except for
  • 8.COUNSEL~advice
  • 9.DECREE~order
  • 10. DISCOURSES~ speaks
  • 11.DISPATCH~kill
  • 12.DOTH~does
  • 13.E’EN~ even
  • 14.E’ER~ever
  • 15.FOE~enemy
  • 16.HAPLY~ perhaps
  • 17.HAPPY~fortunate
  • 18.HEAVY~sad, depressed
  • 19.HENCE~away from here
  • 20.HIE, GO~ hurry
  • 21.HITHER~here
  • 22.MARK~ pay attention
  • 23.MARRY~indeed
  • 24.METHINKS~I think

Contoh beda lyrics dengan elizabethan english

Kajian Archaic lirik lagu 'Cassandra' dari 'Theatre of Tragedy'


Kajian ini melibatkan analisa archaic (kosa kata 'old english)' yg banyak ditemukan dalam sastra dan mithology kuno. Termasuk dlm kisah cinta Cassandra pd lirik lagu ini. Mitologi yunani sangat kental mewarnai tema lagu ini. Kata kata archaic seperti kata 'bane' yg sulit ditemukan dlm kamus konvensional yg berarti 'poison'.
Perhatikan pada lirik:
'Yet the kiss and breath-Apollo's bane'.
Dimana Apollo sang dewa perang yunani memuntahkan saliva (air liur) beracun pd gadis yg dicintai 'Cassandra'. Hal ini dia lakukan krn tau kalau cinta Cassandra adalah pura pura, dan menang Cassandra si anak Zeus tidak mencintainya. Sebuah tragedi cinta yg diselingi kisah penyerbuan Troy dgn teknik militer terkenalnya yaitu 'Trojan Horse'. 



Selamat merangkai lirik, moga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr wb.

EMPIRIS EMO-DEPRESIF DAN "NIYAYAH" DALAM ALTER SUFISME

EMPIRIS EMO-DEPRESIF DAN "NIYAYAH" DALAM ALTER SUFISME

Dengan berbesar hati kita terima segala aliran musik, termasuk yang hiper depresif pun kita arahkan pada empiris yang hasan, empiris yang komunal dan familiar dengan risalah. 

Biarpun cordnya menghentak hentak kita dapat dirasakan "sense of depressive" pada liriknya. Semua genre dan subkultur tak dapat dipungkiri pasti bersinggungan dengan "sense of depressive", mau skinhead, metalhead, rastafarian, rockabilly, rocksteady,hardcore, rudeboy, rock n roll hiphop hingga dangdut sekalipun.

Yang menjadi permasalahan adalah mengarahkan "sense of depressive" atau sejenisnya pada hal positif hingga tidak terkesan 'Niyayah" (Meratap berlebihan yang dilarang dalam risalah) hingga kita terhindar dari apa yang disebut dengan golongan peratap atau 'al Tawwabun".

Sebaik ratapan hanyalah rintihan do'a kepada Alloh Azzawajallah.
Alter sufisme merupakan salah satu saluran yang komunal dengan risalah. Tanpa ada rasa Ashobiyah, dapat kita katakan depressif yang baik adalah sufisme. Gaya redaksi ratap dan rintih berbalut do'a do'a memang style dari alter sufime ini. Banyak band band yang berkiblat pada style in, walau tak seratus persen, dan kadang juga tercampur dengan visi lainnya.

Kita ambil contoh milik MOSES BANDWIDTH -LAYLA MAJNUN pada penggalan lirik dibawah ini :

Diufuk hudaibiyah tersirat rintihan tangis....
Kau tiup siluet nafasku pada senja terbentang...
Seuntai anganku terkenang....

Riuh air membisikan kalbu yang rapuh...
Janganlah bercermin dilautan keruh....
Meratap diantara nurani yang mengeluh....
Rengkuh sujud laila Menyimpan tangismu..
Satu nama senantiasa utuh dalam perihmu.."

Menepilah kembali dawai untuk laila...
Perasaan cinta dari majnun...

Moses Bandwith mencoba ber "depressive" dengan alter sufism, dan kita paham mauidhotin hasanah dan 'itibar dari lirik kisah "Para Pecinta" diatas adalah 'Hubbulloh" yang "Sirr".
....................... \m

Tuesday, February 14, 2012

TERROR MANAGEMENT DALAM ISLAM

'Terror Management' tak dpt dipisahkan dlm menghadapi kontra inteligen sebuah qoryah (lingkungan). Sebagaimana sabda Rasul saw, bahwa perang adalah tipu muslihat. Adalah hal wajar dlm menjalankan 'Terror Management', dgn tujuan akhir meruntuhkan syu'ur (perasaan), maufiq (sikap), dan suluk (aktivitas) pihak musuh. Apalagi sekarang gencar adanya DERADIKALISASI yang termasuk juga dalam taktik TERROR MANAGEMENT, dimana isu radikalisme diempiriskan dengan AKSI KEKERASAN.


 Umat Islam telah distigmasi oleh program in, katanya program deradikalisasi juga bisa berkenaan dengan proses menciptakan lingkungan yang mencegahtumbuhnya gerakan-gerakan radikal dengan cara menanggapi “root causes” (akar-akar penyebab) yang mendorong tumbuhnya gerakan-gerakan ini. Kita tidak boleh kalah, kita terror balik dengan cara pengembaliaan citra Islam yang hasan dan rahmatan lil 'alamin, dengan hujjah yang murni, tanpa embel embel liberalisme yang menambah parah keadaan. Salah satu terror kejam adalah menyempitkan istilah Thagut. Meraka mengartikan thagut sebagai (Anti Islam), padahal, thagut disini adalah menunjuk pada karakter "keberhalaan". 


 Karakteristik (khashaisud) teror adalah 'raising for fear factor' dimana kita berusaha menciptakan 'assasin character' , 'guilty feeling' terhadap musuh kita. Sirah Nabiwiyah mengajarkan Terror Management dgn baik dlm setiap aksi aksi militer pasukan muslim. Termasuk dlm teriakn 'takbir-Allohu Akbar' adalah salah satu contoh 'terror management' yg ampuh untk 'soul and spirit destruction' di pihak musuh.
Allohuakbar ! Salam satu jari !



Monday, February 13, 2012

AUDITORY OTAK KANAN DEATH METAL COCOK UNTUK TREATMENT ISLAMOPHOBIA


Islamophobia merupakan salah satu gejalah phobia (ketakutan) yang tidak tercantum dalam daftar phobia dalam ilmu jiwa. Islamophobia adalah ketakutan yang tidak mendasar terhadap Islam, khususnya yang berhubungan dengan aplikasi syariah dan jihad. Ketakutan distimulasi dengan output dan stigmasi yang menyeramkan terhadap aplikasi syariah dan jihad. Seolah Islam itu adalah bombing dan qishash. Islamophobia tidak hanya menjangkit orang orang  ghairul islam, namun telah mewabah sebagai pandemi (global) yang akut. Symptom (gejala) Islamophobia terlihat pada pribadi pribadi yang antipati terhadap risalah Islam, dari memusuhi hingga sabotase sabotase pemikiran (Ghazwul fikr).

Treatment Islamophobia bermacam macam, mulai dari tarbiyah ala pondok pesantren hingga gaya street fighter yang unik, termasuk dari komunitas musik yang sepertinya lagi ngetrend dan booming. Pada kali ini saya akan mencoba menilik sisi stimulasi AUDITORI OTAK KANAN DEATH METAL terhadap treatment ISLAMOPHOBIA.

Mekanisme kerja belahan otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Cocok dengan karakter DEATH METAL, cepat, akselerasi speed rhytm gitar yang tinggi ,selipan melodi gitar yang samar-samar dan lama-lama berubah menjadi alternate picking dan tremolo picks. Serta distorsi yang banyak memainkan power cord. Double bass drum yang sangat bertenaga, dan diimbangi dengan pukulan Snare Drum dengan gaya meledak-ledak .Karakter ini cukup kuat untuk mendobrak kebuntuhan akal lewat sistim pendengaran (Auditory). Tinggal penanaman tarbiyah lewat lirik, maka sangat efektif untuk BRAIN WASHING islamophobia.

Otak kanan spesialisasinya diarahkan pada hal-hal yang bersifat non verbal seperti perasaan dan emosi, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, keindahan, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi. Sehingga mudah mengingat sesuatu, termasuk treatment treatment ISLAMOPHOBIA.

surat Al Mukmin ayat 67, dalam proses penciptaan manusia hingga lanjut usia, semua organ tubuh dan kondisinya dilukiskan sebagai obyek pasif sedang akal (otak) diperlakukan sebagai obyek aktif.

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai pada kedewasaanmu, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu smpai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu mengerti (‘ta’qiluuna’). (Surat Al Mukmin ayat 67).

Kata ‘ta’qiluuna’ banyak terdapat dibeberapa ayat dalam Al Qur’an yang memiliki makna perintah atau amar agar manusia berusaha untuk menggunakan akalnya dan memanfaaatkannya pada posisi diaktifkan (‘on’ – ‘activited’) agar mengerti hakekat kejadian dan memahami hikmah rangkaian dengan kejadian sebelum dan sesudahnya serta kejadian-kejadian lain disekitarnya. Treatment auditori deathmetal hampir sama sistimatika kinerjanya dengan treatment adzan pertama saat bayi lahir

Saat bayi dilahirkan otaknya akan mendapat rangsangan pertama dari pengaruh luar, dimana akan terekam getaran-getaran lembut pada auditory. Kesempatan inilah yang agaknya banyak dimanfaatkan orang tua atau ayah dari anak yang baru lahir dengan kumandang alunan adzan ditelinga kanan dan kiri sebagai tulisan atau sibghoh (celupan)/ sibhotulloh (Celupan Ilahi)  pertama yang paling dekat dengan fitrah auditori.


Sunday, February 12, 2012

DEFERENSIAL AL GHARIBIYAH

siapapun berhak menyandang gharib, sekalipun hingga level sakran..:-D, tidak ada paksaan dlm berjama'ah menebar ma'ruf dan membungkam bangsat. Alasan koordinasi bukanlah kulminasi. Sampai pada eselon nabawiyah pun terlihat kebebasan yg absolut dlm berjama'ah.


 Hingga tingkat hijrah pun Rasululloh saw pernah memberikan opsi-opsi kebebasan untk kembali ke Mekkah. Aneh jika ada jama'ah yg berbau2 gharib memberikan batasan hiper ketat untk bergabung dgn jama'ahnya, sangatlah terkesan super eksklusif. Mereka lupa tahap awal yg berupa akhlaq. Ketundukan ada di akhlaq dan keikhlasan. Redaksi kalimat dan tutur kata juga sering overleaping.


 Faktor kumulatif (jumlah anggota) kadang melupakan mereka tentang akhlaq. Euforia sesaat lebih dominan dibanding kaji keilmuan dan akhlaq. Faktor show of force kadang premature dlm pembuktian kemampuan resistansi. Kasihan bagi mereka yg blm siap ataupun yg sudah siap dgn ekstrimnya melompat lompat dlm marhalah dakwah yg kadang mereka tdk mengerti esensinya. Wallahu 'alam bi showab.:-D 

Saturday, February 11, 2012

Para Guardian Al Balagh


Subhanalloh......

“Jagalah benar benar Al Quran ini, demi Yang jiwaku berada di TanganNya, Al Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya.” (al Hadits)

Reward bagi seorang Hafidz El Qur'an Kareem dari Nabi SAW yang pernah diberikan kepada sahabat penghafal quran adalah prioritas kepada para syuhada Uhud dengan mendahulukan pemakamannya, serta prioritas pengiriman delegasi Rasulullah SAW dengan memilih orang yang paling banyak hafalannya. Juga sebagai salah satu parameter untk menjadi Imam sholat. Penghafal penghafal al Qur'an yang tangguh tak selalu keluaran pesantren penghafal al Qur'an. Siapapun bisa, karena niat baik, insya Alloh akan dilancarkan jalannya. Kunci hafal adalah hati bersih. Kurangi maksiat, agar rangkaian lobus lobus pada otak mudah merekam setiap ayat ayat suci tsb.

AMBANG BATAS KERAHIBAN


islam menghindari kerahiban (ekstrimisme akut). Alloh Azzawajallah menghendaki 'kepatuhan' bukan pada 'penyiksaan diri' dlm beribadah. Hal ini diwakili oleh 'penghindaran fluktuasi ambang batas' yg dicontohkan oleh Rasululloh Saw, seperti kadang ia puasa sunah terus menerus, kadang pula berbuka terus.

 Seolah ia menyampaikan pesan untk menghindari 'kerahiban'. Penghindaran ini sebagai upaya 'menginsankan' manusia. Sama halnya ketika ia menyurutkan intensitas tarawih berjamaah di masjid, menjadi tarawih pribadi di rumah. Begitu pula urusan libido, tdk ada kerahiban dlm islam, menikahlah.Faktor 'sami'na wa wa atho'na adalah faktor kemudi peribadatan dlm islam. Seperti dlm peristiwa penyerbuan khaibar, Rasul melarang sholat ashar sblm mencapai khaibar.

 Mereka hanya sami'na wa atho'na, tanpa bersikukuh untk sholat ashar. Jadi ndak ada kerahiban atas sebuah peribadatan, absolusitas yg terkuota. Contoh lain ketika mengantuk, rasulpun menyuruh tidur dulu, baru lanjutkan sholat. Begitu pula urusan puasa, musafirpun boleh berbuka, saat beliau contohkan dlm perang badr.

Friday, February 10, 2012

GENETIKA USHUL

Ali Imran yg khas, mari kita menyisir bacaannya dgn ringan. Ayat demi ayat yg cenderung penuh dgn bacaan Mad (panjang),baik Mad Thobi'i ataupun Mad Far'i, seakan memberikan kesempatan intake (pengambilan) oksigen ke dalam pulmones (paru paru). Repetisi bacaan Mad (panjang) yg membuat ayat ayat ber 'jawwada' (elok),juga memberikan latihan kapasitas maksimal sistem respirasi kita. 


Sehat ! Pembakaran lemak yg efektif ! Akhirnya ku terngiang pada ayat 110, yg sudah anda kenal semua, yg sudah sering dijadikan andalan dlm menggenjot resistensi, tapi sering juga kedodoran krn memang kita belum bisa berbuat apa apa, selain mulut emberrrr (termasuk saya:-D). AYAT tersebut adalah 'kuntum khairo ummah,ukhrijat linnaas, ta'muruuna bil ma'ruf watanhauna 'anil munkar watukminunabillaahi..'. Kita sebaik ummah, bukan klan Arya yg germanic, bukan klan Israel yg aramic. 


Namun Alloh memberikan pangkat genetika terbaik kpd kita, muslim. ! Bukan perhitungan teori Mendel, bukan pula teori DNA MITOKONDRIA ataupun gembar gembor rekayasa genetika, tapi ummah terbaik itu adalah kita, muslim ! Namun apa lacur, hanya terhenti sampai di Turki, sejalan dgn runtuhnya kekhalifaan tersebut, jayalah klan klan hebat dunia, seperti Arya dan Israel ! Mengembalikan amanah genetika robbaniyah tidak dgn tinjauan medik. Tidak perlu bangga dgn gen dominan ataupun takut dgn gen resesif. 


Siapapun dr muslim berhak melecutkan diri sbg genetika robbaniyah dgn iman dan taqwa ! Berat ? Memang berat... Akan ada sakit, pedih, sedih, sekarat, mati, darah, kepayahan..namun itu jalanNya. Dharma bakti pada sang Khaliq adalah jalan kepedihan, no pain no gain. Mulailah dr rasa pedih yg ringan...salam satu jari ! Hehehe