Al athoo al fikry salam satu jari cukup mengguncang sosiologi kontemporer dunia musik dan lingkungannya. Syed Farid Alatas dari National University of Singapore memberikan review kekuatan al athoo al fikry yg dimiliki ole ibnu khaldun, punggawa sosiologi dan biologi muslim. Kekuatan ini kita implikasikan dgn kontemporer sosiologi 'salam satu jari' yg digulirkan oleh kelompok sosial musik. Kekuatan at tadhiyah (pengorbanan) hijrah kelompok musik haluan cadas dan subordinatnya cukuplah menjadi bukti adanya evolusi-pre revolusi kontemporer sosial dunia musik. Mereka melakukan sebuah al bina' struktur pesan moral musik dari juhala (kegelapan) menjadi pesan pesan da'wah atraktif (al athoo al fanny). Syed Alatas dr NUS Singapore memberikan nilai 'the superiority of tribal social solidarity' atau 'asabiyyah. Solidaritas komunitas ini merupakan 'nomadic society' yang kerap menjadi ciri komunitas sosial musik. Kekuatan menjadi sepenanggungan dlm bersosial. Sebuah solidaritas ekstrim tanpa pandang bulu. Kekuatan inilah yg paling ditakuti musuh musuh kita. Kekuatan yg membawa hawa ' royal authority' atau 'mulk', yang bisa menjadi landasan dlm ber 'ad daulah' atau 'establishing a throne' ..... Menciptakan tahta. Amin.
Salam satu jari !
No comments:
Post a Comment