“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR"
Inspired by Johan Yusuf pic tagged in my timeline.
Salam 'alaykum
Salam \m
Pedang fenomenal ini berjaya dalam laga jihad segala medan, baik duel maupun sistim perang frontal, taktik satu lambung, ataupun dua lambung, khususnya dalam membobol benteng terkuat Yahudi di Khaibar.
Tanpa taklid buta, kultus pribadi ataupun ashobiyyah kepada Sayyidina Ali Karamallohu wajha, kita coba bedah kinetika dan aerodinamika pedang dzulfiqar.
a. Tampilan Fisik
Menurut ilmu pedang, Dzulfiqar bergenre "Curved Short Hilt Single Bladed" atau Pedang lengkung sisi tajam tunggal bergagang pendek". Genre ini biasa mendominasi jenis pedang Arabia. Mungkin pengaruh "Art Stream " Arabia yang cenderung menhgadirkan kultur Hilal, lihat saja pada ujung sepatu Aladin, alegori lambang bulan sabit ataupun pada pola arsitektur bergaya dome pada bangunan bangunan di arabia. Pada batang pedang tertulis hizb "“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR", entah sudah ada sejak jaman Rasululloh SAW, atau diukir sesudahnya.
b. Sisi Aerodinamika "Single Hilt and Double Pointed Sword"
Pedang Dzulfiqar memiliki dua titik tajam pada ujung pedang (Double pointed) yang merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh genre pedang lainnya. Dengan "double pointed" ini semakin memaksimalkan kinerja aerodinamika jenis pedang "Single handed grip" atau pedang satu tangan yang biasanya ditujukan untuk memaksimalkan fungsi tebasan. Kinerja aerodinamika mengacu pada gaya angkat dan gaya hambat gelombang. Cocok untuk serbuan kavaleri maupun duel satu lawan satu.
Pada umumnya pedang berujung single point. Dengan menambah insersi pada ujung utama menjadi "Graded Sharp Point" membuat gaya gesek udara mencapai tingkat minimal setelah mencapai kecepatan terminal maksimal. kecepatan ini dicapai setelah amplitudo sebanding dengan gaya hambat dengan arah yang berlawanan. Jadib dapat dikatakan mempunya nilai "Airfoil" yang tinggi, dengan nilai koefesien distribusi tekanan (cp) dan koefesien lift (cl).
c. Sisi Kinetik Sentrifugal dan Sentripetal
Dengan bentuk fisik "Front weighted" atau pola berat di ujung (akibat dari model hilt (gagang pedang) yang pendek), maka disaat melakukan tebasan terjadilah kinetika sentrifugal (Fs)atau efek semu melingkar ke dalam pusat gaya untuk menambah kestabilan daya cengkeram gagang pedang dan kekuatan tebasan yang bisanya terhambar oleh gaya pelawannya yaitu gaya sentrifugal. Sebagaimana konsep newton, F=m.a
d. Daya Insersi Tingkat Tinggi
Dengan bentuk ujung yang berujung lancip ganda maka daya robekpun meningkat. Tidak hanya meninggalkan (Key Hole Surgery) dalam istilah ilmu bedah kedokteran yang berarti lubang kecil tapi sudah pada level Davinci Surgery Insersion, atau mengoyak ngoyak seluruh jaringan epidermis sebagai jaringan pertama yang dibabat.
Semoga bermanfaat dan semakin mencintai peninggalan peninggalan Rasululloh SAW dan mengambil pelajaran positif.
Allohumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad.
Wassalamu'alaykum wr.wb.
Inspired by Johan Yusuf pic tagged in my timeline.
Salam 'alaykum
Salam \m
Pedang fenomenal ini berjaya dalam laga jihad segala medan, baik duel maupun sistim perang frontal, taktik satu lambung, ataupun dua lambung, khususnya dalam membobol benteng terkuat Yahudi di Khaibar.
Tanpa taklid buta, kultus pribadi ataupun ashobiyyah kepada Sayyidina Ali Karamallohu wajha, kita coba bedah kinetika dan aerodinamika pedang dzulfiqar.
a. Tampilan Fisik
Menurut ilmu pedang, Dzulfiqar bergenre "Curved Short Hilt Single Bladed" atau Pedang lengkung sisi tajam tunggal bergagang pendek". Genre ini biasa mendominasi jenis pedang Arabia. Mungkin pengaruh "Art Stream " Arabia yang cenderung menhgadirkan kultur Hilal, lihat saja pada ujung sepatu Aladin, alegori lambang bulan sabit ataupun pada pola arsitektur bergaya dome pada bangunan bangunan di arabia. Pada batang pedang tertulis hizb "“LAA FATTAH ILLA ALI LAA SAIFA ILLA DZULFIKAR", entah sudah ada sejak jaman Rasululloh SAW, atau diukir sesudahnya.
b. Sisi Aerodinamika "Single Hilt and Double Pointed Sword"
Pedang Dzulfiqar memiliki dua titik tajam pada ujung pedang (Double pointed) yang merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh genre pedang lainnya. Dengan "double pointed" ini semakin memaksimalkan kinerja aerodinamika jenis pedang "Single handed grip" atau pedang satu tangan yang biasanya ditujukan untuk memaksimalkan fungsi tebasan. Kinerja aerodinamika mengacu pada gaya angkat dan gaya hambat gelombang. Cocok untuk serbuan kavaleri maupun duel satu lawan satu.
Pada umumnya pedang berujung single point. Dengan menambah insersi pada ujung utama menjadi "Graded Sharp Point" membuat gaya gesek udara mencapai tingkat minimal setelah mencapai kecepatan terminal maksimal. kecepatan ini dicapai setelah amplitudo sebanding dengan gaya hambat dengan arah yang berlawanan. Jadib dapat dikatakan mempunya nilai "Airfoil" yang tinggi, dengan nilai koefesien distribusi tekanan (cp) dan koefesien lift (cl).
c. Sisi Kinetik Sentrifugal dan Sentripetal
Dengan bentuk fisik "Front weighted" atau pola berat di ujung (akibat dari model hilt (gagang pedang) yang pendek), maka disaat melakukan tebasan terjadilah kinetika sentrifugal (Fs)atau efek semu melingkar ke dalam pusat gaya untuk menambah kestabilan daya cengkeram gagang pedang dan kekuatan tebasan yang bisanya terhambar oleh gaya pelawannya yaitu gaya sentrifugal. Sebagaimana konsep newton, F=m.a
d. Daya Insersi Tingkat Tinggi
Dengan bentuk ujung yang berujung lancip ganda maka daya robekpun meningkat. Tidak hanya meninggalkan (Key Hole Surgery) dalam istilah ilmu bedah kedokteran yang berarti lubang kecil tapi sudah pada level Davinci Surgery Insersion, atau mengoyak ngoyak seluruh jaringan epidermis sebagai jaringan pertama yang dibabat.
Semoga bermanfaat dan semakin mencintai peninggalan peninggalan Rasululloh SAW dan mengambil pelajaran positif.
Allohumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad.
Wassalamu'alaykum wr.wb.

No comments:
Post a Comment