Monday, February 20, 2012

KAJIAN STRATEGIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN DALAM ISLAM


Salam 'alaykum
salam \m

PENGERTIAN TAJASSUS

"Tajassus" adalah mengorek-ngorek suatu berita. Secara bahasa bila dikatakan, "jassa al-akhbar wa tajassasaha", artinya adalah mengorek-mengorek suatu berita. Jika seseorang mengorek-ngorek berita, baik berita umum maupun rahasia, maka ia telah melakukan aktivitas "tajassus" (spionase).

Orang semacam ini disebut jaasus (mata-mata). Suatu aktivitas bisa terkategori tajassus (spionase), jika di dalamnya ada unsur mengorek-ngorek (mencari-cari) berita. Sedangkan berita yang dikorek-korek (dicari-cari itu) tidak harus berita rahasia. Akan tetapi semua berita, baik umum maupun rahasia. Walhasil, tajassus adalah mencari-cari berita baik yang tertutup, maupun yang jelas. Intelijen dan kontra intelijen berfungsi untuk memberikan fungsi informasi akurat seperti :

1. Logistik
2. Sumber air
3. Taktik perang
4. Jumlah kekuatan musuh
5. Pemecahan kode dan sandi


OPERASI TAKTIS INTELIJEN DAN KONTRA INTELIJEN JAMAN RASULULLOH SAW

Rasulullah Saw pernah memerintah ‘Abdullah bin Jahsiy untuk memata-matai orang Quraisy dan Thaif, dan mengabarkan berita tentang mereka kepada Rasul. Riwayat ini menyatakan bahwa Rasulullah Saw, telah meminta shahabat untuk melakukan aktivitas spionase, yakni wajib bagi ‘Abdullah bin Jahsiy sebagai pimpinan rombongan saat itu. Dengan demikian, tuntutan untuk melakukan spionase bagi amir jama’ah, yakni ‘Abdullah bin Jahsiy (dinisbahkan kepada negara) adalah pasti, sehingga hukumnya wajib, sedangkan bagi kaum muslimin tuntutan tidak pasti, sehingga hukumnya jaiz (boleh). 

Hadits ini menunjukkan kepada kita, bahwa hukum memata-matai kafir harbiy adalah wajib bagi negara, sedangkan bagi kaum muslimin adalah jaiz. Dalam militer fungsi Intelijen dan kontra intelijin adalah jenis dari OPERASI TAKTIS yang menganut asas intelijen,

Yaitu 

1. anticipation (mengatisipasi),

2. detection (mendeteksi), 

3. identification (mengidentifikasi), 

4. warning (memperingatkan).

Kegiatan memata-matai (tajassus) merupakan rangkaian usaha strategis dalam kontra intelijen. Termasuk didalam sikap intrograsi terhadap musuh yang telah tertangkap. Kontra Intelijen  yang terhebat dalam sirah nabawwiyah adalah saat perang Ahzab atau khandaq. Koalisi Kafir Quraisy dan Yahudi bani Quraidha dihancurkan oleh operasi intelijen Rasululloh SAW dengan mengutus Intel Nu'aim bin Mas'ud.

Beliau berhasil menyusup ke dalam pasukan koalisi dengan menghembuskan tipu muslihat serta kekacauan strategi militer. Tak hanya itu, intel kedua pun disusupkan yaitu Hudzaifah bin Al Yaman yang diberi gelar  Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah) untuk menambah kekuatan perang urat syaraf dan memporak porandakan informasi di pihak musuh serta memecah belah kekuatan koalisi. Intel intel handalan lainnya seperti Abdullah bin Abi Hadrad Al Aslami, penyusup perang Hunain,  Abdullah bin Rawahah pada perang Mu'tah.

Beliau bersabda kepadanya, “Wahai Hudzaifah, pergilah, lalu menyusuplah ke tengah-tengah mereka, selanjutnya perhatikan apa yang mereka kerjakan. Dan kamu jangan melakukan sesuatu apapun sampai kamu kembali kepada kami!” .

Pecahnya koalisi Quraisy-Yahudi merupakan hasil dari operasi Intelijen dan kontra intelijen, ditambah lagi Nasrulloh (bantuan Alloh berupa pasukan malaikat serta angin ribut) membuat mereka kocar kacir. Prinsip operasi intelijen dan kontra intelijen adalah tipu daya. Dan sesungguhnya perang adalah tipu daya, sebagaimana Rasululloh SAW sabdakan. Dalam tipu daya informasi ini sudah tidak memandang lagi prinsip prinsip berkata baik dan jujur lainnya agar tujuan utama kontra intelijen terlaksana seperti :

PRINSIP YANG TIDAK PERLU DIPATUHI DALAM KONTRA INTELIJEN

1. Qaulan sadidan (perkataan lurus)
2. Qaulan kariman (perkataan baik
3. Qaulan Balighan (perkataan jelas
4. Qaulan masyuran (perkataan mudah dimengerti)
5. Qaulan layyinan (perkatan lemah lembut)


TAURIYAH (BERBOHONG DALAM KONTRA INTELIJEN)
Dalam operasi intelijen dan kontra intelijen, menyembunyikan identitas adalah hal mutlak diperlukan. Sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW saat bertemu dengan laki-laki Badui, ketika beliau bermaksud mengorek keterangan. Kepada lelaki itu beliau tidak terus terang menjawab bahwa beliau adalah Rasulullah SAW, walau laki-laki itu bertanya. Beliau hanya jawab “Dari air…”, maksudnya diciptakan dari air mani.
Yang dilakukan Rasulullah SAW tidak bisa disebut kebohongan, tapi inilah yang disebut tauriyah, yakni mengungkapkan fakta, walau fakta itu bukan fakta yang diinginkan oleh lawan bicara.
Adapun berbohong dalam arti sesungguhnya, yakni mengungkapkan hal yang berbeda dengan fakta, Imam Al Ghazali yang diikuti oleh Imam An Nawawi, dalam Al Adzkar (hal. 608-610), menyatakan kebolehannya, jika dilakukan dalam peperangan dan untuk kemaslahatan umat Islam. Tapi ada satu syarat: bahwa itulah satu-satunya cara.

PEMECAH KODE

Pemecahan kode dan jejak kerap juga dilakukan oleh Rasullulloh SAW dengan mengandalkan para pemecah kode seperti sahabat Karz bin Jabir. Sandi sandi yang pernah digunakan dalam pasukan rasululloh SAW seperti

1. Dalam pertempuran Khandaq dan Bani Quraidhah, pasukan Muslimin menggunakan sandi, “Haamiim, la yunsharun.”

2. Dalam pertempuran melawan Bani Malmuh, yang dilakukan malam hari, digunakan sandi, “Amit..amit.”, yang maknanya, “bunuhlah…bunuhlah”.
3. Dalam Fathu Makkah, perang Hunain dan Thaif sandi yang digunakan kaum Muhajirin adalah “Ya Bani Abdirrahman,” sedangkan sandi kabilah Khazraj adalah, “Ya, Bani Abdillah,” dan sandi kabilah Aus adalah “Ya Bani Ubaidillah.”
4. Padapertempuran lain Rasulullah SAW saat melepas pasukan kecil yang dipimpin oleh Talhah, beliau bersabda, ”Sandi kalian Ya Ashr. Ashr bermakna sepuluh, menggunakan sandi ini karena jumlah mereka sepuluh orang.

SIFAT DASAR SEORANG INTEL
1. Amanah
2. Militan
3. Cerdas
4. Tanggap
5. Tenang dalam pembawaan

Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi dalam mengembangkan intelijen pada skala apapun, minim kita piawai dalam menyaring berita, serta menyampaikan kembali. 
amin.
wassalamu'alaikum wr wb.





No comments:

Post a Comment