Sunday, September 23, 2012

TARBIYAH JABALIYAH EROTICA WILL SAVE THE WORLD

Sebuah Hermeneutica Phenomena Liberalism Yang membabat Habis Aksiologi.

Jargon di atas bukan sekedar bacot, namun nyata dipopulerkan di beberapa negara barat, termasuk Jepang yang mewakili ad
at ketimuran. Alasan klasik yang melatari jargon diatas adalah kesulitan mencari dana untuk penggalangan dana AIDS, atau Fundraiser. Liberalism bebas membabat habis fenomena etika dan estetika hidup. Fundraiser yang dilakukan sungguh tidak etis, sesuai dengan jargon diatas yaitu "Breast Squeezing" (maaf artikan sendiri) dimana pendonor dana bebas meremasi buah d*d* gadis gadis yang terpilih sebagai model tau dikenal sebagai (Oppai momi) sambil memberikan sumbangan tunai kepada Yayasan penanggulangan AIDS di Shinjuku Tokyo Jepang.

Belum lagi Masturbation Marathon yang digelar di London Inggris, dengan jargon dan mekanisme yang sama. Liberalisme benar benar membabat habis etika dan estetika.
Islam memandang aksiologi sebagai “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yang tergambar dalam sebuah tujuan yaitu mendidik akhlak, perasaan seni dan keindahan pada masyarakat dan menumbuhkan pada diri mereka sikap menghormati kebenaran dan cara-cara mencapai kebenaran tersebut (sesuai dengan Islam tentunya) serta yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends).

Thursday, September 20, 2012

TARBIYAH JABALIYAH NEXT CINEMATIC CHARACTER ATTACK by HANUNG BRAMANTYO Isu LGBT (Lesbian, gay, bisex and transgender) via "Cinta Terlarang Batman dan Robin" rilis Oktober 2012

MUSAHAQOH versus LIWATH

Pesantren yang sudah kuyuh diobok obok isu terorisme kini akan digempur dari sisi isu LGBT. Mungkin si Hanung ingin menceritakan sisi realita hidup, tapi kurang tepat jika tidak menganimasikan tersirat hukuman bagi pelaku liwath (gay) serta justifikasi keharamannya. Isu LGBT akan melejit mendapat angin segar dengan adanya peringatan HARI ANTI DSKRIMINASI SOSIAL. 

Diperkirakan LGBT 10 tahun kedepan akan eksis dengan prilaku prilaku penyimpangan seksual lainnya. Dan sineas - sineas liberalis akan getol mengeksploitasi penyimpangan sex yang diperkirakan sudah banyak macam untuk diangkat sebadai tematik sinematika seperti dibawah ini, :

1. ABLUTOPHILIA
2. ACROTOMOPHILIA
3. AMAUROPHILIA
4. ANACLITISM
5. AUTAGONISTOPHILIA
6. AUTOEROTIC ASPHYXIATION
7. AUTOPEDERASTY
8. BELONEPHILIA
9. BESTIALITY

Semua akan dilegalitas dengan alasan antidiskriminasi sosial. Efek sebuah sekularisme agama dan kitab suci.

TARBIYAH JABALIYAH BERIMBANG DALAM ISU LGBT (LESBIAN,GAY,BISEX AND TRANSGENDER)

Kita pun harus hati - hati dan waspada ke dalam, pandai memilih fatwa yang baik dan penuh kehati-hatian disamping gencar melakukan serangan balik ke pihak lu
ar untuk memerangi isu LGBT. Hindari sedini mungkin hal hal yang mengarah pada praktek LGBT dan Sexual Mental Disorder. (SMD)

Menurut saya fatwa dibawah ini berlebihan, entah menurut anda, silahkan ditanggapi, tanpa mengurangi rasa hormat kpd Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.


FATWA IBNU QOYYIM AL JAUZIYAH (WAHABIYYIN) TENTANG ISTIMTA' (MASTURBASI)

“Jika seorang wanita tidak bersuami yang syahwatnya memuncak, maka sebagian ulama kami berkata, “Boleh baginya mengambil kulit lunak yang berbentuk batang dzakar atau mengambil ketimun atau terong berukuran mini lalu ia masukkan ke dalam (ma’af) kemaluannya.” [Badai’ul Fawaid juz 4 hal. 1471-1472].

Tuesday, September 18, 2012

FITNAH PEDOFILI FILM "INNOCENCE OF MUSLIMS" SEBUAH ADAGIUM MISSOGAMIS (antiperkawinan)

Stigmasi alur film diatas juga mengarah pada usaha gerakan feminis radikalis liberalis kontemporer barat dalam memfitnah Rasululloh SAW sebagai pelaku pedofili. Dan juga merupakan ketakutan akan unsur Jamaliyyah (Feminin) dalam sebuah kodrat hidup berpasangan. Sehingga memandang wanita sedemikian takut dan bencinya,

“Perempuan merupakan hewan yang paling sombong dan paling besar tipuannya melebihi Singa, paling besar nafsunya daripada kera, lebih berbisa daripada ular, dan lebih banyak kepalsuannya daripada jin” (Robert Sarson) 

Feminis radikalis liberalis kontemporer barat tidak bisa memahami konsep Jalaliyyah (maskulin) dan jamaliyyah (Feminin). Sehingga menganggap apa yang dilakukan Rasululloh SAW adalah "mental disorder personality". Dan menyebut ibadah menikahi gadis muda belia sebagai sebuah tindakan pedofili. Mereka lebih memilih antiperkawainan (Missogamis). 

Film ini merupakan dendam sejarah atas kekalahan konsep sosiologi “Kesetaraan Gender” yang untuk pertama kalinya digencarkan oleh kaum feminis London pada medio abad ke 20, tepatnya tahun 1977 itu kini patut memangku resah dalam tipuan dan penyesalannya, Terbukti negara Swiss , negara pelopor feminis pertama, saat ini, lebih dari 50% kehidupan rumah tangga penduduk Swiss yang menganut paham feminisme terancam hancur, dan mahligai pernikahan kini tak lagi menemukan sisi sakralitasnya. Allohuakbar .......

TARBIYAH JABALIYAH PARADOR DE UHUD "ASRARU HIKAYATU GHARAMY MA'A JABAL UHUD" RAHASIA KEMESRAANKU DENGAN JABAL UHUD

Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (Bukhari Muslim)

Dari Anas bin Malik r.a, 

Nabi SAW mendaki gunung Uhud bersama dengan Abu Bakar, Umar dan Ustman. Ketika itu gunung Uhud berguncang. Kemudian NABI SAW menghentakkan kakinya dan bersabda:

”Diamlah kamu wahai Uhud, karena sesungguhnya berada di atas kamu adalah seorang Nabi, seorang Siddiq dan dua orang syahid” (Diriwayatkan oleh Bukhari). 

"Gunung Uhud adalah salah satu dari gunung- gunung di Surga (Parador de Bielsa)" HR. Baihaqi

Uhud bermakna "satu", simbol tauhid, menyatukan gunung gunung kecil disekitarnya sepanjang 6 km.

Kerasnya karakter Udud, panasnya padang pasir dan kenangan perang Uhud membuat sebuah lukisan emosi “Syijar al-‘isyaq” (pertikaian antara cinta dan kerinduan).
Subhanallloh.......

Monday, September 17, 2012

THE HEIGHTS - FROM ALIYAH TILL SAFILAH -TROPOSFER PENUH WAHYU SUCI

Menilik Qasas Anbiya maupun Sirah Nabawiyah, dataran tinggi mendapat pilihan sebagai tempat turunnya wahyu ataupun tempat terjadinya peristiwa penting dalam kenabian. Bagaimana Nabi Musa as. menerima wahyu di bukit Sinai, Mesir, Rasululloh SAW menerima wahyu di Jabal Nur Mekkah, pertemuan Nabi Adam as dan Ibunda Hawa di Jabal Rahmah Mekkah. Kebudayaan tinggi dan kisah kaum Aad dan Tsamud di dataran tinggi dan tebing - tebing Hadramaut Yaman. Nabi Isa as juga menerima wahyu di bukit Tiin atau Zaitun di Yerussalem.

Kenapa Alloh Azzawajallah memilih tempat tempat tinggi (al Aliyah) daripada tempat rendah (Al Safilah), mungkin tidak terlalu berlebihan kita ambil hikmahNya, bahwa troposfer di tempat tempat Aliyah cenderung sejuk dan dingin, hingga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi akibat dari terbakarnya lemak tubuh dan derasnya aliran darah ke otak. Disamping itu tingkat kebisingan (descibel level) yang rendah merupakan modal ketenangan jiwa dalam menerima hal hal yang penting. Kontraksi otot polos, otot lurik maupum otot miokardium saat  mendaki dataran tinggi merupakan latihan awal sang nabi sebelum turun mengemban tugas berat kenabiannya. Sisi lain adalah daya pemetaan, biasanya dataran tinggi yang dipilih Alloh Azzawajallah, tak jauh dari tempat atau area dakwah.Subhanalloh....

TARBIYAH JABALIYAH "TOMB RAIDER" RASULULLOH SAW DALAM "FUSUL MIN TARIKHI FI MADINAH AL MUNAWARAH"


Hal menarik setelah film "INNOCENCE OF MUSLIM" beredar, baru kita marah - marah dan kebakaran jenggot. Ada hal lain yang lebih dahsyat dari film "INNOCENCE OF MUSLIM", sebuah kejadian usaha mencuri jasad Rasululloh SAW oleh 2 orang pemburu makam (TOMB RAIDER) Nasrani asal Maroko.

Usaha dua orang TOMB RAIDER ini merupakan penghinaan maha dahsyat atas kemuliaan Rasululloh SAW. Alhamdulillah usaha ini digagalkan lewat seorang Hamba Alloh yang bernama Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, sang penguasa Damaskus lewat ilham dan mimpi.

Sebuah penyelamatan yang berkualitas, tanpa harus marah marah anarkis yang tak jelas : D . Mungkin juga karena kualitas ibadah dan kebersihan hati sang Sultan hingga Alloh memberitahukan lewat mimpi dan ilham. Dengan proses yang cerdasdan cepat, dimulai dari mimpi (ilham)-selamatkan makam-tangkap pelaku-bunuh-aman, : D Subhanalloh, tak banyak bacot.

Sunday, September 16, 2012

BEBAN HIDUP (LIVE LOAD)



Semua orang mempunyai beban hidup. Mulai dari kenabian hingga "ke-Abu-Jahalan" melewati dan memikul beban hidup. Yang membuat stress bukan beratnya, tapi lamanya memikul beban tersebut. 


Para Asratul Kiraam (10 sahabat jaminan surga), mempunyai beban hidup yang ekstrim dengan durasi yg cukup lama pula.

1. Abu bakar as Shiddiq ra, diabadikan surah at Taubah 10, rasa cemas yg dahsyat saat menemani Rasul SAW dlm gua saat diburu densus quraisy
2. Umar ibnu Khattab ra, kelelahan dahsyat saat berusaha sekuat tenaga untuk selalu menang dlm "duel" satu lawan satu dgn para kafir quraisy
3. Usman bin Affan ra, bekerja keras sbg donatur handal tiada terperi dlm perjuangan islam
4. Ali bin Abi Thalib ra, taruhan nyawa saat menggantikan posisi tidur Rasul SAW saat penggerebekan oleh densus quraisy.
5. Thalhah bin Abdullah ra, cacat seumur hidup, karena jemarinya buntung saat melindungi Rasul SAW di perang Uhud.





TARBIYAH JABALIYAH

BEBAN HIDUP (LIVE LOAD) PART 2

6. Zubair bin Awwam, mengalami CULTURE SHOCK saat Hijrah 2 kali ke Etopia.
7. Saad bin Abi Waqqas, menjadi POW (Prisoner on War) alias tersiksa di penjara musuh.
8. Said bin Zaid, harap harap cemas saat menjadi Intelijen Rasululloh SAW.
9. Abdurrahman bin Auf, pusing tujuh keliling saat membangkitkan perekonomian pasar Madinah.
10. Abu Ubaidillah bin Jarrah, menggigil tak terperi saat masa inkubasi penyakit pes ganas di negeri orang, Syam.

Solusi beban hidup adalah sabar, dan menikmatinya sambil berdo'a untuk mendapatkan solusi ataupun mati syahid.

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya."



TARBIYAH JABALIYAH TOLAK GRIND PORN - GOTHIC PORN I USED TO SAY : "ART FOR SPIRITUALITY, NOT ART FOR ART"

Penggabungan aliran seni al Faruqi yang kental dengan TAUHID dengan Nashr yang SUFISTIK akan menjadi sebuah "RAPID MILITANT ART " : D, ..... selamat berkarya !!!

Sayyid Hussein an Nashr sebagai penggagas "ART FOR SPIRITUALITY" melawan konsep seni "ART FOR ART", yang diusung oleh golongan anti fungsionalis. "ART for ART" memanglah murni, namun kita hidup terikat oleh syari'ah, hingga seni pun harus dikontrol oleh etika, dan bukan hanya saja estetika. 

Seni berhubungan dengan keindahan, bukan sebaliknya pornografi. Jalalludin Rummi mengatakan seni adalah manifestasi cinta kepada Alloh, dengan seni diharapkan semakin timbul rasa cinta kepada Sang Pencipta dengan pengekspresian prinsip-prinsip tauhid di dalamnya. Prinsip prinsip estetika Islam adalah :

1. Mengalirkan berkah akibat dari hubungan batin dengan nilai spiritual Islam.
2. Kontrol sosial bagi gerakan kultural, sosial bahkan politik yang benar benar otentik islami atau hanyasekedar mengatasnamakan simbol islam.
3. Sebagai penentu hubungan stratifikasi intelektual dan relegius dalam masyarakat.

Saturday, September 15, 2012

Menanggapi Film "Innocence of Muslims"




MEMANFAATKAN KONSEP OPOSISI BINER DIAMETRAL KEBEBASAN ETIK DAN ESTETIKA DALAM "CINEMATIC CHARACTER ATTACK"

Islam rentan dengan "cinematic character attack", karena dunia sekuler faham, bahwa di bawah dalih kebebasan estetis yang eksplosif dan lewat buah tangan sineas sineas handal sekularis milik mereka akan dapat dengan mudah melakukan "Cinematic harrasment" atau pelecehan karakter sinema, dengan menyerang karakter inti.

Sineas sineas yang beraliran anti-fungsionalisme, menganggap seni adalah bebas eksplosif, berbeda dengan konsep aliran fungsionalisme, seperti tokoh seni Islam Sayyid Hussein Nasr yang memformulasikan seni sebagai obyek yang berkaitan dengan dimensi spiritual dan nilai-nilai Ilahiyah.

Jargon seni untuk seni (l'rt pour l'art), ditambah dengan Islamophobia semakin memantapkan sineas-sineas anti fungsionalisme untuk menghantam islam dengan super techno cinema mereka. Bagaimana sikap kita ? membuat tandingan ? mana sineas "rapid militant kita " ? punya nggak ? buatlah tandingan yang "tidak melecehkan" wahai sineas sineas muda Islam, buatlah tandingan yang menggambarkan Rasululloh SAW itu mempunyai sifat-sifat kenabian yang agung.

Namun cukup sulit juga karena ada "Kode etik" yang membatasi yaitu sopan santun untuk menggambarkan tampilan fisik Rasululloh SAW, perwajahan Rasululloh saw. Yaa Rasul begitu agung perwajaan mu, hingga tiada daya untuk menganimasikannya. Kode etik inilah yang dimanfaatkan sineas sineas anti fungsional untuk membuat mati kutu para sineas sineas fungsional.

Saturday, September 8, 2012

APORIA SERTIFIKASI ULAMA OLEH BNPT

Badan badan legal deradikalisasi pemerintahan semisal BNPT mulai mempersempit ruang gerak keilmuan islam dengan adanya sertifikasi ulama. Sertifikasi berarti kita berbicara tentang "kelayakan", dan ini sangat merugikan proses tarbiyah islamiyyah yang bersifat integral tanpa berjenjang. Jika ini terjadi akan ada degredasi frekuensi dakwah arus bawah. Hal lain yang membuat tidak relevan adalah penggunaan parameter sertifikasi. Parameter mana yang akan digunakan? mengingat banyaknya firqoh islam di Indonesia. Tiap tiap firqoh dan pergerakan mempunyai dasar perjuangan yang masing masing secara furu'iyah berbeda.

Jangan disamakan dengan sertifikasi konvensional profesi semisal sertifikasi ketenagakerjaan yang memang sudah baku aturannya. Sangatlah aporia (Irrelevant) jika sertifikasi konvensional profesi menunjuk pada tujuan peningkatan penghasilan dan tunjangan, semisal sertifikasi guru, kini sertifikasi ulama bertujuan untuk deradikalisasi terorisme, sungguh aporia !!!

Parameter sertifikasi yang mungkin digulirkan adalah skala titik ekstrim materi materi dakwah yang berhubungan dengan ayat ayat qital. hal ini secara tidak langsung mengkebiri keutuhan ayat ayat al qur'an yang memang secara nyata dan lugas dalam berbicara tentang qital. Dengan adanya sertifikasi ulama maka akan dimungkinkan adanya pembatasan dan aturan main yang tak relevan :

1. Materi dan bahan ajar dakwah
2. Penjenjangan akademis ulama
3. Kisi kisi dan silabus dakwah pesanan pemerintah
4. Kuota sertifikasi
5. Permainan uang

Ulama bukan hanya dikukuhkan oleh badab legal, tapi ingat ulama, masyarakatlah yang mengangkatnya dari hasil kinerja dan keilmuan yang telah mereka praktekkan dalam kehidupan sosial masyarakat.





 

KOAGULASI ANTIPATI PENGHANCUR MASSAL

Bismillahi Allohuakbar............

Gencarnya pengukuhan pembenaran pada masing masing firqoh di tubuh Islam membuat dampak koagulasi antipati (Penggumpalan sikap cuek) pada titik kritis. Sementara teror fitnah atas tindak biadab terus bergulir. Ada yang mengekstrimkan diri pada titik perlawanan membabi buta, ada pula yang bersantai santai pada titik damai. Yang parah ialah bersekongkol dengan penghancur massal. Siapakah penghancur massal itu ?

Penghancur massal adalah sebuah "state" yang mempunyai kekuatan penuh dalam memberangus rakyatnya. Negara berhak, dan inilah titik kritis koagulasi antipati. Bila negara sudah "tersinggung", maka segalah kekuatan akan diberikan untuk menghentikannya. Disinilah muncul sikap saling menyalahkan. Yang berposisi ekstrim akan ngotot inilah "yang paling benar". Sedang yang berposisi damai, akan mengutuk "ah..keranjingan qital ". Dan negara akan menyebutnya, "kalian teroris non state!!!!"

Lengkap sudah koagulasi antipati penghancur massal. Intern terkoyak, ekstern diberangus habis habisan. Secara strategis kita dirugikan. Tindakan sporadis tanpa didukung "state", akan selalu begitu, hasil minim, namun menimbulkan imbas yang maha dahsyat. Yang ideal adalah buatlah " State Terrorisme". Dimana sebuah negara mendukung "pergerakan maha langit". Contohnya Madinah al munawarah, pergerakan disiyu adalah "state terrorisme" bukan kategori "Non state terorrisme", jika kita meminjam istilah "mereka".

Thursday, September 6, 2012

EFEK TIDAL NON STATE TERORISME

Mungkin sudah merata dan meningkat anggaran militer kontra terorisme di seluruh dunia. Dan tragisnya target kontra terorisme mengutub pada penganut Rasululloh SAW. Tak dapat dipungkiri memang pelaku pelakunya adalah muslim. Dan secara kausalitas dan alibi  tuduhan kembali pada kita. Pro kontra aksi syahid tak akan mengubah kausalitas dan alibi. Pro kontra tak akan hentikan " non state terorisme ini ". Karena bersifat "non state terorisme", maka para pelaku yang dikatakan "Teroris" tersebut tak akan mendapat perlindungan negara, dan siapapun dapat memasuki negara yang dijadikan sarang untuk kegiatan memberangus "terorisme" tersebut.

Bismillahi Allohuakbar........
Efek tidal non state terorisme sangatlah merugikan. Komunitas yang menjadi "co-domain" kausalitas dan alibi terorisme akan terusik. Kegiatan memberangus akan membabi buta, karena memang "non state terorisme" tidak mempunyai teritorial maupun batas batas zona ekonomi eksklusif. Bagaimana sikap terbaik untuk menghindari efek tidal non state terorisme ?, dimana siapapun bisa bermain di dalamnya?

Bismillahi allohuakbar........
kembalilah pada kelemahan kita.....
kita sering hanya "bertopik", namun kalau terjadi "lepas tangan", akhirnya "co-domain" jadi sasaran. kita hanya sering "berupdate", namun jika diringkus, akhirnya "menyanyikan" rahasia rahasia didepan tiran.  Kita sering 'berwacana", namun kurang tanggap untuk menyelamatkan "Co-Domain" yang telah diacak acak oleh pemberangus.

Bismillahi allohuakbar.......
Jangan ragu, kalau sudah mantap "Berpredikat" teruskan sampai tuntas.....
Jika dalam "'iddad" teruslah hingga "berpredikat"...........
Dan hindari efek tidal non terorisme, issue ini sungguh merugikan kita.......