Monday, September 17, 2012

THE HEIGHTS - FROM ALIYAH TILL SAFILAH -TROPOSFER PENUH WAHYU SUCI

Menilik Qasas Anbiya maupun Sirah Nabawiyah, dataran tinggi mendapat pilihan sebagai tempat turunnya wahyu ataupun tempat terjadinya peristiwa penting dalam kenabian. Bagaimana Nabi Musa as. menerima wahyu di bukit Sinai, Mesir, Rasululloh SAW menerima wahyu di Jabal Nur Mekkah, pertemuan Nabi Adam as dan Ibunda Hawa di Jabal Rahmah Mekkah. Kebudayaan tinggi dan kisah kaum Aad dan Tsamud di dataran tinggi dan tebing - tebing Hadramaut Yaman. Nabi Isa as juga menerima wahyu di bukit Tiin atau Zaitun di Yerussalem.

Kenapa Alloh Azzawajallah memilih tempat tempat tinggi (al Aliyah) daripada tempat rendah (Al Safilah), mungkin tidak terlalu berlebihan kita ambil hikmahNya, bahwa troposfer di tempat tempat Aliyah cenderung sejuk dan dingin, hingga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi akibat dari terbakarnya lemak tubuh dan derasnya aliran darah ke otak. Disamping itu tingkat kebisingan (descibel level) yang rendah merupakan modal ketenangan jiwa dalam menerima hal hal yang penting. Kontraksi otot polos, otot lurik maupum otot miokardium saat  mendaki dataran tinggi merupakan latihan awal sang nabi sebelum turun mengemban tugas berat kenabiannya. Sisi lain adalah daya pemetaan, biasanya dataran tinggi yang dipilih Alloh Azzawajallah, tak jauh dari tempat atau area dakwah.Subhanalloh....

No comments:

Post a Comment