Kita bukanlah cyborg (manusia setengah mesin) ataupun demigod (manusia setengah dewa) yg sering terkonsep dalam skrip2 dunia holywood. ALLOH telah membentuk jasad kita sbg sebaik-baik mahluk dan akan mulia jika beramal baik. Tidak ada konsep super hero dalam islam.
Super hero hanya pada tautan konsep akhlaq dan kebaikan atas insan kamil wal falah. Tubuh kita yg terdiri dari jasad dan ruh tetap harus menelusuri sunnatulloh2 di alam fana' ini. Hingga Rasul SAW pun harus berdarah darah dlm perang uhud, bocor kening di thaif, meradang sakit di akhir hayat. Konsep superhero hanya hadir pada 'penuhanan manusia', yg tampil perfect tiap adegan laga kehidupan. Kita tidak tergiring pada 'cybernic organism' yg mencoba untk menduplikasi nyawa.
Kita bukan demigod yg mungkin muncul sbg paganisme dgn sejuta mantra nan sakti. Manusia kerap terluka, baik sakit ataupun musibah lainnya. Dan pandai pandailah menarik hikmah sebuah musibah. Dia sbg penghapus dosa, dan tentu pula sbg koreksi dosa apa yg telah kita perbuat. Ya Alloh Azzawajallah..ampuni kami, kami an Naas,manusia biasa, yg bukan cyborg ataupun demigod. Amin.
Saturday, January 28, 2012
Arkanul bai'ah bainal fahmu wal ukhuwah wat tsiqoh fii 'salam satu jari'.
Morfologi 'salam satu jari' menunjuk pada meta-theory group feeling, dimana naluri ber-Tuhan Tunggal (gharizah el ahad) menjadi sebuah hantaran zahir (surface) dari 'inner meaning' (batin).
Fitrah berbuat baik (al ahlaq al kariimah) telah mencapai titik kesadaran (awareness). Luapan tempramental yg biasa dimiliki kelompok sosial musik telah menemukan saluran yang tepat. Biarpun sedikit spekulasi, tapi sudah membuat sebuah usaha menunculkan yang haq (attempt to get at the truth). Semoga komunitas ini tetap berusaha untk menciptakan superioritas dan ketahanan dalam berdakwah. Amin.
Salam satu jari !
Terlepas penting ndaknya al bai'ah (sumpah setia), kita tidak bisa meninggalkan atsar (jejak,bekas)pada sirah nabawiyah tentang bai'atul aqabah. Juga belum diketahui keefektifan bai'at (the betray probability value) dlm sebuah harakah. Yang pasti pembulatan tekad (tsiqoh) dan faham karakteristik gerakan (fahmu fii harakah) adalah lebih penting dr sebuah protokoler bai'at (arkanul bai'ah). Kapasitas bai'at juga bukan hal absolut dlm keikutsertaan, pengorbanan (at tadhiyah), tanggung jawab (al mas'uliyah) dan peran serta (al athoo) anggota dlm ber azzam. Untuk komunitas 'salam satu jari' yg penting adalah tetap hidup (al hayah), tetap semangat (al hayawiyah), tetap belajar (at tarbawi), tetap terstruktur (at tanzhim) dan tetap teratur ( al idari). Salam satu jari !
Fitrah berbuat baik (al ahlaq al kariimah) telah mencapai titik kesadaran (awareness). Luapan tempramental yg biasa dimiliki kelompok sosial musik telah menemukan saluran yang tepat. Biarpun sedikit spekulasi, tapi sudah membuat sebuah usaha menunculkan yang haq (attempt to get at the truth). Semoga komunitas ini tetap berusaha untk menciptakan superioritas dan ketahanan dalam berdakwah. Amin.
Salam satu jari !
Terlepas penting ndaknya al bai'ah (sumpah setia), kita tidak bisa meninggalkan atsar (jejak,bekas)pada sirah nabawiyah tentang bai'atul aqabah. Juga belum diketahui keefektifan bai'at (the betray probability value) dlm sebuah harakah. Yang pasti pembulatan tekad (tsiqoh) dan faham karakteristik gerakan (fahmu fii harakah) adalah lebih penting dr sebuah protokoler bai'at (arkanul bai'ah). Kapasitas bai'at juga bukan hal absolut dlm keikutsertaan, pengorbanan (at tadhiyah), tanggung jawab (al mas'uliyah) dan peran serta (al athoo) anggota dlm ber azzam. Untuk komunitas 'salam satu jari' yg penting adalah tetap hidup (al hayah), tetap semangat (al hayawiyah), tetap belajar (at tarbawi), tetap terstruktur (at tanzhim) dan tetap teratur ( al idari). Salam satu jari !
Menejemen Rasa Nyeri Sbg Bekal Survival Mujahid
Rasa nyeri nikmat Alloh Azzawajallah, syukuri. Dia penghapus dosa. Nyeri komponen perjuangan. Secara Neurologis, nyeri alarm peringatan ketidakberesan organ kita. Subhanalloh yg ciptakan nyeri.
Mujahid genre apapun hrs bisa memenej rasa nyeri (bukan berarti tahan nyeri), tapi tdk menyerah pd 'nyeri'. Rasa ini sering menjadi alasan untk menyerah ! Jangan takut nyeri ! Nyeri tak bisa membunuhmu:-). Ia hanyalah respon dari reseptor keadaan ekstrim. Simpul saraf rasa nyeri (nosireseptor) tersebar keseluruh tubuh, kecuali otak :-).
Jadi otak tak pernah nyeri, disinilah menejemen rasa nyeri itu ada.:-) . Mujahid di medan juang apapun harus bisa survival, termasuk manipulasi rasa nyeri dgn otakmu, dan berdzikr. Karena otak tak pernah nyeri, maka berdzikirlah dan hilanglah rasa nyeri.:-). Salam satu jari !
Mujahid genre apapun hrs bisa memenej rasa nyeri (bukan berarti tahan nyeri), tapi tdk menyerah pd 'nyeri'. Rasa ini sering menjadi alasan untk menyerah ! Jangan takut nyeri ! Nyeri tak bisa membunuhmu:-). Ia hanyalah respon dari reseptor keadaan ekstrim. Simpul saraf rasa nyeri (nosireseptor) tersebar keseluruh tubuh, kecuali otak :-).
Jadi otak tak pernah nyeri, disinilah menejemen rasa nyeri itu ada.:-) . Mujahid di medan juang apapun harus bisa survival, termasuk manipulasi rasa nyeri dgn otakmu, dan berdzikr. Karena otak tak pernah nyeri, maka berdzikirlah dan hilanglah rasa nyeri.:-). Salam satu jari !
Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran)
Melintasi el Baqarah dengan manuver manuver nada yang alami dibentuk oleh Tajweed, menggenjot kerja eksternal respiratori saat menjajal ber bariton pada akhir akhir ayat, membuat pesan moral ayat ini semakin indah.
Al Baqarah yang mendapat pangkat Fasthaatul Qur'an (puncak el Qur'an) memberikan tanjakan tanjakan hidayah kehidupan saat tercermin pada titik kulminasi sebuah eksekusi perintah "Sami'na wa Atho'na" bani Israel untuk menyembeli sapi betina dengan deskriptif yang detail digambarkan oleh nabi Musa. Tapi apa lacur yang muncul justru "Sami'na wa Ashoina" bukannya ketaatan dan kepatuhan pada "sami'na wa atho'na", dimana bani Isarel mencoba bervisualisasi rinci tentang deskriptif yang digambarkan oleh perintah. Ujungnya argumen tiada henti hingga lupa esensi perintah itu sendiri. Dalam kehidupan cukuplah fase pertama berupa "sami'na wa atho'na dlm mengeksekusi perintah, selebihnya jika anda ingin menggali hikmah robbaniyah atau hikmah alamiyah dari sebuah perintah, silahkan dengan koridor yang kauniyah pula.
Al Baqarah yang mendapat pangkat Fasthaatul Qur'an (puncak el Qur'an) memberikan tanjakan tanjakan hidayah kehidupan saat tercermin pada titik kulminasi sebuah eksekusi perintah "Sami'na wa Atho'na" bani Israel untuk menyembeli sapi betina dengan deskriptif yang detail digambarkan oleh nabi Musa. Tapi apa lacur yang muncul justru "Sami'na wa Ashoina" bukannya ketaatan dan kepatuhan pada "sami'na wa atho'na", dimana bani Isarel mencoba bervisualisasi rinci tentang deskriptif yang digambarkan oleh perintah. Ujungnya argumen tiada henti hingga lupa esensi perintah itu sendiri. Dalam kehidupan cukuplah fase pertama berupa "sami'na wa atho'na dlm mengeksekusi perintah, selebihnya jika anda ingin menggali hikmah robbaniyah atau hikmah alamiyah dari sebuah perintah, silahkan dengan koridor yang kauniyah pula.
AL IRHAB AL GHULUW dalam TRINITY-ZIONIS
Menghabiskan an Nisa' dengan pertahanan nafas perut (abdominal respiratory) yang tangguh adalah senjata ampuh teknik membaca tartil dengan rentetan bacaan Ghunnah (Mendengung) dan tanda Waqaf (pemberhentian) yang panjang. Inspirasi dan ekspirasi oksigen ke paru-paru (pulmones) dengan dukungan kontraksi otot-otot diafragma dan rongga dada, semakin membuat kita bersyukur atas karunia oksigen bumi.
Tidak bisa ku bayangkan bagaimana dahsyatnya bacaan Abdullah bin Mas'ud hingga dapat pujian dari Rasululloh SAW, dan bagaimana sikap malunya Abdullah bin Mas'ud ketika didaulat Rasululloh SAW untuk membacakan al Qur'an kepada beliau. Sambil berkata, "bagaimana saya membacanya, sedang al Qur'an diturunkan langsung kepada anda wahai rasululloh", Subhanalloh begitu rendah hatinya Abdulloh bin Mas'ud. Ya Alloh mimpikan kami mendengar bacaan Abdulloh bin Mas'ud ra....Ya Alloh Abdulloh bin Mas'ud begitu cungkring tubuhnya, hingga pernah mendapat olokan ketika beliau memanjat pohon kurma hingga terlihat betis kecilnya...namun begitu berarti beliau bagi Rasululloh SAW hingga Rasul pun bersabda. " Betis Abdulloh bin Mas'ud ada di surga....amin,semoga mimpi bacaan Abdulloh bin Mas'ud kalian semua. Saya mengambil random ayat dalam an Nisa' ayat 171, dengan menitik beratkan ketauhidan dalam Islam yang mendapat perlawanan Politheisme Yahudi-Nasrani.
Nasrani dengan konsep trinity nya membuat sistim ketuhanannya batal dan mirip Trimurti dalam hindu. Begitu pula Yahudi memasukkan Azar sebagai putra Tuhan . Tawheed Islam mendapat perlawanan abadi sepanjang zaman. Dengan hadirnya zionisme dan salibisme mencuatkan isu IRHAB (terorisme) terhadap tawheed islam. Hingga al qur'an pun dijadikan barang bukti tindak terorisme...Gila !!!!. Adanya GHULUW ( tuduhan yang berlebihan) terhadap umat islam sebagai dalang terorisme membuat geliat dakwah islam terdikotomikan. Siapa teroris sebenarnya??? dialah kolonialisme, kapitalisme, komunisme ,liberalisme dan sayap sayap kanan dan kiri dogmatis yang tidak berperikemanusiaan, termasuk ZIONISME !!!
Tidak bisa ku bayangkan bagaimana dahsyatnya bacaan Abdullah bin Mas'ud hingga dapat pujian dari Rasululloh SAW, dan bagaimana sikap malunya Abdullah bin Mas'ud ketika didaulat Rasululloh SAW untuk membacakan al Qur'an kepada beliau. Sambil berkata, "bagaimana saya membacanya, sedang al Qur'an diturunkan langsung kepada anda wahai rasululloh", Subhanalloh begitu rendah hatinya Abdulloh bin Mas'ud. Ya Alloh mimpikan kami mendengar bacaan Abdulloh bin Mas'ud ra....Ya Alloh Abdulloh bin Mas'ud begitu cungkring tubuhnya, hingga pernah mendapat olokan ketika beliau memanjat pohon kurma hingga terlihat betis kecilnya...namun begitu berarti beliau bagi Rasululloh SAW hingga Rasul pun bersabda. " Betis Abdulloh bin Mas'ud ada di surga....amin,semoga mimpi bacaan Abdulloh bin Mas'ud kalian semua. Saya mengambil random ayat dalam an Nisa' ayat 171, dengan menitik beratkan ketauhidan dalam Islam yang mendapat perlawanan Politheisme Yahudi-Nasrani.
Nasrani dengan konsep trinity nya membuat sistim ketuhanannya batal dan mirip Trimurti dalam hindu. Begitu pula Yahudi memasukkan Azar sebagai putra Tuhan . Tawheed Islam mendapat perlawanan abadi sepanjang zaman. Dengan hadirnya zionisme dan salibisme mencuatkan isu IRHAB (terorisme) terhadap tawheed islam. Hingga al qur'an pun dijadikan barang bukti tindak terorisme...Gila !!!!. Adanya GHULUW ( tuduhan yang berlebihan) terhadap umat islam sebagai dalang terorisme membuat geliat dakwah islam terdikotomikan. Siapa teroris sebenarnya??? dialah kolonialisme, kapitalisme, komunisme ,liberalisme dan sayap sayap kanan dan kiri dogmatis yang tidak berperikemanusiaan, termasuk ZIONISME !!!
MUJASSIMAH AL-YAHUDIYAH YANG DIHIDUPKAN OLEH AL-WAHABIYAH.
BIN BAZ AL-WAHABI PADA KITAB TERSEBUT TELAH MEMUJI AQIDAH TAJSIM YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK.
BIN BAZ AL-WAHHABI AKIDAH TAJSIM (2)
DI SAMPING ADALAH ISI KANDUNGAN KITAB WAHABI TADI YANG DIAKUI OLEH BIN BAZ AL-WAHABI MENYATAKAN AQIDAH MEREKA BAHWA ALLAH SERUPA DENGAN MANUSIA DAN SERUPA DENGAN SEGALA MAKHLUK-MAKHLUKNYA SERTA WAHABI MENGUNAKAN HUJAH DARI YAHUDI KITAB TAURAT (MUHARRAFAH) YANG TELAH DITUKAR DAN DIUBAH.
PERHATIKAN YANG DIGARISBAWAHI MERAH MEMBAWA MUJASSIMAH AL-YAHUDIYAH YANG DIHIDUPKAN OLEH AL-WAHABIYAH.
OVERLEAPING KITAB AQIDAH
AQIDAH WAHABI
WAHABI MENYEBUT “ALLAH SERUPA DENGAN NABI ADAM”.
AQIDAH SESAT WAHABI :
” ALLAH SERUPA, SAMA & SEPERTI NABI ADAM “
INI ADALAH COVER MUKA DEPAN KITAB AQIDAH WAHABI YANG BERJUDUL: “AQIDAH AHL IMAN FI KHOLQI ADAM ‘ALA SURATIR RAHMAN”. (.(AKIDAH ORG YG BERIMAN DLM MENJELASKAN PENCIPTAAN ADAM MENGIKUT GAMBARAN ALLAH YG MAHA PENYAYANG)
KARYA : SYEIKH HAMUD YANG DIREKOMEN ABDUL AZIZ BIN BAZ
Aqidah Islam yang benar menyebutkan bahwa Allah tidak menyerupai makhlukNya.
Sedang Aqidah wahabi adalah ruh akidah Yahudi, karena Yahudi juga menyebut Allah Berbentuk dan Allah mencipta manusia seperti rupa parasNya.
Yahudi menyebut فخلق الله الانسان على صورته
dan Yahudi juga mengatakan على صورة الله خلق (Alloh mencipta manusia seperti parasNya)
dan Yahudi juga mengatakan على صورة الله خلق (Alloh mencipta manusia seperti parasNya)
Kedua-dua aqidah yahudi itu amat jelas menyatakan Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah. Wahabi juga beraqidah sedemikian.
BIN BAZ AL-WAHABI DAN AQIDAH TAJSIM
WAHABI MENGUNAKAN HUJAH DARI YAHUDI KITAB TAURAT (MUHARRAFAH) YANG TELAH DITUKAR DAN DIUBAH.SENDIRI. INILAH AQIDAH MUJASSIMAH AL-YAHUDIYAH YANG DIHIDUPKAN OLEH AL-WAHABIYAH.
Friday, January 27, 2012
MONOTHEISME 99 versus SATANIS 666
Membaca surah al 'Araf begitu sejuk, apalagi didaulat surat tersebut untuk merayu Tuhan dengan Asmaul Husna (The beautiful name of Alloh Azzawajallah). Al 'Araf ayat 180 menyemburkan bilangan monotheisme 99 melawan simbologi satanis 666.
"ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH S.W.T.), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu." - (Surah Al-A'raf:180).
Rayulah Tuhanmu dengan do'a berformulakan ASMAUL HUSNA. Barangsiapa yang hafal 99 nama Allah, maka dijanjikan Surga sebagai balasannya. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga.” Sahih Bukhari.
Sedang 666 hanyalah isapan jempol yang tak mengandung apa apa, baik itu menyangkut trend setter ataupun sudut numerologi. Setan itu lemah !!!
Menggauli asmaul husna sangat cocok untuk menjemput malam pada reka'at qiyamul layl. Mewiridkannya dengan tenang akan membawa kita pada keadaan nyaman. Guyuran rahmah Insyaalloh akan mengucur deras. Yakinlah. sedang numerrologi 666 tak membawa kegagahan sedikitpun. boleh diadu di jalanan. Yang ada hanya sugesti sesaat, bukan sebuah lindungan paripurna dari kekuatan bayt el izzah, langit dunia yang dipenuhi malaikat malaikat pembela muslimin, ataupun perlindungan langsung dari el Arsy the Akbar Throne, di sisi Nya. Selamat mencoba mewiridkan dalam menjemput qiyamul layl....
QUOTA FRONT LINER TERBATAS, TIDAK SEMUA HARUS DI GARDA DEPAN
Makna sebuah perjalanan lain yang tak kalah penting dari sebuah refleksi Isra' mi'raj. Perjalanan dalam sebuah kelengkapan kekuatan pendukung Pasukan Rasullloh SAW. Kekuatan yang mungkin kurang terlihat perannya karena memang tidak berada di FRONT LINE sebuah perempuran.
Tak terhitung lagi banyaknya literatur sirah nabawiyah yang bercerita tentang kontribusi para sahabat Rasulullah SAW, namun penting juga untuk menelisik informasi yang ada tentang kontribusi para shahabiyah (sahabat wanita) Rasulullah. Di antara sekian banyak dari mereka, salah satunya adalah Nusaibah binti Ka’ab r.a. Beliau beserta kelurganya sebagai pelopor kekuatan SAR dan Medik Pasukan Rasululloh. Banyak kitab hadits dan sirah yang menceritakan tentang Nusaibah atau dikenal dengan julukan ‘Ummu Imarah.’ Setelah mendengar Islam dan mengetahuinya, wanita yang memeluk Islam pada permulaan Islam muncul ini ikut pergi bersama kaum lelaki dari Madinah ke Makkah untuk bergabung dengan komunitas muslim di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW. Nusaibah menjadi salah satu shahabiyah terkemuka yang disegani banyak orang, karena superioritasnya, terutama keberanian ketika membela Rasulullah pada Perang Uhud. Nusaibah kemudian menjadi salah satu shahabiyah terkemuka yang disegani banyak orang. Hal ini dikarenakan superioritasnya, terutama keberanian yang didemonstrasikannya ketika membela Rasulullah pada Perang Uhud. Ketika itu, pada perang tersebut dia bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting dalam bidang humanitarian. Bersama para wanita lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit muslim dan mengobati mereka yang terluka.menerobos desing anak panag dan gemerincing pedang.
Tuesday, January 24, 2012
Manipulasi rasa takut, bekal duel mujahid.
Rasa takut nikmat Alloh, dgn takut maka mengalirlah doa' doa' mustajabah dr lisan kita untk meminta perlindungan dan pertolongan Alloh (nasrulloh). Apalagi rasa takut diimbangi dgn harap (roja') kpd Alloh Azzawajallah, maka jadilah hybrid kehambaan yg mulia. Rasa takut bila dimanipulasi dgn tepat, maka akan menjadikan tenaga positif bg bekal mujahid dlm duel, apapun bentuk duelnya (fisik ataupun psikis).
Rasa takut dikontrol oleh bagian otak yg disebut Amigdala. Bagian ini yg menentukan sikap 'berani' ato 'mundur. Amigdala memicu kerja kardiovaskular dan neotransmitter, hingga bila takut kerja jantung meningkat dan saraf menjadi tegang. Manipulasi rasa takut untk menjadi berani dgn cara menyemprotkan adrenalin lebih besar. Salah satu caranya dgn berdzikr dan doa. Dgn dzikr dan doa otomatis ada gerak pd tubuh sbg pengganti 'jogging'. Sebab salah satu cara meningkatkan adrenalin dgn menggerak gerakkan otot tubuh. Itu sebabnya petarung duel selalu bergerak gerak dulu sebelum maju ke medan laga.
Hal ini dpt kita lihat dlm sirah perang khandaq, dimana rasul saw tidak langsung menyuruh ali ra untk melayani duel ibnu abda waab. Rasul saw menyuruh ali ra duduk berkali kali saat ali ra bangkit untk memenuhi tantangan. Secara implisit gerakan bangkit dan duduk dgn repetisi atau pengulangan adalah tindakan untk meningkatkan semprotan adrenalin. Hingga kerja amigdala otak terhambat. Dan tentunya doa dan dzikir sbg pendukung keberanian. Salam satu jari !
Rasa takut dikontrol oleh bagian otak yg disebut Amigdala. Bagian ini yg menentukan sikap 'berani' ato 'mundur. Amigdala memicu kerja kardiovaskular dan neotransmitter, hingga bila takut kerja jantung meningkat dan saraf menjadi tegang. Manipulasi rasa takut untk menjadi berani dgn cara menyemprotkan adrenalin lebih besar. Salah satu caranya dgn berdzikr dan doa. Dgn dzikr dan doa otomatis ada gerak pd tubuh sbg pengganti 'jogging'. Sebab salah satu cara meningkatkan adrenalin dgn menggerak gerakkan otot tubuh. Itu sebabnya petarung duel selalu bergerak gerak dulu sebelum maju ke medan laga.
Hal ini dpt kita lihat dlm sirah perang khandaq, dimana rasul saw tidak langsung menyuruh ali ra untk melayani duel ibnu abda waab. Rasul saw menyuruh ali ra duduk berkali kali saat ali ra bangkit untk memenuhi tantangan. Secara implisit gerakan bangkit dan duduk dgn repetisi atau pengulangan adalah tindakan untk meningkatkan semprotan adrenalin. Hingga kerja amigdala otak terhambat. Dan tentunya doa dan dzikir sbg pendukung keberanian. Salam satu jari !
AL IRHAB AL GHULUW dalam TRINITY-ZIONIS
Menghabiskan an Nisa' dengan pertahanan nafas perut (abdominal respiratory) yang tangguh adalah senjata ampuh teknik membaca tartil dengan rentetan bacaan Ghunnah (Mendengung) dan tanda Waqaf (pemberhentian) yang panjang. Inspirasi dan ekspirasi oksigen ke paru-paru (pulmones) dengan dukungan kontraksi otot-otot diafragma dan rongga dada, semakin membuat kita bersyukur atas karunia oksigen bumi. Tidak bisa ku bayangkan bagaimana dahsyatnya bacaan Abdullah bin Mas'ud hingga dapat pujian dari Rasululloh SAW, dan bagaimana sikap malunya Abdullah bin Mas'ud ketika didaulat Rasululloh SAW untuk membacakan al Qur'an kepada beliau. Sambil berkata, "bagaimana saya membacanya, sedang al Qur'an diturunkan langsung kepada anda wahai rasululloh", Subhanalloh begitu rendah hatinya Abdulloh bin Mas'ud. Ya Alloh mimpikan kami mendengar bacaan Abdulloh bin Mas'ud ra....Ya Alloh Abdulloh bin Mas'ud begitu cungkring tubuhnya, hingga pernah mendapat olokan ketika beliau memanjat pohon kurma hingga terlihat betis kecilnya...namun begitu berarti beliau bagi Rasululloh SAW hingga Rasul pun bersabda. " Betis Abdulloh bin Mas'ud ada di surga....amin,semoga mimpi bacaan Abdulloh bin Mas'ud kalian semua. Saya mengambil random ayat dalam an Nisa' ayat 171, dengan menitik beratkan ketauhidan dalam Islam yang mendapat perlawanan Politheisme Yahudi-Nasrani. Nasrani dengan konsep trinity nya membuat sistim ketuhanannya batal dan mirip Trimurti dalam hindu. Begitu pula Yahudi memasukkan Azar sebagai putra Tuhan . Tawheed Islam mendapat perlawanan abadi sepanjang zaman. Dengan hadirnya zionisme dan salibisme mencuatkan isu IRHAB (terorisme) terhadap tawheed islam. Hingga al qur'an pun dijadikan barang bukti tindak terorisme...Gila !!!!. Adanya GHULUW ( tuduhan yang berlebihan) terhadap umat islam sebagai dalang terorisme membuat geliat dakwah islam terdikotomikan. Siapa teroris sebenarnya??? dialah kolonialisme, kapitalisme, komunisme ,liberalisme dan sayap sayap kanan dan kiri dogmatis yang tidak berperikemanusiaan, termasuk ZIONISME !!!
Monday, January 23, 2012
MAKAR KEPADA ALLOH AZZAWAJALLAH, SUBVERSIF TINGKAT AKUT
Al A'raf termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). the Heights ( al 'araf), tempat-tempat tertinggi, seperti mendaki tempat tempat tertinggi,namun bukan Genting Highland Malaysia yang pernah saya kunjungi, ataupun puncak Mahameru yang telah ku pijak beberapa kali. Disini tidak ada Frost bite (Hipotermia) ataupun phobia ketinggian (acrophopia).
Fokus pada ayat 96 - 100 dengan memperhatikan amanah dari tempat tempat tertinggi yang penuh dengan kemuliaan, dimana Alloh azzawajallah memuliakan hambanya. Hamba hamba yang tidak melakukan MAKAR dan MUNGKAR. Pengertian makar tak selalu terdikotomi dalam perspektif politik, atau daya upaya subversif menggulingkan TAHTA (THRONE) yang sah. Akan tetapi, makar secara umum dipahami sebagai DAYA UPAYA (FORCE) atau perbuatan jahat / persekongkolan jahat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau rahasia (al-sa`yu fi al-fasad khufyah) untuk membahayakan atau mencelakakan orang lain.
Termasuk Yahudi yang terkenal sebagai SUBVERSIF terhadap nabi nabi mereka sendiri. Persekongkolan demi persekongkolan untuk membunuh nabi-nabi mereka. LAKNAT !! Perbuatan makar tak hanya ditujukan kepada manusia, namun juga disandarkan kepada Alloh Azzawajallah. Namun Allah Azzawajallah adalah sebaik-baik pelaku makar, membalik perbuatan SUBVERSIF mereka menjadi AZAB pedih. Janganlah bermakar, baik intensitas kecil atau akbar.Intanshurullaaha yanshurkum, siapa yang menolong agama-Nya, ia akan ditolong oleh-Nya.Wa makaruu wamakarallaah, wallaahu khairul maakiriin. Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu, Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Fokus pada ayat 96 - 100 dengan memperhatikan amanah dari tempat tempat tertinggi yang penuh dengan kemuliaan, dimana Alloh azzawajallah memuliakan hambanya. Hamba hamba yang tidak melakukan MAKAR dan MUNGKAR. Pengertian makar tak selalu terdikotomi dalam perspektif politik, atau daya upaya subversif menggulingkan TAHTA (THRONE) yang sah. Akan tetapi, makar secara umum dipahami sebagai DAYA UPAYA (FORCE) atau perbuatan jahat / persekongkolan jahat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau rahasia (al-sa`yu fi al-fasad khufyah) untuk membahayakan atau mencelakakan orang lain.
Termasuk Yahudi yang terkenal sebagai SUBVERSIF terhadap nabi nabi mereka sendiri. Persekongkolan demi persekongkolan untuk membunuh nabi-nabi mereka. LAKNAT !! Perbuatan makar tak hanya ditujukan kepada manusia, namun juga disandarkan kepada Alloh Azzawajallah. Namun Allah Azzawajallah adalah sebaik-baik pelaku makar, membalik perbuatan SUBVERSIF mereka menjadi AZAB pedih. Janganlah bermakar, baik intensitas kecil atau akbar.Intanshurullaaha yanshurkum, siapa yang menolong agama-Nya, ia akan ditolong oleh-Nya.Wa makaruu wamakarallaah, wallaahu khairul maakiriin. Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu, Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Gelombang Betha dan Death Metal
Sholawat dan Salam tetap tercurahkan kepada the great Commander of Qital, el Mustafa Rasululloh SAW. Otak adalah anugera Azzawajallah Robb el Izzah, semestinya kita maksimalkan dalam bermilitansi.
Gelombang Betha dengan frekuensi 13 -30 HZ dapat menjadi stimulan pikiran dan motorik kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan data data informasi, membuat koneksi saraf motorik, dan menghasilkan energi cadangan. gelombang otak Beta sangat bermanfaat untuk bermilitansi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.Gelombang otak adalah aliran listrik, sedang konduktor tercepatnya untuk menjangkau saraf motorik adalah dengan stimulan ekstrim atau shorcut. Karakteristik musik death Metal mempunyai hantaran atau konduktor tersebut.
Suara growling yang dalam, gitar yang disetel rendah serta penuh distorsi, bass yang berat, serta drum yang intense dan menderu adalah stimulan dari gelombang otak betha ( Heavily distorted guitars, tremolo picking, deep growling vocals, blast beat drumming, minor keys or atonality, and complex song structures with multiple tempo changes)
Gelombang otak diukur dengan Electroencephalograph (EEG). Frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan betha. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda.
Dan tidak dapat kita pungkiri pula bahwa alunan bacaan al qur'an serta doa-doa dalam sholat adalah yang tertinggi dalam stimulan konsentrasi, yaitu berkisar pada 4-8 HZ atau sering disebut gelombang otak tetha. Mari kita padukan....
KASIH SAYANG DAN TIDAK PADA PEDANG
Memasuki al Anfal (rampasan perang) pastilah membawa kita pada hiruk pikuk perang, samangat hamasah jihady, hamasah qitaly, jihady harby, ghazwah, syahid, dan yang berbau militansi. Perang bagi Islam bukan tujuan utama. Islam suka damai, Islam halus perasaan, Islam toleransi tingkat tinggi, islam kasih sayang tingkat tinggi. Engkau lihat bagaimana Rasululloh SAW yang sangat super hiper halus perasaannya.
Bagaimana Rasululloh SAW berhias ahlaq mulia, bagaimana Rasululloh SAW selalu berderai air mata, sebuah parameter kehalusan budi. Pemahaman jihad yang instan membuat jiwa jiwa kasar dan keras. Pemahaman jihad yang prematur membuat simpangan simpangan liar yang pragmatis. Bukan hanya pada pedang Islam mulia, namun pada kasih sayang Islam tumbuh. Hingga pada syariat urutan pertama yang ditawarkan pada orang kafir Harby adalah "tawaran" untuk bersyahadat atau tunduk patuh, dan bukannya langsung hajar pakai pedang. Itu membuktikan Islam cenderung damai dan halus.
Bagaiamana rasululloh SAW memberikan harta rampasaan perang (Ghanimah) kepada Muhajirin dan beliau memilih pulang kembali ke Madinah dengan kaum Anshar, bukti bahwa Rampasan perang bukan tujuan utama......sampah dunia, sabda beliau. Subhanalloh. Bagaimana pula Rasululloh SAW dihajar di Thaif dengan hujan bebatuan, bukannya ia menerima tawaran Jibril untuk menimpuk kembali dengan jabal uhud, namun Rasululloh memilih opsi ampunan bagi penduduk Thaif. Jangan dijadikan hamasah qitaly (semangat jihad) sebagai gaya gayan atau trend setter, namun tempatkan jihad pada porsi yang tepat dan syar'i diatas akhlak al karimah. Kita bukan umat Barbar, namun jika jihad sudah terporsi dan terquota, kitapun berani maju dengan gagah berani. Allohuakbar !!!!
Bagaimana Rasululloh SAW berhias ahlaq mulia, bagaimana Rasululloh SAW selalu berderai air mata, sebuah parameter kehalusan budi. Pemahaman jihad yang instan membuat jiwa jiwa kasar dan keras. Pemahaman jihad yang prematur membuat simpangan simpangan liar yang pragmatis. Bukan hanya pada pedang Islam mulia, namun pada kasih sayang Islam tumbuh. Hingga pada syariat urutan pertama yang ditawarkan pada orang kafir Harby adalah "tawaran" untuk bersyahadat atau tunduk patuh, dan bukannya langsung hajar pakai pedang. Itu membuktikan Islam cenderung damai dan halus.
Bagaiamana rasululloh SAW memberikan harta rampasaan perang (Ghanimah) kepada Muhajirin dan beliau memilih pulang kembali ke Madinah dengan kaum Anshar, bukti bahwa Rampasan perang bukan tujuan utama......sampah dunia, sabda beliau. Subhanalloh. Bagaimana pula Rasululloh SAW dihajar di Thaif dengan hujan bebatuan, bukannya ia menerima tawaran Jibril untuk menimpuk kembali dengan jabal uhud, namun Rasululloh memilih opsi ampunan bagi penduduk Thaif. Jangan dijadikan hamasah qitaly (semangat jihad) sebagai gaya gayan atau trend setter, namun tempatkan jihad pada porsi yang tepat dan syar'i diatas akhlak al karimah. Kita bukan umat Barbar, namun jika jihad sudah terporsi dan terquota, kitapun berani maju dengan gagah berani. Allohuakbar !!!!
BATALION TEMPUR KE 4 (ANGEL TROOPS)
Memulai bacaan surah at Taubah tanpa BASMALAH membuat surat ini istimewa. Memang sepertinya hambar Ta'awwudz tanpa basmalah, tapi itulah al Qur'an yang agung sepertinya mencubit kita untuk lebih memperhatikan ruh surah pengampunan ini (at Taubah). Kitapun sami'na wa atho'na terhadap pencabutan BASMALAH tersebut. Surah at Taubah sering dihubungkan dengan konsep tauhid tentang berloyalitas dan berlepas tangan dan sering dibahas dalam kajian kajian Tauhid dgn judul al wala dan al baraa dan memang tergambar pada ayat awal surah. Namun kali ini saya akan menyorot asbabul nuzul surah yang berhubungan dengan pengembangan militer modern ala Rasululloh SAW terhadap entitas berdaulat Madinah. Alloh Azzawajallah menganugerahkan kemampuan taktik perang yang hebat kepada kekasihNya, Muhammad SAW. Juga memberikan alur indah tentang pertahanan militer dalam sebuah rangkaian hikmah sirr dan jahr pada masa dakwah makiyah dan madaniyah. Dari sebuah kekuatan sporadis dan parsial kepada kekuatan utuh dan tangguh. Dari sebuah ekspedisi-ekspedisi militer kecil kecilan (Intruder troops) hingga pada kekuatan akbar (full armament troops). Hali ini terbukti dengan terbentuknya sebuah FINAL COMBATANT (militer) yang tangguh dengan kekuatan 30.000 pasukan infanteri dan 10.000 pasukan kavaleri. Sebuah jumlah yang memenuhi quota militer modern (Military Quota Operation) dalam menghadapi kekuatan Romawi pimpinan Herkules dalam perang Tabuk pada waktu itu. Pembentukan pasukan yang sesuai dengan pola pertahanan modern dengan mencakup komponen utama, cadangan dan pendukung dalam sebuah operasi militer.
Satu lagi kekuatan yang tidak dimiliki oleh pasukan atau kekuatan militer manapun, yaitu batalion tempur langit (Angel Troop). Batalion tempur ke empat ini pastilah sudah mencakup dan dilengkapi kemampuan 3 matra militer (darat,laut,udara). Ini yang membedakan Angatan Perang Madinah dengan kekuatan tiran pada waktu itu. Dengan kekuatan tempur 10.000 pasukan malaikat, subhanalloh...... , kaum muslimin dapat menghancurkan benteng benteng Tabuk. Kekuatan ini merupakan Nasrulloh, pertolongan dari Alloh Azzawajallah, yang juga diturunkan pada perang Khandaq dan Badr. Di masa modern juga sering muncul di bumi bumi jihad seperti afghanistan dan Palestina. Subhanalloh..... kitapun berhak memanggil mereka.
PEDIH PERIH RASULULLOH SAW
Ta'awwudz- ku memasuki Surah Hud, disambung dengan indah Basmallah, seakan ingin dan berusaha menyambung alam malakut. Tapi bukan hal yang mudah membuka gerbang alam malakut, apalagi diri penuh dosa dan kerak kerak ujub. Ketika kita buka Al Qur'an dan membacanya, kitapun seperti dihadapkan pada tabir tabir yang menghalangi ke alam malakut. Mulai dari pecah konsentrasi alias sibuk merunut bacaaan yang kadang kita tak lancar, sibuk mengernyitkan dahi ketika berhadapan dengan rentetan Tajwid, megap-megap mengatur nafas ketika berhadapan dengan bacaan panjang nan melengking, arti ayat per ayat, tafsir ayat per ayat. Belum lagi suasana ruangan yang dipenuhi dengan hiruk pikuk duniawi.
Bukan mengendurkan semangat tartil, namun begitu kenyataan jika dibanding dengan yang hafal, minim hafal pada surah yang dibaca. Di situlah ada kesempatan membuka alam dan gerbang malakut, melakukan komunikasi semi verbal kepada Alloh azzawajallah. Para Hufadz sering dengan tiba tiba menangis, bergemuruh dada, ataupun mengalami euforia ketika menapak ayat demi ayat. sungguh pemandangan yang indah, ketika apa yang kita baca langsung merefleksi pada asbabul nuzul ayat, seolah kita terlibat didalamnya. Disinilah perasaan dan jiwa terlibat dalam rentet kisah indah Sirah Nabawiyah. Sebaik baik penghayat Sirah nabawiyah adalah mereka yang hafal al Qur'an, Subhanalloh.
Kembali pada surah Hud. Kita sudah sering mendengar kajian tentang surah Hud. begitu pila tafsir-tafsirnya yang secara dominan menyorot bagaimana kisah Nabi Hud dan kaumnya. Namun kali ini saya akan menyorot isi minoritas surah ini bagaimana pedih perih Rasululloh SAW yang tercermin di masa akhir hayat Beliau. Mulai dari kesedihan dan kepedihan tentang sakitnya, tentang galau visinya tentang umat akhir zaman. beliau begitu peduli. sangat peduli.
Bagaimana sopan santun malaikat pencabut nyawa ketika berdialaog dengan Rasululloh SAW. Seolah mengetahui beban pasca kematiannya kelak. Umat...ya Umat akhir Zaman yang beliau cintai. Bagaimana halus perasaan Rasululloh SAW, seakan mengetahui kebingunan umat akhir zaman, dimana mereka mengadu, berkeluh kesah, membagi kesedihan. Umat yang tidak secara langsung melihat beliau, ummat yang tidak bersama beliau semasa hayatnya tapi begitu mencintai beliau, benar benar mencintai......andai rasululloh SAW disisin kalian, pasti ia langsung memeluk kalian. Kalian yang mencintainya, kalian yang mentauladaninya. Beliau pasti menyayangi kalian. kalian yang berjibaku dalam menghidupkan sunnah sunnahnya, kalian yang pontang panting mencontoh suri tauladannya, kalian yang jatuh bangun membelanya,kalian yg tak pernah jumpa dengan beliau. Kalian yang susah payah merapal do'a do'a agar dipertemukan dalam mimpi. Subhanalloh kalian yang mencintainya, walau tanpa pernah melihatnya, tanpa pernah bersamanya. Pedih hati Rasululloh SAW, tanpa bisa langsung membimbing kalian semua. Itulah tangis yang tergambar di akhir hayatnya, bukan warisan yang ia pikirkan, bukan anak anaknya, bukan istri istrinya, tapi kalian !!!!Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad.
AKADEMI LEBAH MILITER
Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Azzawajallah yang telah menciptakan 7 spesies Lebah Madu, sebagaimana Dia telah menciptakan Tujuh Petala Langit tanpa tiang. Pada Tadarus day 22 ini saya akan melibatkan segala apa yang dapat kita ambil dari kebesaran surah An Nahl. Sebuah surah Makkiyah dengan mengangkat filosofi Akademi Lebah Militer. Sebuah koloni maha dahsyat dari Genus Apis. Sebuah Akademi Militan yang bekerja sama dalam membentuk sebuah sarang (Qoryah) dengan bahan bahan pilihan (Nektar Bunga). Sebagaimana juga kita sebagai Koloni Muslim (Berjama'ah) harus dibangun dengan sistim koloni (Bersatu) serta dikuatkan dengan hal hal yang baik (Akhlaqul karimah dan Syariat Islam ).
Membentuk sebuah koloni muslim (bak koloni lebah) yang baik bukanlah hal yang mudah, karena kita adalah mahluk sosial yang rentan dengan perubahan dan konflik. Diperlukan qiyadah yang tangguh, sebagai mana ratu lebah yang mengatur para lebah pekerja. Koloni yang besar dipupuk dari hal paling mendasar, yaitu individu individu pendukung sebuah koloni (Jundiyah). Jadi ringkasnya diperlukan Qiyadah wal jundiyah pilihan. Qiyadah dan jundiyah yang baik memerlukan proses yang panjang sebagaimana lebah melakukan proses penyerbukan (polenasi) hingga menghasilkan madu. Dimulai dari pemilihan bahan baku yang baik (halalan thoyyiban), sebagaimana lebah memilih bunga bunga. Apa yang kita makan adalah faktor sederhana namun penting di dalam membentuk pribadi pribadi jundiyah dan qiyadah yang tangguh dan berkah. Makanan haram menghambat keberkahan pertumbuhan jasmani dan rohani. Mulailah dari makan yang baik dan halal walau sedikit dan kasar.
Akademi militer lebah mengajarkan kita untuk perfilosofi urgensi pada "proses" dan bukan pada "hasil". Tiada guna hasil tertargetkan namun kita menghalalkan segala cara. Sebagaimana nasehat filosofis sunan Bonang kepada sunan Kalijaga, ketika Sunan Kalijaga masih menjadi Brandal Lokajaya yang ingin membantu rakyat tertindas dengan jalan merampok. Hasil rampokan dibagikan kepada kaum tertindas, namun sunan Bonang tidak setuju dengan hal tersebut, karena memang kebaikan tidak bisa dicampuradukkan dengan hal yang bathil.
Dengan individu yang berdisiplin dalam pemilihan makan yang halalan thoyyiban maka nanti akan otomatis akan tersaring seorang Qiyadah (pimpinan) dari Jundi jundi koloni tersebut pula. denagn begitu sangat mudah membentuk sebuah koloni (Qoryah) Islamiyah. Makanan hal sepeleh namun sangat mempengaruhi keberkahan darah dan daging kita. Makan yang halalan thoyyiban akan memberikan ruh berkah pada jiwa raga. Sebuah pembangunan koloni yang dimulai dari hal sepeleh, yaitu makanan. Sebagaimana lebah yang juga membangun koloni dari sebuah pemilihan hal hal yang baik dan bermutu. Mari kita mulai dari diri pribadi (jundiyah) dengan menghidangkan makanan yang halalan thoyyiban walau sedikit ataupun kasar untuk menghasilkan Kepemimpinan (Qiyadah) bermutu hingga dapat membentuk kolonoi (Qoryah) yang baik pula.
KITAB NAZHOM AQIDATUL AWWAM-SAYYID AHMAD AL MARZUQY
RINGKASAN KITAB NAZHOM AQIDATUL AWWAM oleh SAYYID AHMAD AL MARZUQY
..................................\m
Pemahaman Tauhid bagi seorang muslim adalah mutlak benar dan lurus. Aqidah Ahlus sunnah wal jama'ah yang digadang gadang sebgai firqotun najiyyah diharap mampu membumi hanguskan Zionis dan para thaghut lainnya. Kemurniannya harus dijaga, hingga pada fitnah fitnah dari pihak wahaby, selir Zionis.
Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:
1. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan
2. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية)
Adapun Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:
a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt: wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama’ (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu ‘aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami’an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).
b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: ‘adam (tidak ada), huduts (baru), fana’ (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), ‘adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta’addud (berbilang), ‘ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), ‘ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu ‘ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a’ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).
c. 1 sifat yang ja’iz bagi Allah swt.
Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:
a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).
b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).
c. 1 sifat yang ja’iz bagi para Nabi dan Rasul.
DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:
1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dsb.
2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.
3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.
4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.
5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.
6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya’ ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra’ ayat 42-43.
7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.
8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.
9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An’am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.
10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.
11 & 12. Dalil sifat Sama’ (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.
13. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A’raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.
Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:
1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.
2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.
3. Sifat Ma’ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma’ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam.
4. Sifat Ma’nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.
DALIL-DALIL SIFAT JA’IZ BAGI ALLAH
a. QS Al-Qashash ayat 68
b. QS Al-Imran ayat 26
c. QS Al-Baqarah ayat 284
Saturday, January 21, 2012
AUTOKRASI IBLIS
Secara umum surah al Hijr menjelaskan bagaimana kaum Tsamud kena azab. Sebuah kaum yang mempunyai keahlian membuat pahatan yang indah dan super meda pada tebing tebing batu. Kaum Tsamud yang didakwahi nabi Shaleh membuat makar makar terhadap perintah Alloh Azzawajallah. Makar yang dilakukan adalah manifestasi dari AUTOKRASI IBLIS saat berdialog dengan Alloh Azzawajallah. Kaum Tsamud seolah mendapatkan iliuminati AUTOKRASI dari iblis dengan melawan dan menentang dakwah nabi Shaleh.
AUTOkRASI IBLIS merupakan makar perintah sujud saat didaulat untuk menghormat pada mahluk ciptaan Alloh lainnya yaitu MANUSIA. Dengan entengnya makar tersebut diwujudkan dalam wacana arogansi yang terfokus dari bahan dasar penciptaan manusia. Ya... materilah yang menjadi awal makar sang IBLIS. Iblis menilai sisi materi tanah dengan api. IBLIS mengirah bahwa kemuliaan tergantung pada PROTOTIPE penciptaan. Dan ia salah...... Kemuliaan yang diharapkan dan diperintakan oleh Alloh azzzawajallah adalah TAAT. Bukan pada PROTOTIPE penciptaan. Iblis menilai API lebih baik daripada TANAH. Entah pertimbangan TITIK DIDIH ataupun daya FLOUROSENCE / ILLUMINATI dari API. Kesalahan fatal telah terjadi. Bukan malah melaksanakan perintah ALLLOH, malah mengadakan pembangkangan atau AUTOKRASI kekuasaan, yang berartipula telah mengadakan kekuasaan baru. IBLIS tidak sadar bahwa posisinya sebagai SUBORDINAT, kini mencoba untuk mengadakan makar terhadap kekuasaan ORDINAT.
Itulah kisah tragis AUTOKRASI IBLIS terhadap THRONE yang maha Tinggi, al Arsy.Surah al Hijr mengajarkan kita untuk selalu taat terhadap kekuatan maha besar yang merupakan ORDINAT dari SUBORDINAT penciptaan. Pelajaran kedua adalah KEMULIAAN bukan diukur dari PROTOTIPE penciptaan, tapi TAAT lah yang menjadi PARAMETER kemuliaan. Moga bermanfaat . AMIN.
Sebenarnya siapa Ghurabbah Ideal itu ?
Mempredikati ghurabbah secara autokrasi adalah hal yang baik. Sedang justifikasi ghurabbah secara autokrasi adalah premature. Subhanalloh, ghurabbah adalah sikap dengan tingkat keterasingan tinggi dan mulia di dalam berlepas diri (baraah) terhadap hal yang mungkar. Bentuknya pun variatif, sevariatif pernik kehidupan. Mulai dari sikap diam, merenung, aksi kata, hingga tindakan gerak aktif. Semua bernilai dan berhak mendapat dukungan.
Justifikasi ghurabbah biasanya terpancing pada aktualisasi gerak nyata. Parameter yang kurang tepat jika gerak motorik aktif menjadi ukuran kepekatan ghurabbah. Jangan lupa mereka yang diam merenung berpikir keras dalam menyajikan sikap ghurabbah nya lewat aktualisasi non gerak aktif. Berkonsep juga merupakan sikap ber- ghurabbah, bernasehat-nasehati leawt lisan dan tulisan juga merupakan sikap ber - ghurabbah. Berdo'a dan dzikrulloh adalah juga sikap ber - ghurabbah.
Ingat lingkungan juga mempengaruhi model ghurabbah anda. Yang terkungkung dalam pasung sistim thaghut biasanya ber ghurabbah model ghazwul fikr, wajar mereka masih lemah dalam kekuatan hantam tempur. Apakah rendah mereka ? oh... tidak. Rasululloh SAW pun pernah ber-ghurabbah model ini (Sirri)/fase Makkiyah. Modelnya terlihat saat beliau tak bisa berbuat apa apa ketika Bilal disiksa, sebelum turun pertolongan Alloh, dengan penebusan oleh abu Bakr as shiddiq.
Beliau juga tidak berbuat apa-apa ketika Summaiyyah di siksa, Ammar Yassir yang disalib. fase seperti ini yang tepat dalah konsolidasi kekuatan, ghazwul fikr, pembinaan dan tarbiyah yang disiplin atas dasar dasar perjuangan. Sedang kekinian dapat kita lihat model model muqowwamah di Indonesia, Malaysia, Mesir dan lain lain. Letupan pada fase ini biasanya diidentifikasi adanya letupan yang bernama tindakan Istisyhad, atau aksi mencari syahid individual. apakah salah berghurabbah model istisyhad ? oh tidak.... Rasululloh SAW membenarkan tindakan Umar bin Khatab untuk ber "Duel" dengan jago jago kafir Mekkah. Namun Rasullulloh SAW lebih memilih hikmah dan Hilmi (Kesabaran Terkontrol) untuk tetap sirri (Sembunyi sembunyi ) dalm fase Makkiyah. Beliau disadarkan wahyu bahwa selanjutnya akann datang secara otomatis dalam urutan logis, yaitu fase madaniyah atau fase hajar hantam. fase ini terbentuk alamiah setelah mempunyai kekuatan, khususnya sayap sayap militer. Ber Ghurabbalah sesuai kemampuan dan sadar fase. itu lebih nabawiyyah dan alamiah. Takdir dari arasy pun akan dengan sendirinya memenangkan berkat rahmat dan rahimnya. selamat ber ghurabbah......... Yang Haq hanya Alloh azzawajallah. Moga aku tidak salah menulis ini.
Militansi khuruj wassabil
Perjalanan adalah siksaan. Hadits pun menerangkan spt itu. Akan banyak friksi, pengurangan energi, konsumsi metabolisme, kinetika, potensial gravitasi, thermokimia dan lain lain. Sebaik baiknya khuruj wassabil adalah fiisabilillah dgn berjuta variannya, berjihad, mujahadah, muhadloroh, muhasabah, taklim wa ta'lum banyak duech... Yang penting pastikan perjalanan anda ada di jalan Alloh..... Sedang yang terekstrim yg pernah kita miliki dlm rekam sejarah adalah ... Isra' dan Mi'raj, tiada tertandingi...
Amaliyah Istisyhadiyah wal Istihariyah fii Harakah
Salam Satu Jari ! Penggembosan ruhul jihad lewat 'Green Menace Operation' (stigmasi islam adalah ancaman) oleh petarung Ghazwa el Fikr pihak musuh, cukup membuat kokohnya premis mayor dan minor di masyarakat tentang 'bom bunuh diri (suicide bomb) termasuk di dalamnya vest bomb (bom rompi), car bomb (bom mobil), Single Attack Combat (penerobosan individu), Camo Single Prey (pengalihan sasaran), maupun Breaker Gathering (pemecahan konsentrasi). Hujjah yg masyru' (disyariatkan)akan mengembalikan kemuliaan ruhul jihad (el izz el ruhul el jihad) itu sendiri. Rekam sejarah yg dpt dijadikan ma'rifatush shuratil lil mutsulil a' la (rujukan aksi) dalam ma'rifatul hadharatil islamiyati madliyah (sejarah agung muslim masa lalu) akan membuka lebar hujjah yg sebenarnya. Termasuk juga hujjah fiqud waqi ' (faham kondisi) perlu diketahui agar nilai syahid tdk melenceng nilainya. Tidak bisa dibenarkan aksi syahid bom di wilayah konflik yg ndak jelas pemetaan musuhnya. Apalagi wilayah damai spt Indonesia dan area kafir dzimmi lainnya..oh tidak:-). Tetap dgn pertimbangan matang, termasuk untung dan ruginya bagi executor dan detonatornya. Kisah intihariyah dlm sejarah seperti yg dilakukan Bara bin Malik dlm pertempuran Yamamah dlm menembus benteng musuh dgn mengorbankan dirinya dgn cara melemparkan diri melewati tembok benteng guna membuka benteng dari dalam (ini jenis Camo Single Prey) ato pengalihan sasaran,kemudian yg dilakukan oleh Hisyam bin Amar dlm aksi individual menerobos pasukan musyrikin (ini jenis breaker gathering (pemecahan konsentrasi). Apalagi jika dilakukan di area yg sipilnya dipersenjatai spt di wilayah pendudukan Israel. Jenis kombat di atas sangat cocok sekali.:-)
Jidal bil akhsan wal at tadarruj fii 'salam satu jari'
Hal menarik yg dpt kita lihat dlm proyeksi keagungan cahaya tawheed dalam bertadarruj (skala prioritas) yg digeber oleh salah satu komunitas sadar iman ini adalah adanya highlight ringan yg terasa pada set back transetter performa 'gaya ber tabligh,tanzim, tanfidzh' yg mudah diserap dlm kepungan tekanan amuk jaman kekinian. Tanpa memperhatikan jumlah penyuka ataupun simpatisan, dan juga tanpa menyentil absolut ashobiyah, mereka ringan dlm melepas beban 2 jahiliy yg selama ini mereka gauli dlm berjibaku seni dan gaya hidup. Tadarruj ringan cocok untk jiwa jiwa muda yg eksplosif. Semisal daya imune mereka thd pengaruh pendoktrinan wilayah otak kanan oleh persuasif 2 dunia barat dan zionisme. Memang masih banyak kekurangan, termasuk dlm kemampuan jidal bil akhsan (argument counter attack) terutama dari hal hal yg berbasis origin hujjah semisal penyajian asbabul nuzul dan wurudz dlm melimitasi sebuah permasalahan yg berhubungan dgn syar'iyah. Penonjolan sisi kontemporer dan psico-war nampaknya sudah merupakan nikmat dan hikmah dr sebuah penyadaran taubatan nashuha dr para penggemar otak kanan ini. Siapapun tanpa ragu dan sungkan dpt mengekspresikan rasa,karsa,jiwa resistansi kecemburuan agamanya. Tanpa ada pembatasan kopya, baju taqwa, surban ataupun imej imej religi yg mengikat.
PHONOLOGY VS TAJWEED
Saya sering jungkir balik saat menyisir surat an Nisa', bukan karena alergi 'wanita (an Nisa'):-D, tapi karena karakter bacaan yg sulit dan juga ayat ayat yg cenderung panjang dgn tanda akhir berhenti (waqaf) yg panjang pula. Disiplin tajweed benar-benar teruji di surat ini. Kecuali yg sudah hafal penuh, tak ada kesulitan melibas an Nisa'. Perjuangan vokal kita dgn disiplin tajweed memaksa otot otot wajah, mulut dan leher bekerja ekstra keras untk tetap berdisiplin dlm tajweed. Inilah sensasi dr membaca jahr (terang). Disiplin pd makharijul, shifatul,ahkamul huruf adalah sopan santun kita thd al Qur'an. Phonology modern pun ndak ada bandingnya dgn ilmu tajweed. Misal dlm bhs Inggris, walaupun phonology sudah diaplikasikan dan distandarkan dlm International Phonetic Alphabet (IPA),tetap aja ada model British English, American English, Australian English, Afro English,ataupun Singaporean English. Namun dgn tajweed, semua aksen dan gaya bacaan di seluruh dunia dapat disatukan. Bahkan Standard Modern Vowel (SWV) dari phonology modern mengadopsi dari sistem arabic (arab) dan hebrew (ibrani). Ini semua memang sudah diplot dlm ayat ' yaa aiyyuhannaasutaquu robbakumuladzi kholaqokum min nafsi waahidah'. Bahwa penciptaan manusia di bumi adalah dari satu (Adam as) yg kemudian dilengkapi dgn penciptaan bahasa sbg alat komunikasi, bhs berkembang sejalan dgn diversifikasi klan klan yg menyebar di seluruh dunia. Sedang kebanggaan kita muslim adalah Alloh memuliakan bhs Arab sbg bhs surga. Bhs Arab dgn infiltrasi pd al Qur'an sbg media komunikasi wahyu ilahi yg unggul dari phonology bhs dunia manapun.
Subscribe to:
Posts (Atom)









