Saturday, January 21, 2012

Amaliyah Istisyhadiyah wal Istihariyah fii Harakah

Salam Satu Jari ! Penggembosan ruhul jihad lewat 'Green Menace Operation' (stigmasi islam adalah ancaman) oleh petarung Ghazwa el Fikr pihak musuh, cukup membuat kokohnya premis mayor dan minor di masyarakat tentang 'bom bunuh diri (suicide bomb) termasuk di dalamnya vest bomb (bom rompi), car bomb (bom mobil), Single Attack Combat (penerobosan individu), Camo Single Prey (pengalihan sasaran), maupun Breaker Gathering (pemecahan konsentrasi). Hujjah yg masyru' (disyariatkan)akan mengembalikan kemuliaan ruhul jihad (el izz el ruhul el jihad) itu sendiri. Rekam sejarah yg dpt dijadikan ma'rifatush shuratil lil mutsulil a' la (rujukan aksi) dalam ma'rifatul hadharatil islamiyati madliyah (sejarah agung muslim masa lalu) akan membuka lebar hujjah yg sebenarnya. Termasuk juga hujjah fiqud waqi ' (faham kondisi) perlu diketahui agar nilai syahid tdk melenceng nilainya. Tidak bisa dibenarkan aksi syahid bom di wilayah konflik yg ndak jelas pemetaan musuhnya. Apalagi wilayah damai spt Indonesia dan area kafir dzimmi lainnya..oh tidak:-). Tetap dgn pertimbangan matang, termasuk untung dan ruginya bagi executor dan detonatornya. Kisah intihariyah dlm sejarah seperti yg dilakukan Bara bin Malik dlm pertempuran Yamamah dlm menembus benteng musuh dgn mengorbankan dirinya dgn cara melemparkan diri melewati tembok benteng guna membuka benteng dari dalam (ini jenis Camo Single Prey) ato pengalihan sasaran,kemudian yg dilakukan oleh Hisyam bin Amar dlm aksi individual menerobos pasukan musyrikin (ini jenis breaker gathering (pemecahan konsentrasi). Apalagi jika dilakukan di area yg sipilnya dipersenjatai spt di wilayah pendudukan Israel. Jenis kombat di atas sangat cocok sekali.:-)

No comments:

Post a Comment