Saturday, January 21, 2012

PHONOLOGY VS TAJWEED

Saya sering jungkir balik saat menyisir surat an Nisa', bukan karena alergi 'wanita (an Nisa'):-D, tapi karena karakter bacaan yg sulit dan juga ayat ayat yg cenderung panjang dgn tanda akhir berhenti (waqaf) yg panjang pula. Disiplin tajweed benar-benar teruji di surat ini. Kecuali yg sudah hafal penuh, tak ada kesulitan melibas an Nisa'. Perjuangan vokal kita dgn disiplin tajweed memaksa otot otot wajah, mulut dan leher bekerja ekstra keras untk tetap berdisiplin dlm tajweed. Inilah sensasi dr membaca jahr (terang). Disiplin pd makharijul, shifatul,ahkamul huruf adalah sopan santun kita thd al Qur'an. Phonology modern pun ndak ada bandingnya dgn ilmu tajweed. Misal dlm bhs Inggris, walaupun phonology sudah diaplikasikan dan distandarkan dlm International Phonetic Alphabet (IPA),tetap aja ada model British English, American English, Australian English, Afro English,ataupun Singaporean English. Namun dgn tajweed, semua aksen dan gaya bacaan di seluruh dunia dapat disatukan. Bahkan Standard Modern Vowel (SWV) dari phonology modern mengadopsi dari sistem arabic (arab) dan hebrew (ibrani). Ini semua memang sudah diplot dlm ayat ' yaa aiyyuhannaasutaquu robbakumuladzi kholaqokum min nafsi waahidah'. Bahwa penciptaan manusia di bumi adalah dari satu (Adam as) yg kemudian dilengkapi dgn penciptaan bahasa sbg alat komunikasi, bhs berkembang sejalan dgn diversifikasi klan klan yg menyebar di seluruh dunia. Sedang kebanggaan kita muslim adalah Alloh memuliakan bhs Arab sbg bhs surga. Bhs Arab dgn infiltrasi pd al Qur'an sbg media komunikasi wahyu ilahi yg unggul dari phonology bhs dunia manapun.

No comments:

Post a Comment