Melintasi el Baqarah dengan manuver manuver nada yang alami dibentuk oleh Tajweed, menggenjot kerja eksternal respiratori saat menjajal ber bariton pada akhir akhir ayat, membuat pesan moral ayat ini semakin indah.
Al Baqarah yang mendapat pangkat Fasthaatul Qur'an (puncak el Qur'an) memberikan tanjakan tanjakan hidayah kehidupan saat tercermin pada titik kulminasi sebuah eksekusi perintah "Sami'na wa Atho'na" bani Israel untuk menyembeli sapi betina dengan deskriptif yang detail digambarkan oleh nabi Musa. Tapi apa lacur yang muncul justru "Sami'na wa Ashoina" bukannya ketaatan dan kepatuhan pada "sami'na wa atho'na", dimana bani Isarel mencoba bervisualisasi rinci tentang deskriptif yang digambarkan oleh perintah. Ujungnya argumen tiada henti hingga lupa esensi perintah itu sendiri. Dalam kehidupan cukuplah fase pertama berupa "sami'na wa atho'na dlm mengeksekusi perintah, selebihnya jika anda ingin menggali hikmah robbaniyah atau hikmah alamiyah dari sebuah perintah, silahkan dengan koridor yang kauniyah pula.
No comments:
Post a Comment