Mempredikati ghurabbah secara autokrasi adalah hal yang baik. Sedang justifikasi ghurabbah secara autokrasi adalah premature. Subhanalloh, ghurabbah adalah sikap dengan tingkat keterasingan tinggi dan mulia di dalam berlepas diri (baraah) terhadap hal yang mungkar. Bentuknya pun variatif, sevariatif pernik kehidupan. Mulai dari sikap diam, merenung, aksi kata, hingga tindakan gerak aktif. Semua bernilai dan berhak mendapat dukungan.
Justifikasi ghurabbah biasanya terpancing pada aktualisasi gerak nyata. Parameter yang kurang tepat jika gerak motorik aktif menjadi ukuran kepekatan ghurabbah. Jangan lupa mereka yang diam merenung berpikir keras dalam menyajikan sikap ghurabbah nya lewat aktualisasi non gerak aktif. Berkonsep juga merupakan sikap ber- ghurabbah, bernasehat-nasehati leawt lisan dan tulisan juga merupakan sikap ber - ghurabbah. Berdo'a dan dzikrulloh adalah juga sikap ber - ghurabbah.
Ingat lingkungan juga mempengaruhi model ghurabbah anda. Yang terkungkung dalam pasung sistim thaghut biasanya ber ghurabbah model ghazwul fikr, wajar mereka masih lemah dalam kekuatan hantam tempur. Apakah rendah mereka ? oh... tidak. Rasululloh SAW pun pernah ber-ghurabbah model ini (Sirri)/fase Makkiyah. Modelnya terlihat saat beliau tak bisa berbuat apa apa ketika Bilal disiksa, sebelum turun pertolongan Alloh, dengan penebusan oleh abu Bakr as shiddiq.
Beliau juga tidak berbuat apa-apa ketika Summaiyyah di siksa, Ammar Yassir yang disalib. fase seperti ini yang tepat dalah konsolidasi kekuatan, ghazwul fikr, pembinaan dan tarbiyah yang disiplin atas dasar dasar perjuangan. Sedang kekinian dapat kita lihat model model muqowwamah di Indonesia, Malaysia, Mesir dan lain lain. Letupan pada fase ini biasanya diidentifikasi adanya letupan yang bernama tindakan Istisyhad, atau aksi mencari syahid individual. apakah salah berghurabbah model istisyhad ? oh tidak.... Rasululloh SAW membenarkan tindakan Umar bin Khatab untuk ber "Duel" dengan jago jago kafir Mekkah. Namun Rasullulloh SAW lebih memilih hikmah dan Hilmi (Kesabaran Terkontrol) untuk tetap sirri (Sembunyi sembunyi ) dalm fase Makkiyah. Beliau disadarkan wahyu bahwa selanjutnya akann datang secara otomatis dalam urutan logis, yaitu fase madaniyah atau fase hajar hantam. fase ini terbentuk alamiah setelah mempunyai kekuatan, khususnya sayap sayap militer. Ber Ghurabbalah sesuai kemampuan dan sadar fase. itu lebih nabawiyyah dan alamiah. Takdir dari arasy pun akan dengan sendirinya memenangkan berkat rahmat dan rahimnya. selamat ber ghurabbah......... Yang Haq hanya Alloh azzawajallah. Moga aku tidak salah menulis ini.
No comments:
Post a Comment