Secara umum surah al Hijr menjelaskan bagaimana kaum Tsamud kena azab. Sebuah kaum yang mempunyai keahlian membuat pahatan yang indah dan super meda pada tebing tebing batu. Kaum Tsamud yang didakwahi nabi Shaleh membuat makar makar terhadap perintah Alloh Azzawajallah. Makar yang dilakukan adalah manifestasi dari AUTOKRASI IBLIS saat berdialog dengan Alloh Azzawajallah. Kaum Tsamud seolah mendapatkan iliuminati AUTOKRASI dari iblis dengan melawan dan menentang dakwah nabi Shaleh.
AUTOkRASI IBLIS merupakan makar perintah sujud saat didaulat untuk menghormat pada mahluk ciptaan Alloh lainnya yaitu MANUSIA. Dengan entengnya makar tersebut diwujudkan dalam wacana arogansi yang terfokus dari bahan dasar penciptaan manusia. Ya... materilah yang menjadi awal makar sang IBLIS. Iblis menilai sisi materi tanah dengan api. IBLIS mengirah bahwa kemuliaan tergantung pada PROTOTIPE penciptaan. Dan ia salah...... Kemuliaan yang diharapkan dan diperintakan oleh Alloh azzzawajallah adalah TAAT. Bukan pada PROTOTIPE penciptaan. Iblis menilai API lebih baik daripada TANAH. Entah pertimbangan TITIK DIDIH ataupun daya FLOUROSENCE / ILLUMINATI dari API. Kesalahan fatal telah terjadi. Bukan malah melaksanakan perintah ALLLOH, malah mengadakan pembangkangan atau AUTOKRASI kekuasaan, yang berartipula telah mengadakan kekuasaan baru. IBLIS tidak sadar bahwa posisinya sebagai SUBORDINAT, kini mencoba untuk mengadakan makar terhadap kekuasaan ORDINAT.
Itulah kisah tragis AUTOKRASI IBLIS terhadap THRONE yang maha Tinggi, al Arsy.Surah al Hijr mengajarkan kita untuk selalu taat terhadap kekuatan maha besar yang merupakan ORDINAT dari SUBORDINAT penciptaan. Pelajaran kedua adalah KEMULIAAN bukan diukur dari PROTOTIPE penciptaan, tapi TAAT lah yang menjadi PARAMETER kemuliaan. Moga bermanfaat . AMIN.

No comments:
Post a Comment