Monday, January 23, 2012

AKADEMI LEBAH MILITER


Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Azzawajallah yang telah menciptakan 7 spesies Lebah Madu, sebagaimana Dia telah menciptakan Tujuh Petala Langit tanpa tiang. Pada Tadarus day 22 ini saya akan melibatkan segala apa yang dapat kita ambil dari kebesaran surah An Nahl. Sebuah surah Makkiyah dengan mengangkat filosofi Akademi Lebah Militer. Sebuah koloni maha dahsyat dari Genus Apis. Sebuah Akademi Militan yang bekerja sama dalam membentuk sebuah sarang (Qoryah) dengan bahan bahan pilihan (Nektar Bunga). Sebagaimana juga kita sebagai Koloni Muslim (Berjama'ah) harus dibangun dengan sistim koloni (Bersatu) serta dikuatkan dengan hal hal yang baik (Akhlaqul karimah dan Syariat Islam ). 

Membentuk sebuah koloni muslim (bak koloni lebah) yang baik bukanlah hal yang mudah, karena kita adalah mahluk sosial yang rentan dengan perubahan dan konflik. Diperlukan qiyadah yang tangguh, sebagai mana ratu lebah yang mengatur para lebah pekerja. Koloni yang besar dipupuk dari hal paling mendasar, yaitu individu individu pendukung sebuah koloni (Jundiyah). Jadi ringkasnya diperlukan Qiyadah wal jundiyah pilihan. Qiyadah dan jundiyah yang baik memerlukan proses yang panjang sebagaimana lebah melakukan proses penyerbukan (polenasi) hingga menghasilkan madu. Dimulai dari pemilihan bahan baku yang baik (halalan thoyyiban), sebagaimana lebah memilih bunga bunga. Apa yang kita makan adalah faktor sederhana namun penting di dalam membentuk pribadi pribadi jundiyah dan qiyadah yang tangguh dan berkah. Makanan haram menghambat keberkahan pertumbuhan jasmani dan rohani. Mulailah dari makan yang baik dan halal walau sedikit dan kasar. 

Akademi militer lebah mengajarkan kita untuk perfilosofi urgensi pada "proses" dan bukan pada "hasil". Tiada guna hasil tertargetkan namun kita menghalalkan segala cara. Sebagaimana nasehat filosofis sunan Bonang kepada sunan Kalijaga, ketika Sunan Kalijaga masih menjadi Brandal Lokajaya yang ingin membantu rakyat tertindas dengan jalan merampok. Hasil rampokan dibagikan kepada kaum tertindas, namun sunan Bonang tidak setuju dengan hal tersebut, karena memang kebaikan tidak bisa dicampuradukkan dengan hal yang bathil. 

Dengan individu yang berdisiplin dalam pemilihan makan yang halalan thoyyiban maka nanti akan otomatis akan tersaring seorang Qiyadah (pimpinan) dari Jundi jundi koloni tersebut pula. denagn begitu sangat mudah membentuk sebuah koloni (Qoryah) Islamiyah. Makanan hal sepeleh namun sangat mempengaruhi keberkahan darah dan daging kita. Makan yang halalan thoyyiban akan memberikan ruh berkah pada jiwa raga. Sebuah pembangunan koloni yang dimulai dari hal sepeleh, yaitu makanan. Sebagaimana lebah yang juga membangun koloni dari sebuah pemilihan hal hal yang baik dan bermutu. Mari kita mulai dari diri pribadi (jundiyah) dengan menghidangkan makanan yang halalan thoyyiban walau sedikit ataupun kasar untuk menghasilkan Kepemimpinan (Qiyadah) bermutu hingga dapat membentuk kolonoi (Qoryah) yang baik pula.

No comments:

Post a Comment