Monday, January 23, 2012

Gelombang Betha dan Death Metal


Sholawat dan Salam tetap tercurahkan kepada the great Commander of Qital, el Mustafa Rasululloh SAW. Otak adalah anugera Azzawajallah Robb el Izzah, semestinya kita maksimalkan dalam bermilitansi.

Gelombang Betha dengan frekuensi 13 -30 HZ dapat menjadi stimulan pikiran dan motorik kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan data data informasi, membuat koneksi saraf motorik, dan menghasilkan energi cadangan. gelombang otak Beta sangat bermanfaat untuk bermilitansi,  atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.Gelombang otak adalah aliran listrik, sedang konduktor tercepatnya untuk menjangkau saraf motorik adalah dengan stimulan ekstrim atau shorcut. Karakteristik musik death Metal mempunyai hantaran atau konduktor tersebut.

Suara growling yang dalam, gitar yang disetel rendah serta penuh distorsi, bass yang berat, serta drum yang intense dan menderu adalah stimulan dari gelombang otak betha ( Heavily distorted guitars, tremolo picking, deep growling vocals, blast beat drumming, minor keys or atonality, and complex song structures with multiple tempo changes)

Gelombang otak diukur dengan  Electroencephalograph (EEG).  Frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan betha. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda.

Dan tidak dapat kita pungkiri pula bahwa alunan bacaan al qur'an serta doa-doa dalam sholat adalah yang tertinggi dalam stimulan konsentrasi, yaitu berkisar pada 4-8 HZ atau sering disebut gelombang otak tetha. Mari kita padukan....

No comments:

Post a Comment