Morfologi 'salam satu jari' menunjuk pada meta-theory group feeling, dimana naluri ber-Tuhan Tunggal (gharizah el ahad) menjadi sebuah hantaran zahir (surface) dari 'inner meaning' (batin).
Fitrah berbuat baik (al ahlaq al kariimah) telah mencapai titik kesadaran (awareness). Luapan tempramental yg biasa dimiliki kelompok sosial musik telah menemukan saluran yang tepat. Biarpun sedikit spekulasi, tapi sudah membuat sebuah usaha menunculkan yang haq (attempt to get at the truth). Semoga komunitas ini tetap berusaha untk menciptakan superioritas dan ketahanan dalam berdakwah. Amin.
Salam satu jari !
Terlepas penting ndaknya al bai'ah (sumpah setia), kita tidak bisa meninggalkan atsar (jejak,bekas)pada sirah nabawiyah tentang bai'atul aqabah. Juga belum diketahui keefektifan bai'at (the betray probability value) dlm sebuah harakah. Yang pasti pembulatan tekad (tsiqoh) dan faham karakteristik gerakan (fahmu fii harakah) adalah lebih penting dr sebuah protokoler bai'at (arkanul bai'ah). Kapasitas bai'at juga bukan hal absolut dlm keikutsertaan, pengorbanan (at tadhiyah), tanggung jawab (al mas'uliyah) dan peran serta (al athoo) anggota dlm ber azzam. Untuk komunitas 'salam satu jari' yg penting adalah tetap hidup (al hayah), tetap semangat (al hayawiyah), tetap belajar (at tarbawi), tetap terstruktur (at tanzhim) dan tetap teratur ( al idari). Salam satu jari !
No comments:
Post a Comment