Saturday, September 8, 2012

APORIA SERTIFIKASI ULAMA OLEH BNPT

Badan badan legal deradikalisasi pemerintahan semisal BNPT mulai mempersempit ruang gerak keilmuan islam dengan adanya sertifikasi ulama. Sertifikasi berarti kita berbicara tentang "kelayakan", dan ini sangat merugikan proses tarbiyah islamiyyah yang bersifat integral tanpa berjenjang. Jika ini terjadi akan ada degredasi frekuensi dakwah arus bawah. Hal lain yang membuat tidak relevan adalah penggunaan parameter sertifikasi. Parameter mana yang akan digunakan? mengingat banyaknya firqoh islam di Indonesia. Tiap tiap firqoh dan pergerakan mempunyai dasar perjuangan yang masing masing secara furu'iyah berbeda.

Jangan disamakan dengan sertifikasi konvensional profesi semisal sertifikasi ketenagakerjaan yang memang sudah baku aturannya. Sangatlah aporia (Irrelevant) jika sertifikasi konvensional profesi menunjuk pada tujuan peningkatan penghasilan dan tunjangan, semisal sertifikasi guru, kini sertifikasi ulama bertujuan untuk deradikalisasi terorisme, sungguh aporia !!!

Parameter sertifikasi yang mungkin digulirkan adalah skala titik ekstrim materi materi dakwah yang berhubungan dengan ayat ayat qital. hal ini secara tidak langsung mengkebiri keutuhan ayat ayat al qur'an yang memang secara nyata dan lugas dalam berbicara tentang qital. Dengan adanya sertifikasi ulama maka akan dimungkinkan adanya pembatasan dan aturan main yang tak relevan :

1. Materi dan bahan ajar dakwah
2. Penjenjangan akademis ulama
3. Kisi kisi dan silabus dakwah pesanan pemerintah
4. Kuota sertifikasi
5. Permainan uang

Ulama bukan hanya dikukuhkan oleh badab legal, tapi ingat ulama, masyarakatlah yang mengangkatnya dari hasil kinerja dan keilmuan yang telah mereka praktekkan dalam kehidupan sosial masyarakat.





 

No comments:

Post a Comment