siapapun berhak menyandang gharib, sekalipun hingga level sakran..:-D, tidak ada paksaan dlm berjama'ah menebar ma'ruf dan membungkam bangsat. Alasan koordinasi bukanlah kulminasi. Sampai pada eselon nabawiyah pun terlihat kebebasan yg absolut dlm berjama'ah.
Hingga tingkat hijrah pun Rasululloh saw pernah memberikan opsi-opsi kebebasan untk kembali ke Mekkah. Aneh jika ada jama'ah yg berbau2 gharib memberikan batasan hiper ketat untk bergabung dgn jama'ahnya, sangatlah terkesan super eksklusif. Mereka lupa tahap awal yg berupa akhlaq. Ketundukan ada di akhlaq dan keikhlasan. Redaksi kalimat dan tutur kata juga sering overleaping.
Faktor kumulatif (jumlah anggota) kadang melupakan mereka tentang akhlaq. Euforia sesaat lebih dominan dibanding kaji keilmuan dan akhlaq. Faktor show of force kadang premature dlm pembuktian kemampuan resistansi. Kasihan bagi mereka yg blm siap ataupun yg sudah siap dgn ekstrimnya melompat lompat dlm marhalah dakwah yg kadang mereka tdk mengerti esensinya. Wallahu 'alam bi showab.:-D
No comments:
Post a Comment