Saturday, February 11, 2012

AMBANG BATAS KERAHIBAN


islam menghindari kerahiban (ekstrimisme akut). Alloh Azzawajallah menghendaki 'kepatuhan' bukan pada 'penyiksaan diri' dlm beribadah. Hal ini diwakili oleh 'penghindaran fluktuasi ambang batas' yg dicontohkan oleh Rasululloh Saw, seperti kadang ia puasa sunah terus menerus, kadang pula berbuka terus.

 Seolah ia menyampaikan pesan untk menghindari 'kerahiban'. Penghindaran ini sebagai upaya 'menginsankan' manusia. Sama halnya ketika ia menyurutkan intensitas tarawih berjamaah di masjid, menjadi tarawih pribadi di rumah. Begitu pula urusan libido, tdk ada kerahiban dlm islam, menikahlah.Faktor 'sami'na wa wa atho'na adalah faktor kemudi peribadatan dlm islam. Seperti dlm peristiwa penyerbuan khaibar, Rasul melarang sholat ashar sblm mencapai khaibar.

 Mereka hanya sami'na wa atho'na, tanpa bersikukuh untk sholat ashar. Jadi ndak ada kerahiban atas sebuah peribadatan, absolusitas yg terkuota. Contoh lain ketika mengantuk, rasulpun menyuruh tidur dulu, baru lanjutkan sholat. Begitu pula urusan puasa, musafirpun boleh berbuka, saat beliau contohkan dlm perang badr.

No comments:

Post a Comment