Visualisasi kadar iman thoghut itu jelas. Dari segi diksi maupun literasi tingkat tinggi, ia menunjuk pada area non iman. Simpangan ekstrim visualisasi thoghut paling menyimpang tidaklah bersifat melakukan tindakan takfir dalam jambangan sendiri. Thoghut sekelas kafirun, bukan kelas takfir ashobiyyah.
Parah jika melabelkan thoghut dengan parameter ketersanggupan pelaksanaan area non aqidah. Bisa bisa hari ini, saat ini, detik ini akan terlabel milyaran thoghut hanya karena tingkat ketersanggupan pelaksanaan non aqidah yang belum sempurna. Thoghut tidak ada hubungannya dengan keterbatasan yang bersifat progresif. Ia hanya dapat dihakimi oleh nash nash aqidah. Dengan kata lain jangan sampai kita ucapkan thaghut kepada sesama muslim. Adab mana yang dipakai??. apakah Rasululloh SAW telah mencontohkan pengucapan Thoghut kepada ummatnya ???. Jauh dari hal tersebut, Rasululloh SAW lebih cenderung ke arah konstruktif adab, beliau lebih suka mendo'kan daripada mengucapkan "Thaghut" kepada sesama muslim.
Thoghut adalah ranah yang nun jauh disana............ jauh dari jambangan kita sendiri. Kejam nian jika melebel jambangan kita sendiri dengan 'branded" THOGHUT.
No comments:
Post a Comment